Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Talud Rumah Warga di Sempor Kebumen Longsor Akibat Hujan Lebat

Longsor Ancam Rumah Warga SemporLongsor Ancam Rumah Warga Sempor
LONGSOR: Hujan deras memicu longsor di Dukuh Muntang RT 01 RW 03 Desa Kedungwringin, Kecamatan Sempor

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Intensitas hujan yang masih tinggi dalam beberapa hari terakhir telah menyebabkan terjadinya bencana longsor di Desa Kedungwringin, Kecamatan Sempor.

Meski tidak ada korban jiwa atau luka dalam insiden ini, kerusakan pada rumah warga tetap menjadi perhatian serius.

Hal ini terjadi setelah talud atau sender milik warga setempat, Suyatno (58), mengalami longsor pada Jumat (6/2) sekitar pukul 15.30 WIB.

Longsoran tersebut memiliki dimensi cukup mengkhawatirkan dengan panjang sekitar 10 meter, lebar 1 meter, dan tinggi kurang lebih 4 meter.

Lokasi yang terkena dampak dihuni oleh dua kepala keluarga dengan total sembilan jiwa yang kini harus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman lanjutan dari bencana alam ini.

Menurut keterangan Bako Humas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen, Heri Purwoto, longsor terjadi akibat kondisi tanah yang labil ditambah curah hujan dengan intensitas tinggi.

“Longsor terjadi karena kondisi tanah yang labil serta curah hujan dengan intensitas tinggi,” ujar Heri Purwoto ketika diwawancarai pada Minggu (8/2).

Meski tidak ada korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi akibat peristiwa ini, kondisi talud yang longsor berpotensi membahayakan apabila terjadi hujan susulan.

Sebagai langkah tanggap darurat untuk menindaklanjuti kejadian ini, BPBD Kebumen telah mengambil tindakan cepat dengan melakukan kerja bakti bersama warga sekitar.

Selain itu, koordinasi erat dengan pemerintah desa setempat juga dilakukan untuk memastikan setiap langkah penanganan berjalan optimal.

BPBD juga memberikan imbauan kepada pemilik rumah agar tetap waspada dan berhati-hati.

Kebutuhan logistik untuk mendukung kegiatan kerja bakti sudah disalurkan oleh BPBD Kebumen demi memastikan tidak ada hambatan dalam proses pemulihan kondisi lingkungan pasca-longsor.

“Kami telah menyalurkan kebutuhan logistik untuk kegiatan kerja bakti,” jelas Heri Purwoto.

Di saat yang sama, Heri juga mengingatkan masyarakat, terutama mereka yang tinggal di wilayah rawan longsor, agar tetap berjaga-jaga terhadap potensi bencana hidrometeorologi lainnya, khususnya ketika terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.

Kewaspadaan harus selalu terjaga agar bisa segera melaporkan kondisi darurat kepada pihak berwenang jika situasi memburuk.

Ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor memang menjadi momok bagi banyak daerah di Indonesia selama musim hujan.

Terkait hal ini, penting bagi masyarakat untuk memahami risiko dan upaya mitigasi guna mencegah dampak buruk dari kejadian serupa di masa depan.

Dengan adanya upaya cepat dari BPBD dan kesadaran masyarakat dalam menghadapi bencana ini, diharapkan risiko kerusakan lebih lanjut dapat diminimalisir sehingga keselamatan warga tetap terjaga.

Pemerintah dan berbagai lembaga terkait terus bersinergi untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya kesiapsiagaan menghadapi segala potensi bencana alam.

Upaya edukasi ini mencakup sosialisasi mengenai tanda-tanda awal terjadinya longsor serta cara-cara aman untuk evakuasi mandiri apabila situasi mendesak.

Dengan begitu, setiap individu memiliki pengetahuan dasar tentang langkah-langkah keselamatan yang perlu dilakukan saat menghadapi situasi darurat seperti ini. (cah/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Material Jembatan Darurat Mulai Diganti

Pascabanjir Bandang, Pemkab Purbalingga Ganti Material Jembatan Darurat

Berita Selanjutnya
Produksi Air Bersih Naik 77 Persen

IPA Maos Resmi Beroperasi, Kapasitas Air Bersih Cilacap Naik Jadi 77 persen