Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Tangis Haru Iringi Keberangkatan Ratusan Jemaah Haji Banjarnegara ke Tanah Suci

Tangis Haru Iringi Keberangkatan Jemaah HajiTangis Haru Iringi Keberangkatan Jemaah Haji
JAMAAH HAJI: Pelepasan jemaah haji asal Banjarnegara dari Pendopo Dipayudha diiringi tangis haru dan doa dari para pengantar

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Suasana haru menyelimuti Pendopo Dipayuda Banjarnegara ketika ratusan calon jemaah haji (calhaj) diberangkatkan menuju Asrama Haji Donohudan, Boyolali.

Isak tangis dan pelukan hangat dari keluarga mengiringi langkah para calhaj yang akan menjalani salah satu rukun Islam yang paling diidam-idamkan oleh umat Muslim yaitu ibadah haji.

Sejak siang hari, halaman pendopo sudah dipenuhi oleh keluarga jemaah yang datang dari berbagai kecamatan di Banjarnegara, semua ingin memberikan dukungan terakhir sebelum mereka berangkat ke Tanah Suci.

Keberangkatan ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan juga perjalanan spiritual yang sangat dinanti-nantikan oleh para jemaah dan keluarganya.

Di tengah keramaian dan kesibukan, terlihat Tarwiyah, seorang warga Banjarmangu, dengan mata berkaca-kaca saat melepas adik dan keponakannya menuju Mekkah.

“Bahagia sekali akhirnya adik dan keponakan saya bisa berangkat haji. Semoga ibadahnya lancar, sehat sampai pulang lagi ke Indonesia dan menjadi haji yang mabrur,” ujarnya sambil menahan haru.

Keluarga Tarwiyah tidak hanya hadir sebagai pengantar, tetapi juga sebagai sumber semangat bagi kedua calhaj tersebut.

Mereka telah menantikan momen berharga ini selama bertahun-tahun, sehingga setiap detik menjelang keberangkatan dipenuhi dengan harapan dan doa tulus dari orang-orang terkasih.

Edi, seorang jemaah yang juga menghadiri prosesi pelepasan tersebut, mencurahkan perasaannya ketika melepas sang ibu menuju Tanah Suci.

Air matanya tak tertahan saat bus mulai bergerak meninggalkan halaman pendopo.

“Saya nangis terharu, bahagia karena akhirnya ibu saya bisa berangkat haji. Semoga ibadahnya lancar, sehat sampai pulang lagi ke Indonesia dan menjadi haji yang mabrur,” ungkap Edi dengan suara terbata-bata.

Keberangkatan calon jemaah haji asal Banjarnegara dilakukan secara bertahap dalam empat kelompok terbang (kloter).

Kloter pertama adalah Kloter 69 yang terdiri dari 59 jemaah diberangkatkan lebih awal menuju Asrama Haji Donohudan.

Setelah itu, Kloter 70 dengan jumlah 354 jemaah diberangkatkan Kamis dini hari; Kloter 71 yang terdiri dari 352 jemaah berangkat pada Kamis siang; dan Kloter terakhir, Kloter 72 dengan jumlah 287 jemaah berangkat pada malam hari Kamis.

Acara pelepasan ini juga dihadiri oleh Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, serta jajaran pemerintah daerah lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Amalia meminta kepada para calhaj untuk mendoakan agar Banjarnegara dijauhkan dari bencana serta menjadi daerah yang semakin maju dan sejahtera.

“Saya berharap seluruh jemaah haji Banjarnegara tahun ini diberikan kelancaran dalam menjalankan ibadah mereka, kembali dengan sehat dan menjadi haji yang mabrur,” tutupnya dengan penuh harapan.

Sementara itu di Banyumas, proses pemberangkatan jemaah haji kloter 72 dan 73 juga telah dimulai menuju Asrama Haji Donohudan.

Namun terjadi kejadian tak terduga saat satu jemaah laki-laki asal Patikraja dalam kloter 73 harus diberangkatkan lebih awal menggunakan kereta api karena mengalami flu.

