Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
LG UltraGear G6 27G640A-B: Layar Tajam Bikin Pengalaman Gaming Makin Imersif
Simpang Lima Semarang Steril dari PKL Saat MTQ, Ini Lokasi Baru untuk Berjualan

Simpang Lima Semarang Steril dari PKL Saat MTQ, Ini Lokasi Baru untuk Berjualan

Kawasan Simpang Lima SemarangKawasan Simpang Lima Semarang
Kawasan Simpang Lima Semarang disterilkan dari aktivitas PKL menjelang pelaksanaan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026.

BANYUMASEKSPRES.ID, Kawasan Simpang Lima Semarang mulai disterilkan dari aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL) menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026. Lapangan Pancasila Simpang Lima menjadi lokasi utama pembukaan sekaligus penutupan ajang nasional tersebut.

Penataan PKL dilakukan Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Kebijakan ini diterapkan untuk memastikan proses persiapan venue berlangsung aman dan tidak membahayakan pedagang maupun pengunjung.

Kepala Disdag Kota Semarang Aniceto Magno Da Silva mengatakan area Simpang Lima tengah dipasangi berbagai perlengkapan untuk kebutuhan pembukaan MTQ Nasional. Karena itu, aktivitas jual beli di dalam lapangan untuk sementara tidak diperbolehkan.

Menurut Aniceto, pekerjaan persiapan melibatkan konstruksi dan instalasi kelistrikan yang memiliki sejumlah risiko. Potensi bahaya antara lain berasal dari kabel sling yang dapat putus hingga kemungkinan korsleting listrik.

Sterilisasi tersebut bukan berarti pemerintah melarang PKL berjualan secara keseluruhan. Pedagang tetap diberi kesempatan mencari penghasilan dengan berjualan di kawasan alternatif sekitar Simpang Lima.

Dinas Perdagangan akan mengarahkan PKL ke beberapa ruas jalan yang berada di luar area utama venue. Lokasi yang sudah disebut antara lain Jalan Ahmad Dahlan, Jalan Pahlawan, dan kawasan sekitarnya.

Pemerintah Kota Semarang menilai keberadaan PKL tetap penting selama MTQ Nasional berlangsung. Pasalnya, kegiatan tersebut diperkirakan mendatangkan peserta, pendamping, dan pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia.

Ramainya kunjungan selama MTQ diharapkan ikut mendorong perputaran ekonomi daerah. PKL dan pelaku UMKM pun berpeluang mendapatkan manfaat dari meningkatnya aktivitas masyarakat selama acara berlangsung.

Selain Simpang Lima, penataan PKL juga akan dilakukan di venue MTQ lainnya yang tersebar di Kota Semarang. Dinas Perdagangan menyebut akan mengatur penempatan UMKM dan PKL pada 14 lokasi venue MTQ lainnya.

Namun, pemerintah belum merinci secara terbuka nama ke-14 lokasi tersebut sebagai daftar lengkap tempat berjualan baru. Karena itu, informasi yang sudah dapat dipastikan saat ini adalah Jalan Ahmad Dahlan, Jalan Pahlawan, serta sejumlah area di sekitar Simpang Lima.

Penyebutan 14 lokasi tersebut merujuk pada rencana penataan UMKM dan PKL di venue MTQ. Daftar titik berjualan secara terperinci masih menunggu pengaturan lebih lanjut dari Dinas Perdagangan.

MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung di Kota Semarang pada September mendatang. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyebut rangkaian kegiatan dimulai dengan Malam Ta’aruf pada 11 September dan Pawai Ta’aruf pada 12 September pagi.

Upacara pembukaan dijadwalkan berlangsung pada 12 September malam di Lapangan Simpang Lima. Sementara itu, acara penutupan direncanakan digelar pada 19 September di lokasi yang sama.

Persiapan venue Simpang Lima sendiri telah dimulai sejak 18 Agustus 2026. Kawasan tersebut dikosongkan dari berbagai kegiatan lain agar proses penataan untuk MTQ dapat berjalan maksimal.

Pemerintah Jawa Tengah menyebut persiapan MTQ Nasional 2026 telah mencapai sekitar 90 persen pada pertengahan Agustus. Selain venue, kesiapan transportasi, keamanan, kesehatan, akomodasi, serta pendamping kafilah juga terus dimatangkan.

MTQ Nasional kali ini akan menghadirkan kafilah dari berbagai provinsi di Indonesia. Pawai Ta’aruf bahkan akan diikuti kafilah dari 38 provinsi serta peserta dari kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Dengan kondisi tersebut, penataan PKL menjadi bagian penting dalam persiapan Kota Semarang sebagai tuan rumah. Pemerintah berupaya menjaga keamanan venue tanpa menghentikan aktivitas ekonomi masyarakat.

Bagi pedagang, pengalihan lokasi menjadi langkah sementara selama kawasan utama digunakan untuk kegiatan MTQ. Pemerintah diharapkan segera menyampaikan rincian 14 lokasi penempatan agar para PKL memiliki kepastian tempat berjualan.

Sterilisasi Simpang Lima juga menjadi bagian dari upaya memastikan pelaksanaan MTQ berjalan tertib dan aman. Di sisi lain, keberadaan lokasi alternatif membuat PKL tetap memiliki ruang untuk melayani masyarakat dan peserta selama perhelatan nasional tersebut. (mdr)

Berita Sebelumnya
LG UltraGear G6

LG UltraGear G6 27G640A-B: Layar Tajam Bikin Pengalaman Gaming Makin Imersif