Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Kyai Ma’muri Soroti Pentingnya Pendidikan Karakter dan Bakti kepada Orang Tua

Kyai Ma’muri Tekankan Pendidikan Berbasis AkhlakKyai Ma’muri Tekankan Pendidikan Berbasis Akhlak
PENGAJIAN: Pengasuh Pondok Pesantren Bilingual Annahdliyah 5 Gombong, Kyai Ma'muri mengisi pengajian di Desa Tunjungseto, Kecamatan Sempor, Rabu (10/6)

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Dalam sebuah pengajian rutin yang diadakan oleh PAC Muslimat NU Sempor di Mushala Chomsatul Azzam, Grumbul Karangwatu, Desa Tunjungseto, Kecamatan Sempor, pada Rabu (10/6), pengasuh Pondok Pesantren Bilingual Annahdliyah 5 Gombong, Kyai Ma’muri, menyampaikan pesan penting kepada para orang tua.

Ia mengajak mereka untuk lebih memperhatikan pendidikan anak-anak mereka.

Menurutnya, pendidikan adalah warisan berharga yang dapat diberikan oleh orang tua kepada anak-anak mereka.

Kyai Ma’muri menekankan bahwa di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks ini, orang tua harus berhati-hati dalam memilih tempat pendidikan bagi anak-anak mereka.

Ia menyampaikan keprihatinan atas banyaknya orang tua yang mungkin terjebak dalam pandangan sempit mengenai keberhasilan pendidikan.

“Jangan sampai kita menyekolahkan anak sampai tinggi, berhasil dalam kariernya, tetapi setelah sukses justru lupa kepada orang tua, tidak mau berterima kasih, bahkan tidak mendoakan orang tuanya,” ujarnya dengan tegas di hadapan jamaah.

Poin penting dari penjelasan Kyai Ma’muri adalah bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik dan pekerjaan semata.

Lebih dari itu, ia menyatakan bahwa ukuran keberhasilan pendidikan juga harus meliputi akhlak dan karakter anak serta bakti mereka kepada kedua orang tua.

Dalam pandangannya, pendidikan yang baik adalah pendidikan yang mampu membentuk pribadi yang tidak hanya pintar secara intelektual tetapi juga memiliki moral dan etika yang baik.

Dalam konteks ini, Kyai Ma’muri mengajak seluruh kader Muslimat NU Sempor untuk bersama-sama memperkuat Jam’iyyah NU melalui jalur pendidikan.

Ia meminta mereka untuk memprioritaskan putra-putri mereka agar bersekolah di lembaga pendidikan di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU. Ini mencakup pendidikan dari tingkat dasar hingga menengah atas.

Menyadari bahwa saat ini belum ada SMA atau SMK Ma’arif di wilayah Kecamatan Sempor, Kyai Ma’muri memperkenalkan SMK Ma’arif 5 Gombong sebagai salah satu alternatif pendidikan yang dapat dipilih oleh kader NU.

“Kita ingin anak-anak kita tidak hanya sukses secara akademik dan profesi, tetapi juga menjadi generasi yang saleh, salehah, berakhlak mulia, dan selalu berbakti kepada orang tua,” tambahnya.

Pendidikan bukan hanya sekadar tempat untuk mendapatkan ilmu pengetahuan atau keterampilan.

Lebih dari itu, pendidikan harus menjadi sarana untuk membentuk karakter dan moral generasi penerus bangsa.

Dalam pandangan Kyai Ma’muri, keterhubungan antara pendidikan formal dan nilai-nilai agama sangatlah penting.

Oleh karena itu, memilih sekolah yang tidak hanya fokus pada aspek akademik tetapi juga pada pembentukan karakter menjadi suatu keharusan bagi setiap orang tua.

Sementara itu, pengajian rutin PAC Muslimat NU Sempor ini tidak hanya menjadi ajang bagi para orang tua untuk mendengarkan nasihat dari Kyai Ma’muri tetapi juga sebagai wadah bagi mereka untuk saling berbagi pengalaman dalam mendidik anak-anak.

Interaksi antar sesama orang tua dalam forum tersebut memberikan kesempatan untuk saling belajar dan memahami tantangan serta solusi dalam proses pendidikan anak.

Rasa tanggung jawab dalam mendidik anak sangatlah besar. Setiap orang tua memiliki peranan penting dalam menentukan masa depan anak-anak mereka.

Dengan memberikan pendidikan yang baik dan berkualitas, orang tua turut berkontribusi dalam menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga memiliki budi pekerti yang luhur. (cah/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Bansos Bakal Full Tunai

Tak Lagi Bantuan Barang, Pemerintah Akan Salurkan Bansos Lewat Transfer Tunai

Berita Selanjutnya
46 Puskesmas Bersiap Hadapi Reakreditasi

Dinkes Purbalingga Siapkan 46 Puskesmas untuk Reakreditasi 2028 Melalui Workshop Mutu