Imron Fuadi selaku Pelaksana Pelayanan Haji dari Kantor Kemenhaj Banyumas menjelaskan bahwa jemaah tersebut bersama istrinya telah dijemput di stasiun kereta api dan tiba lebih awal di Solo untuk menjaga kesehatan jemaah lainnya selama perjalanan.

“Informasi dari KBIHU menyatakan bahwa dia dalam kondisi flu,” pungkas Sito Hatmoko selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Banyumas menambahkan pentingnya menjaga kesehatan seluruh jemaah.

Tak hanya itu saja, satu jemaah perempuan asal Kedungbanteng juga harus dipulangkan kembali ke Banyumas karena mengalami penurunan daya ingat atau demensia.

Jemaah berusia 83 tahun tersebut tergabung dalam Kloter 73 tetapi dinyatakan tidak layak terbang oleh tim kesehatan di Asrama Haji Donohudan akibat kondisinya yang kurang baik.

Ketua Tim Kerja Surveilans dan Imunisasi Dinkes Kabupaten Banyumas, Achmad Chairul Hamdi mengungkapkan bahwa keberangkatan jemaah tersebut dilakukan tanpa pendampingan keluarga.

“Jemaah ini berangkat tanpa pendampingan sehingga kami memutuskan untuk memulangkan dia kembali ke Banyumas,” jelas Hamdi dengan nada serius.

Dia memastikan bahwa tim kesehatan telah disiagakan dengan baik untuk melayani setiap kebutuhan calon jemaah haji dalam berbagai kondisi kesehatan mereka.

Tim medis ditempatkan di sejumlah titik seperti GOR Satria hingga Kecamatan Sumpiuh untuk memeriksa kesehatan sopir bus serta kru sebelum keberangkatan agar perjalanan dapat berjalan aman dan lancar.

Pentingnya kondisi kesehatan sopir dan kru bus juga menjadi perhatian utama agar perjalanan para calhaj tidak terganggu oleh masalah kesehatan.

Jika terdapat sopir atau kru yang tidak fit maka hal ini dapat menghambat perjalanan menuju Donohudan.

Dinas Kesehatan Banyumas bahkan menyiapkan tim ambulans yang akan mengawal perjalanan para calhaj menuju Asrama Haji Donohudan.

Ambulans ini tidak hanya disiapkan untuk membawa pulang para jemaah yang dinyatakan tidak layak terbang setelah tiba di asrama haji tetapi juga sebagai langkah antisipasi jika terjadi keadaan darurat selama perjalanan.

Untuk Kloter 72 misalnya, satu tim ambulans beserta tenaga kesehatan disiapkan di masing-masing dua bus agar para calhaj merasa tenang selama perjalanan mereka menuju Asrama Haji Donohudan.

Sedangkan untuk Kloter 73 hingga Kloter 75 yang merupakan kloter penuh dengan sembilan bus masing-masing dikawal oleh tiga tim ambulans agar keselamatan para calon haji tetap terjaga.

“Untuk nakes di bus kloter penuh disiapkan lima nakes di lima bus sementara empat bus lainnya akan mengambil satu nakes dari tim ambulans,” pungkas petugas kesehatan tersebut menjelaskan kesiapan tim medis dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

Dengan semangat persatuan dan harapan akan keselamatan serta kelancaran ibadah haji bagi seluruh calon jamaah haji Banjarnegara maupun Banyumas, prosesi pemberangkatan ini menunjukkan betapa besar cinta masyarakat terhadap tradisi ibadah suci ini serta harapan mereka akan masa depan yang lebih baik bagi daerah tercinta mereka. (jud/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Guru Bahasa Inggris SMP Berlebih

Banyumas Kelebihan Guru Bahasa Inggris SMP, Tapi Kekurangan Ribuan Guru ASN

Berita Selanjutnya
Stadion Satria Jadi Tuan Rumah Liga

Stadion Gelora Satria Purwokerto Resmi Jadi Venue Liga 4 Piala Presiden 2026