BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Malam tarawih di Pendapa Dipayudha bukan sekadar pembuka rangkaian Tarawih Silaturahmi (Tarhim) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Banjarnegara.
Kehadiran jajaran Forkopimda, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh agama, serta masyarakat setempat menjadi bagian penting dari acara ini.
Pada kesempatan istimewa ini, Bupati Banjarnegara, dr Amalia Desiana, menandai satu tahun masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Wakhid Jumali.
Momen tersebut tidak hanya dijadikan ajang perayaan, tetapi juga sebagai waktu untuk merenungkan langkah-langkah yang telah diambil serta menentukan arah kebijakan yang akan datang.
“Hari ini tepat satu tahun kami memimpin. Kami tidak ingin semuanya hanya berdasarkan angka,” ungkap Amalia dalam sambutannya pada Sabtu, 21 Februari 2026.
Ia menambahkan bahwa angka kemiskinan dan pengangguran bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan pemerintahan.
“Yang terpenting adalah apa yang benar-benar dirasakan dan diharapkan masyarakat Banjarnegara,” tegasnya.
Refleksi ini menjadi sangat relevan dalam konteks pembangunan daerah, di mana Bupati Amalia menyoroti pentingnya dampak nyata dari setiap kebijakan yang diterapkan.
“Kami ingin pembangunan dan perjuangan kita semua benar-benar bermanfaat dan ada bekasnya. Semoga lima tahun masa jabatan ini bisa meninggalkan sesuatu yang dapat dinikmati anak cucu kelak,” ujarnya dengan penuh harapan.
Acara Tarhim perdana ini diawali dengan doa bersama dan buka puasa, dilanjutkan dengan salat Isya dan tarawih berjamaah.
Doa dipimpin oleh Sugeng Mulyadi, sedangkan siraman rohani disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Banjarnegara, Sukarno.
Dalam tausiyahnya, Sukarno mengajak semua pihak untuk memanfaatkan bulan Ramadan sebagai momen memperkuat sinergi dalam masyarakat.
“Ramadan ini momentum memperbaiki diri sekaligus memperkuat kebersamaan. Pemerintah dan masyarakat harus berjalan bersama, apalagi dalam menjalankan amanah,” tuturnya.
Suasana acara berlangsung khidmat dan penuh kekhidmatan, namun nuansa reflektif terasa kuat karena bertepatan dengan satu tahun kepemimpinan bupati dan wakil bupati.
Pemkab Banjarnegara merencanakan agar kegiatan Tarhim berlanjut ke desa-desa dan kecamatan mulai Senin, 23 Februari 2026.
Kegiatan ini akan dibagi dalam enam tim yang dipimpin oleh bupati, wakil bupati, sekretaris daerah (sekda), serta tiga staf ahli lainnya.
Melalui agenda keliling tersebut, pemerintah daerah berupaya memperluas ruang dialog selama bulan Ramadan.
Bagi Bupati Amalia, silaturahmi bukan sekadar seremoni belaka; lebih dari itu, hal ini merupakan cara untuk mendengar langsung suara warga di tahun kedua masa kepemimpinannya.
Kegiatan Tarawih Silaturahmi di Pendapa Dipayudha mencerminkan komitmen Pemkab Banjarnegara untuk terus berusaha menjadikan masyarakat sebagai pusat perhatian dalam setiap kebijakan yang diambil. (jud/stch/dda)
















