Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Damkar Purbalingga Evakuasi Cincin Tersangkut di Jari Warga, Berhasil Dilepas dalam 15 Menit

Jari Membengkak, Cincin Tak Bisa LepasJari Membengkak, Cincin Tak Bisa Lepas
PENANGANAN: Petugas Pos Damkar Purbalingga mengevakuasi cincin yang tersangkut di jari kelingking warga Kelurahan Kandanggampang, Rabu (10/6/2026)

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Dalam upaya menjaga keselamatan masyarakat, Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kabupaten Purbalingga kembali melakukan evakuasi terkait cincin yang tersangkut di jari seorang warga.

Kejadian ini menjadi yang kedua dalam waktu dua hari terakhir, menegaskan peran penting Pos Damkar Purbalingga dalam memberikan bantuan darurat kepada masyarakat.

Kali ini, warga yang meminta bantuan adalah Septian Maulana, seorang penduduk Kelurahan Kandanggampang RT 1 RW 2 di Kecamatan Purbalingga.

Ia mendatangi Pos Damkar Purbalingga setelah mengalami kesulitan untuk melepaskan cincin yang terpasang di jari kelingkingnya.

Menurut Turyono, petugas dari Pos Damkar Purbalingga, Septian telah melakukan berbagai upaya untuk melepaskan cincin tersebut secara mandiri namun semua usaha tersebut tidak membuahkan hasil.

“Warga mendatangi Pos Damkar Purbalingga guna meminta bantuan evakuasi cincin pada jari tangan,” ungkap Turyono kepada awak media pada Rabu (10/6/2026).

Situasi ini semakin mendesak karena cincin yang melingkar di jari kelingking korban terlalu lama menyebabkan pembengkakan akibat terganggunya aliran darah.

“Cincin yang terpasang di jari kelingking tak bisa dilepas. Karena kesulitan melepaskan sendiri akhirnya datang ke Pos Damkar Purbalingga untuk meminta bantuan kami,” jelasnya lebih lanjut.

Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peran layanan darurat dalam membantu masyarakat menghadapi situasi tak terduga seperti ini.

Untuk menangani masalah tersebut, petugas memutuskan untuk melakukan evakuasi dengan menggunakan gerinda mini.

Sebelum proses pemotongan dilakukan, petugas mempersiapkan langkah-langkah keselamatan dengan memasang pelindung logam tipis di antara cincin dan kulit jari korban.

Hal ini bertujuan untuk mencegah cedera yang mungkin terjadi selama proses pemotongan berlangsung.

Selama proses pemotongan cincin, petugas juga mengalirkan air secara terus-menerus guna mengurangi panas akibat gesekan gerinda.

Langkah ini sangat penting agar proses evakuasi dapat berjalan dengan aman dan lancar tanpa menimbulkan luka pada korban.

Setelah melalui proses penanganan yang berlangsung sekitar 15 menit, cincin akhirnya berhasil dipotong dan dilepaskan dari jari Septian Maulana tanpa menimbulkan cedera sedikit pun.

“Alhamdulillah, cincin berhasil dilepas dan warga tersebut tidak mengalami cedera,” tambah Turyono dengan nada lega.

Menariknya, sebelumnya Pos Damkar Purbalingga juga menangani kasus serupa yang dialami oleh seorang warga Kecamatan Kejobong hanya sehari sebelum insiden ini terjadi.

Dalam rentang waktu singkat tersebut, petugas telah melakukan dua kali evakuasi cincin tersangkut pada jari warga, menunjukkan betapa seringnya kejadian semacam ini dapat terjadi di kalangan masyarakat.

Kejadian-kejadian seperti ini menyoroti pentingnya kesadaran masyarakat mengenai potensi bahaya dari penggunaan aksesori seperti cincin terutama jika dikenakan terlalu lama atau dalam keadaan tertentu.

Banyak orang mungkin tidak menyadari bahwa penggunaan cincin bisa berisiko jika tidak diperhatikan dengan baik, khususnya bagi mereka yang memiliki kondisi medis tertentu atau mengalami pembengkakan pada jari.

Dalam konteks ini, edukasi mengenai cara yang tepat untuk mengenakan dan melepas cincin menjadi sangat relevan.

Masyarakat perlu diberikan informasi tentang tanda-tanda bahwa cincin sudah terlalu ketat dan harus segera dilepaskan sebelum menyebabkan masalah lebih serius.

Sementara itu, peran Pos Damkar Purbalingga sebagai institusi yang siap siaga dalam menjalankan tugas kemanusiaan sangat krusial.

Mereka tidak hanya berfungsi sebagai pemadam kebakaran tetapi juga sebagai garda terdepan dalam menangani berbagai macam kejadian darurat lainnya.

Melihat kesiapan mereka dalam menghadapi situasi seperti ini patut mendapatkan apresiasi dari masyarakat.

Dengan adanya kejadian-kejadian seperti ini, penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa setiap tindakan pencegahan dapat membuat perbedaan besar dalam menjaga kesehatan dan keselamatan diri sendiri serta orang lain. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Ramai Ramai Beralih ke Pertalite

Pertamax Naik Drastis, Warga Banyumas Pilih Pertalite untuk Hemat Biaya

Berita Selanjutnya
Bantuan Beras 10 Kg Mulai Juli

Pemerintah Perpanjang Bantuan Beras 10 Kg untuk 33,2 Juta Keluarga Mulai Juli 2026