BANYUMASEKSPRES.ID, Calon pendaftar Beasiswa LPDP kini memiliki pilihan baru dalam memenuhi persyaratan kemampuan bahasa Inggris. Mulai seleksi LPDP Tahap II Juli 2026, hasil Duolingo English Test (DET) resmi diterima sebagai salah satu sertifikat bahasa untuk program studi luar negeri.
Kebijakan tersebut memberikan kemudahan bagi peserta yang selama ini memilih Duolingo karena lebih praktis dan ekonomis. Tes ini juga dapat diikuti secara daring sehingga lebih mudah diakses dari berbagai daerah di Indonesia.
Meski demikian, LPDP tetap menetapkan standar nilai minimum yang harus dipenuhi setiap pelamar. Ketentuan skor disesuaikan dengan jenjang pendidikan dan jalur beasiswa yang dipilih.
Perubahan aturan tersebut diumumkan bersamaan dengan pembukaan pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 30 Juni hingga 31 Juli 2026 sesuai jadwal resmi yang telah ditetapkan.
Sebelumnya LPDP hanya menerima beberapa sertifikat kemampuan bahasa Inggris seperti TOEFL iBT, IELTS, dan PTE Academic. Kini Duolingo English Test menjadi alternatif resmi yang dapat digunakan untuk memenuhi syarat pendaftaran beasiswa luar negeri.
Penambahan pilihan sertifikat ini memberikan fleksibilitas lebih besar kepada calon mahasiswa Indonesia. Selain itu, hasil Duolingo juga telah diterima oleh banyak universitas di berbagai negara tujuan studi.
Ketentuan Skor Minimal Duolingo
Untuk pelamar program Magister Luar Negeri reguler yang belum memiliki Letter of Acceptance (LoA) Unconditional, LPDP menetapkan skor minimal Duolingo sebesar 120. Nilai tersebut menjadi batas minimal agar persyaratan administrasi dapat dipenuhi.
Sementara itu, pelamar program Doktor Luar Negeri reguler diwajibkan memiliki skor minimal 130. Persyaratan tersebut berlaku sebagai alternatif selain menggunakan TOEFL iBT, IELTS, maupun PTE Academic.
Pada beberapa jalur afirmasi, LPDP menerapkan ketentuan skor yang dapat berbeda sesuai kategori peserta. Karena itu, setiap pelamar disarankan mempelajari buku panduan resmi sebelum mengirimkan berkas pendaftaran.
Pemilik LoA Mendapat Kemudahan
LPDP juga memberikan keringanan bagi peserta yang telah mengantongi LoA Unconditional dari perguruan tinggi tujuan. Dalam kondisi tertentu sesuai aturan yang berlaku, pelamar tidak lagi diwajibkan melampirkan sertifikat kemampuan bahasa Inggris.
Kebijakan tersebut bertujuan menyederhanakan proses administrasi bagi peserta yang telah memenuhi persyaratan akademik universitas tujuan. Dengan demikian, proses pendaftaran menjadi lebih efisien.
Duolingo English Test semakin diminati karena seluruh proses ujian dilakukan secara online. Peserta dapat mengikuti tes tanpa harus datang ke lokasi penyelenggara.
Biaya ujian juga relatif lebih terjangkau dibandingkan beberapa tes bahasa Inggris internasional lainnya. Selain itu, hasil tes biasanya tersedia dalam waktu singkat sehingga membantu peserta mengejar batas waktu pendaftaran.
Kemudahan tersebut membuat Duolingo menjadi salah satu pilihan utama calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri. Popularitasnya terus meningkat seiring semakin banyaknya kampus internasional yang menerima hasil tes tersebut.
Hal yang Harus Diperhatikan Pelamar LPDP
Meskipun Duolingo telah diakui LPDP, sertifikat yang digunakan tetap harus berada dalam masa berlaku. Sertifikat yang sudah kedaluwarsa tidak dapat digunakan sebagai syarat administrasi.
Pelamar juga harus memastikan skor yang diperoleh telah memenuhi ketentuan program beasiswa yang dipilih. Nilai yang berada di bawah batas minimal akan membuat persyaratan tidak terpenuhi.
Selain kemampuan bahasa Inggris, LPDP tetap menilai berbagai aspek lain selama proses seleksi. Dokumen akademik, esai, rekam jejak, wawancara, serta komitmen untuk berkontribusi kepada Indonesia setelah menyelesaikan studi tetap menjadi bagian penting dalam penilaian.
Diakuinya Duolingo English Test menjadi salah satu perubahan penting dalam kebijakan LPDP tahun 2026. Langkah ini membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat Indonesia untuk mengikuti seleksi beasiswa luar negeri.
Semakin banyak pilihan sertifikat bahasa Inggris diharapkan dapat mempermudah proses persiapan para pelamar. Kebijakan tersebut juga diharapkan mendorong lahirnya lebih banyak penerima Beasiswa LPDP yang mampu menempuh pendidikan di berbagai universitas terbaik dunia.














