BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Tiga orang pekerja nyaris pingsan setelah mengalami sesak dan lemas saat menguras sebuah sumur di Dukuh Karang Gamblok, Desa/Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Rabu (2/9/2026).
Peristiwa tersebut terjadi ketika ketiga pekerja sedang melakukan aktivitas menguras sumur.
Mereka adalah Wibowo (36), Suherman (40), dan Suratno (70). Ketiganya memiliki tugas berbeda dalam proses pekerjaan tersebut.
Informasi mengenai kejadian itu disampaikan oleh Bako Humas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen, Heri Purwoto.
Menurutnya, situasi berubah menjadi kepanikan ketika salah seorang pekerja yang berada di dasar sumur mulai mengalami kesulitan bernapas.
Dalam pekerjaan tersebut, Wibowo yang berusia 36 tahun bertugas berada di dalam sumur untuk melakukan pengurasan.
Sementara Suherman dan Suratno berada di atas untuk membantu memegang tali sekaligus menjaga mesin diesel yang digunakan dalam pekerjaan.
Saat pekerjaan berlangsung, Wibowo tiba-tiba mulai kehabisan napas. Kondisinya kemudian melemah hingga meminta pertolongan kepada dua rekannya yang berada di atas sumur.
Melihat kondisi Wibowo, Suherman dan Suratno berusaha memberikan bantuan.
Namun, upaya pertolongan tersebut justru membuat situasi semakin panik karena keduanya juga mengalami kondisi yang mengkhawatirkan.
Mereka kemudian berteriak meminta pertolongan. Warga dan perangkat desa yang mengetahui kejadian tersebut segera melakukan pelaporan kepada BPBD Kabupaten Kebumen.
Dugaan sementara, kondisi lemas yang dialami para pekerja berkaitan dengan gas atau kondisi udara di dalam sumur.
Namun, berdasarkan informasi yang tersedia, penyebab pasti kejadian tersebut masih belum dijelaskan secara rinci.
Setelah menerima laporan dari perangkat Desa Pejagoan, BPBD Kabupaten Kebumen segera mengirimkan tim untuk melakukan proses evakuasi dan pertolongan.
Heri Purwoto mengatakan tim rescue langsung menuju lokasi kejadian untuk menangani kondisi darurat tersebut.
“Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD mengirikan Tim Rescue PD TW 0902 1510 G menuju LKP,” ujar Heri, Kamis (3/9/2026).
Tim yang datang ke lokasi kemudian melakukan proses evakuasi terhadap Wibowo yang berada di dasar sumur.
Petugas juga berupaya menyelamatkan dua pekerja lainnya yang berada di sekitar lokasi.
Bantuan petugas tiba pada waktu yang tepat. Wibowo akhirnya berhasil dievakuasi dari dalam sumur dalam kondisi lemas.
Setelah berhasil mengeluarkan Wibowo dari dalam sumur, petugas BPBD tidak langsung meninggalkan lokasi.
Penanganan medis awal diberikan kepada Wibowo karena mengalami kondisi lemas setelah berada di dalam sumur.
Sementara itu, Suherman dan Suratno yang berusaha memberikan pertolongan juga mendapatkan penanganan karena mengalami luka.
“Setelah melakukan evakuasi, petugas juga memberikan penanganan medis awal kepada Survivor (Wibowo.red) yang mengalami lemas dan memberikan penanganan luka kepada kedua warga yang menolong (Suherman Suratno). Selanjutnya Tim SAR Gabungan membawa survivor ke Puskesmas Pejagoan untuk penanganan lebih lanjut,” kata Heri.
Wibowo kemudian dibawa oleh Tim SAR Gabungan menuju Puskesmas Pejagoan. Langkah tersebut dilakukan agar kondisi korban dapat memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena pekerjaan di dalam sumur memiliki risiko keselamatan yang tinggi.
Ruang tertutup seperti sumur dapat memiliki kondisi udara yang berbeda dengan lingkungan terbuka sehingga pekerja dapat mengalami kesulitan bernapas apabila terdapat gas berbahaya atau kadar oksigen yang tidak mencukupi.
Kejadian tiga pekerja nyaris pingsan saat menguras sumur di Pejagoan menjadi pengingat pentingnya penerapan prosedur keselamatan ketika melakukan pekerjaan di ruang terbatas.
Pekerja yang hendak masuk ke dalam sumur idealnya memastikan kondisi di dalamnya aman terlebih dahulu.
Selain itu, pekerja yang berada di luar juga perlu memiliki sistem pengamanan dan pertolongan yang memadai apabila terjadi kondisi darurat.
Dalam kejadian di Dukuh Karang Gamblok tersebut, kepanikan sempat terjadi ketika Wibowo meminta pertolongan setelah mengalami kesulitan bernapas.
Dua rekannya kemudian berusaha membantu sebelum akhirnya meminta bantuan kepada warga dan perangkat desa.
Respons cepat perangkat desa dengan melaporkan kejadian tersebut kepada BPBD Kebumen membuat proses pertolongan dapat segera dilakukan.
Tim Rescue BPBD bersama Tim SAR Gabungan kemudian melakukan evakuasi dan memberikan penanganan awal kepada para pekerja.
Wibowo selanjutnya mendapatkan perawatan di Puskesmas Pejagoan, sedangkan Suherman dan Suratno juga mendapat penanganan terhadap luka yang mereka alami saat berupaya memberikan pertolongan.
Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa aktivitas sederhana seperti menguras sumur tetap dapat memiliki risiko serius apabila dilakukan tanpa memperhatikan kondisi lingkungan dan keselamatan pekerja.
Pemeriksaan kondisi udara serta penggunaan perlengkapan keselamatan menjadi hal penting sebelum seseorang masuk ke dalam sumur atau ruang terbatas lainnya. (*/stch/dda)














