Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Satpol PP Banyumas Siagakan 10 Pos PAM Jelang Libur Natal dan Tahun Baru

Satpol PP Siagakan 10 Pos PAMSatpol PP Siagakan 10 Pos PAM
SINERGI: Kasatpol PP Kabupaten Banyumas Sugeng Amin (tiga dari kiri) bersinergi dengan TNI Polri dalam penyelenggaraan Nataru

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Dalam upaya menjaga ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat selama perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Kabupaten Banyumas, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mengambil langkah tegas dengan meningkatkan intensitas pengamanan.

Salah satu strategi utama yang diterapkan adalah pelaksanaan patroli gabungan setiap malam.

Patroli ini melibatkan berbagai instansi guna memastikan suasana tetap aman, nyaman, dan kondusif saat pergantian tahun.

Informasi ini disampaikan langsung oleh Kepala Satpol PP Kabupaten Banyumas, Sugeng Amin.

Sugeng Amin menjelaskan bahwa pemantauan dan pengamanan selama Nataru merupakan langkah antisipatif terhadap berbagai potensi gangguan ketertiban umum yang sering terjadi saat momen perayaan besar.

Untuk itu, telah dilakukan rapat koordinasi dengan Polresta Banyumas. Koordinasi ini bertujuan untuk menyelaraskan pola pengamanan, pembagian tugas personel, serta menentukan titik-titik strategis yang menjadi fokus pemantauan selama periode libur panjang akhir tahun.

“Kami tetap menempatkan beberapa teman yang menjaga posko di 10 titik secara statis, namun kami juga melakukan patroli gabungan setiap malam. Dengan demikian, kami berupaya menciptakan kondisi yang damai dan nyaman bagi semua orang sehingga setiap potensi gangguan dapat segera terdeteksi,” kata Sugeng Amin.

Pengamanan dalam rangka Nataru di Kabupaten Banyumas berlangsung cukup panjang yaitu mulai dari tanggal 21 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026.

Selama periode tersebut, sepuluh pos pengamanan (Pos PAM) telah disiagakan pada lokasi-lokasi strategis yang dinilai memiliki potensi kerawanan atau tingkat aktivitas masyarakat yang tinggi.

“Sepuluh titik tersebut tersebar di Pos PAM Menara Teratai, Pos PAM Obwis Baturraden, Gereja Katedral, GKI Gatot Subroto, Gereja Kristen Jawa, Gereja Santo Yosep, GKI Martadireja, Gereja Pantekosta, Gereja Juru Selamat, dan Gereja Bethel Haleluya,” jelas Sugeng Amin lebih lanjut.

Dari segi sumber daya manusia, pengamanan Nataru tahun ini melibatkan ratusan aparat gabungan.

Total personel yang dikerahkan terdiri dari 194 anggota Polresta Banyumas, 135 personel TNI, serta 160 personel dari unsur Pemerintah Kabupaten Banyumas.

 

Seluruh personel tersebut akan ditempatkan baik di pos pengamanan statis maupun dalam kegiatan patroli mobile yang rutin dilakukan setiap malam.

“Dari unsur Pemkab sendiri ada 160 personel yang terdiri dari Satpol PP sebanyak 120 orang, Dinas Perhubungan 25 orang, dan Dinas Kesehatan lima orang,” paparnya.

Selain fokus pada pengamanan rumah ibadah dan pusat keramaian lainnya, pemantauan Nataru juga diarahkan ke berbagai destinasi wisata milik Pemerintah Kabupaten Banyumas.

Sugeng Amin menyebutkan bahwa pihaknya telah mempersiapkan pengamanan di beberapa titik pariwisata yang diprediksi akan mengalami peningkatan jumlah kunjungan wisatawan seperti Lokawisata Baturraden dan kawasan sekitarnya, Taman Mas Kemambang, Menara Teratai, serta Andhang Pangrenan.

Tidak hanya itu saja pengamanan turut diperluas hingga ke wilayah kecamatan khususnya Kecamatan Banyumas yang memiliki sejumlah destinasi wisata lokal.

Personel akan disiagakan pada titik-titik tertentu guna memastikan aktivitas wisata berjalan tertib dan aman sekaligus mencegah terjadinya gangguan ketenteraman masyarakat.

“Dan untuk personel yang ada di wilayah dalam ini untuk wisata yang ada di Kecamatan Banyumas juga kita siapkan titiknya personelnya. Prinsip kami bersinergi untuk bagaimana menciptakan penyelenggaraan Nataru tahun 2025 dan menjelang 2026 berjalan dengan lancar tidak ada kendala apapun,” pungkasnya.

Melalui langkah-langkah strategis ini diharapkan perayaan Natal dan Tahun Baru di Kabupaten Banyumas dapat berlangsung dengan aman tanpa kendala berarti dimana seluruh elemen masyarakat dapat merayakan dengan tenteram.

Kerjasama lintas instansi menjadi kunci utama dalam upaya menciptakan lingkungan sosial yang harmonis selama masa liburan panjang ini. (res/dda)

Berita Sebelumnya
Pemugaran Candi Mendut Berdampak ke Pedagang

Wisata Sepi Akibat Pemugaran Candi Mendut, Pedagang Terancam Kehilangan Penghasilan

Berita Selanjutnya
Sempat Kabur, Kasi Datun HSU Serahkan Diri

Kasus OTT KPK di Kalsel, Kasi Datun Kejari HSU Resmi Ditahan