Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
BNN Ungkap Modus Baru Peredaran Ketamine di Indonesia, 800 Kg Barang Bukti Diamankan
Rismabar Bersholawat Meriahkan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pujotirto Kebumen

Rismabar Bersholawat Meriahkan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pujotirto Kebumen

Maulid Nabi, Pujotirto Diwarnai Shalawat dan PengajianMaulid Nabi, Pujotirto Diwarnai Shalawat dan Pengajian
KHIDMAT: Suasana peringatn maulid nabi di Dukuh Eragumiwang Desa Pujotirto, Kecamatan Karangsambung

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Dukuh Eragumiwang, Desa Pujotirto, Kecamatan Karangsambung, Kebumen, berlangsung semarak sekaligus tetap khidmat.

Suasana tersebut tercipta berkat keterlibatan para remaja yang menggelar kegiatan shalawat sebagai bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Remaja Islam Mushola Al Mabar (Rismabar).

Selain menggelar pengajian umum, panitia juga menghadirkan kegiatan shalawat bertajuk Rismabar Bersholawat Bersama Mahage Kebumen.

Rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut berlangsung selama dua hari, yakni Minggu hingga Senin (30-31/8).

Kegiatan dirancang tidak hanya sebagai agenda keagamaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus mengajak generasi muda lebih dekat dengan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW.

Ketua Panitia Maulid Nabi Muhammad SAW Dukuh Eragumiwang, Eko Priyanto, mengatakan rangkaian kegiatan tahun ini melibatkan para remaja melalui Rismabar.

Pada hari pertama, Minggu (30/8), panitia menggelar Sholawat Bersama Mahage Kebumen.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Habib Fathur Rijal Al Alatas selaku Ketua Mahage Kebumen.

Kegiatan shalawat tersebut menjadi salah satu bagian yang membuat peringatan Maulid Nabi di Dukuh Eragumiwang berlangsung meriah.

Masyarakat dan para remaja dapat mengikuti lantunan shalawat sekaligus memperkuat kebersamaan dalam suasana religius.

Keterlibatan generasi muda juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Remaja tidak hanya menjadi peserta, tetapi ikut mengambil peran dalam penyelenggaraan kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat.

Sementara pada hari kedua, Senin (31/8), rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Pengajian Umum.

Dalam kesempatan tersebut, panitia menghadirkan KH Zuhrul Anam Hisyam, Pengasuh At-Taujieh, Leler, Banyumas, sebagai pengisi tausiyah.

Kegiatan pengajian menjadi momentum bagi masyarakat untuk kembali memahami makna peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Peringatan kelahiran Nabi tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan tahunan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk mengingat kembali perjuangan dan keteladanan Rasulullah.

Eko Priyanto mengatakan peringatan Maulid Nabi di Dukuh Eragumiwang diharapkan dapat memberikan makna lebih bagi masyarakat.

Menurutnya, kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial maupun lantunan shalawat.

Masyarakat juga diharapkan mampu menerapkan akhlak dan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga kecintaan kita kepada beliau tidak hanya diwujudkan melalui sholawat dan peringatan Maulid, tetapi juga dengan berusaha meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari,” kata Eko.

Menurut Eko, semangat kebersamaan dalam peringatan Maulid Nabi juga dapat dikaitkan dengan momentum kemerdekaan.

Kedua momentum tersebut dinilai dapat menjadi pengingat pentingnya menjaga persaudaraan dan persatuan di tengah masyarakat.

Kegiatan keagamaan seperti Maulid Nabi dapat menjadi ruang untuk mempertemukan masyarakat dalam suasana yang penuh kebersamaan.

Hal tersebut sekaligus memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk ikut aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan di lingkungannya.

Eko berharap nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Salah satunya dengan menjaga kerukunan, menghormati sesama, serta memperkuat persatuan.

“Nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam menjaga kerukunan dan persatuan bangsa,” ujarnya.

Pelaksanaan Rismabar Bersholawat di Karangsambung Kebumen juga menunjukkan peran generasi muda dalam menjaga keberlangsungan kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat.

Keterlibatan remaja dalam kegiatan Maulid Nabi menjadi hal penting karena generasi muda merupakan bagian dari penerus kegiatan sosial dan keagamaan.

Dengan terlibat secara langsung, para remaja dapat belajar mengenai kepanitiaan, kebersamaan, sekaligus memperkuat pemahaman mengenai nilai-nilai keagamaan.

Rismabar sebagai wadah Remaja Islam Mushola Al Mabar mengambil peran dalam mengemas peringatan Maulid Nabi agar dapat diikuti berbagai kalangan.

Kegiatan shalawat yang dipadukan dengan pengajian membuat rangkaian acara berlangsung selama dua hari dengan suasana yang berbeda.

Selain menjadi kegiatan ibadah, acara tersebut juga menjadi ruang silaturahmi bagi masyarakat Dukuh Eragumiwang dan sekitarnya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada dasarnya menjadi momentum untuk mengingat kembali perjalanan kehidupan Rasulullah, termasuk perjuangan, akhlak, kasih sayang, dan keteladanannya kepada umat.

Nilai-nilai tersebut dinilai relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sikap saling menghormati, menjaga persaudaraan, menghindari perselisihan, serta membangun kepedulian terhadap sesama merupakan bagian dari nilai yang dapat terus dikembangkan di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan Maulid Nabi di Dukuh Eragumiwang, masyarakat tidak hanya diajak mengikuti rangkaian acara keagamaan, tetapi juga diingatkan untuk menjadikan keteladanan Rasulullah sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat.

Kegiatan yang melibatkan para remaja tersebut diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi ruang positif bagi generasi muda.

Dengan begitu, kegiatan keagamaan tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga dapat memperkuat silaturahmi, persaudaraan, serta kepedulian sosial.

Rangkaian Maulid Nabi di Pujotirto, Karangsambung, Kebumen, yang diisi dengan Rismabar Bersholawat dan pengajian umum tersebut menjadi salah satu bentuk semangat masyarakat dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa esensi Maulid Nabi bukan sekadar kemeriahan acara, melainkan bagaimana kecintaan kepada Rasulullah diwujudkan melalui shalawat, kebersamaan, dan upaya meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
BNN Gagalkan Penyelundupan 800 Kg Ketamin

BNN Ungkap Modus Baru Peredaran Ketamine di Indonesia, 800 Kg Barang Bukti Diamankan