BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Cuaca ekstrem yang melanda Kecamatan Purwojati pada Sabtu sore (20/12) telah memicu kerusakan signifikan di Desa Gerduren.
Hujan deras disertai angin kencang menyerupai puting beliung menyebabkan sedikitnya tujuh rumah warga mengalami kerusakan parah setelah tertimpa pohon tumbang.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas mencatat fenomena ini terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, memberikan efek merusak di wilayah tersebut.
Pusaran angin berkecepatan tinggi menghantam permukiman warga, menumbangkan pohon-pohon besar yang kemudian menimpa bangunan, terutama merusak atap dan bagian emperan rumah.
Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Banyumas, Abdul Ladjis, mengonfirmasi bahwa kerusakan paling parah terjadi di RT 03 RW 07 Desa Gerduren.
“Wilayah terdampak cuaca ekstrem di Banyumas salah satunya berada di Kecamatan Purwojati. Di Desa Gerduren, tercatat tujuh rumah terdampak. Sebagian besar mengalami kerusakan pada bagian atap dan emperan karena terhantam pohon,” ujarnya.
Salah satu korban paling terdampak adalah Warni (63), yang dapur rumahnya hancur akibat tertimpa pohon kelapa yang roboh karena terjangan angin kencang.
Kerugian material yang dialami Warni diperkirakan mencapai Rp20 juta. Selain itu, Sarilem (49) juga mengalami kerugian setelah sebuah pohon albasia tumbang menimpa emperan rumahnya, dengan taksiran kerugian sekitar Rp5 juta.
Tidak hanya mereka berdua, lima warga lainnya yakni Sakam (70), Kusnan (55), Beta (38), Puji Widodo (53), dan Kadis (70) juga melaporkan kerusakan akibat peristiwa serupa.
Kerusakan pada rumah kelima warga tersebut bervariasi dari skala ringan hingga sedang, terutama pada bagian atap dan bangunan tambahan.
Meski kerugian material cukup signifikan, Abdul Ladjis memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
“Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Warga berhasil menyelamatkan diri saat angin kencang mulai menerjang,” tambahnya.
Segera setelah kejadian tersebut, upaya penanganan darurat dilakukan secara cepat oleh pemerintah desa setempat bersama para relawan serta aparat keamanan dari TNI dan Polri yang tergabung dalam Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Purwojati.
Mereka bahu-membahu membersihkan material pohon tumbang dari rumah-rumah warga dalam aksi kerja bakti massal.
Sebagai langkah awal penanganan bencana ini, BPBD Kabupaten Banyumas telah menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak untuk memenuhi kebutuhan mendesak mereka serta membantu proses pemulihan pasca kejadian.
Bencana ini mengingatkan kita akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi perubahan cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi belakangan ini.
Masyarakat diharapkan lebih waspada dan meningkatkan kesadaran akan mitigasi bencana guna meminimalisir dampak merugikan dari fenomena alam serupa di masa mendatang.
Dengan memberikan perhatian lebih terhadap pengelolaan lingkungan dan infrastruktur tahan bencana, diharapkan kejadian-kejadian seperti ini dapat ditangani lebih baik sehingga mengurangi potensi kerugian baik material maupun non-material bagi masyarakat terdampak. (zet/dda)
















