Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Getaran Misterius di Banjarnegara Tak Terdeteksi, BMKG Pasang Seismograf Portabel

Getaran Misterius Tak Terekam SensorGetaran Misterius Tak Terekam Sensor

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Warga Desa Bantar, yang terletak di Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara, mengalami momen cemas pada Selasa, 17 Februari 2026.

Mereka merasakan getaran disertai suara dentuman, peristiwa yang kemudian dikategorikan sebagai gempa lokal.

Namun, anehnya kejadian ini tidak terekam oleh alat sensor milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Hal ini menjadi perhatian bagi banyak pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara, Aji Piluroso, menyatakan bahwa pihaknya segera melakukan evaluasi bersama dengan BMKG, unsur kecamatan, serta pemerintah desa untuk menyelidiki fenomena tersebut.

“Berdasarkan laporan dari pemerintah desa dan keterangan warga, getaran dirasakan beberapa kali pada Selasa. Tapi tidak ada dampak pada rumah maupun fasilitas lainnya,” ungkap Aji dalam konferensi pers pada Kamis, 19 Februari 2026.

Salah satu isu yang beredar di kalangan masyarakat adalah laporan mengenai kerusakan rumah akibat getaran tersebut.

Namun Aji menegaskan bahwa informasi tersebut tidak terkait dengan kejadian terbaru ini.

Ia mengklarifikasi bahwa kerusakan yang dilaporkan merupakan insiden lama yang terjadi pada tahun 2022.

“Ada 22 rumah yang sudah diajukan untuk direlokasi,” ujarnya menambahkan.

Dalam analisis yang dilakukan oleh BPBD, fenomena getaran tersebut diduga berasal dari aktivitas patahan batuan di bawah permukaan tanah.

Wilayah Desa Bantar sendiri berada di daerah perbukitan yang secara geologis tersusun atas Formasi Rambatan dan bertumpang tindih dengan Formasi Gunungapi Jembangan.

Kawasan ini dikenal memiliki banyak sesar aktif yang berpotensi menyebabkan getaran lokal.

“Karena sifatnya sangat lokal dan energinya sebagian teredam oleh lapisan batuan di atasnya, getaran ini tidak terekam oleh sensor seismik seperti halnya gempa tektonik atau vulkanik yang biasa terjadi,” jelas Aji lebih lanjut.

Penjelasan ini memberikan gambaran tentang kompleksitas geologis area tersebut dan bagaimana hal itu dapat mempengaruhi deteksi gempa.

Meskipun tidak menimbulkan kerusakan fisik pada bangunan atau infrastruktur lainnya, BPBD tetap mengingatkan masyarakat mengenai kemungkinan adanya gempa susulan.

Curah hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir juga diduga berkontribusi terhadap pelepasan energi akibat tekanan air yang masuk ke dalam pori-pori tanah dan batuan. Situasi ini menjadi perhatian khusus bagi pihak berwenang.

Sebagai langkah proaktif dalam menghadapi situasi ini, BMKG telah memasang seismograf portabel di tiga titik strategis.

Lokasi pemasangan alat deteksi ini meliputi SDN 1 Bantar, rumah kepala desa Eko Purwanto, serta Dusun Jemblang di Desa Kubang.

Pemasangan alat ini bertujuan agar setiap getaran berikutnya dapat terekam dan dianalisis lebih lanjut untuk memberikan informasi akurat kepada masyarakat.

Kepala Desa Bantar Eko Purwanto juga menanggapi situasi ini dengan serius.

Ia mengatakan bahwa getaran paling terasa terjadi pada sore hari dan setelah itu malam harinya tidak ada lagi kejadian serupa.

“Namun warga masih merasa waswas,” katanya saat ditemui di lokasi acara peninjauan oleh tim BPBD dan BMKG.

Ia menambahkan bahwa getaran hanya dirasakan oleh warga di Dusun 1 saja.

Dengan adanya pemasangan alat deteksi tersebut, Eko berharap bisa memberikan kepastian ilmiah jika peristiwa serupa kembali terjadi di masa mendatang.

BPBD juga mengimbau kepada seluruh warga untuk tetap tenang tetapi waspada terhadap kondisi sekitar mereka.

Jika terdapat tanda-tanda seperti rekahan tanah, amblasan tanah atau kerusakan bangunan baru muncul pasca-getaran tersebut, masyarakat diminta untuk segera melapor kepada pemerintah desa agar bisa ditindaklanjuti dengan cepat.

Kondisi ini menjadi pengingat penting akan risiko bencana alam di wilayah perbukitan seperti Banjarnegara. (jud/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Banyak penerima kini mencari informasi terbaru terkait jadwal pencairan PKH 2026, besaran bantuan, serta cara cek bansos PKH

PKH Ramadan 2026 Cair Februari–Maret, Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya

Berita Selanjutnya
Lima Pengemudi Bajaj Tak Bisa Bayar Pajak

BPKB dan STNK Tak Kunjung Terbit, Pengemudi Bajaj Banyumas Terancam Tak Bisa Bayar Pajak