BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Kejadian unik sekaligus cukup mengganggu terjadi di SMP Negeri 2 Karanggayam, Kabupaten Kebumen.
Sekolah yang berada di Dukuh Jatisari RT 4 RW 3, Desa Gunungsari, Kecamatan Karanggayam, tersebut kedatangan kawanan kalong atau kelelawar yang kemudian membuat sarang di sejumlah bagian gedung sekolah.
Keberadaan koloni kelelawar tersebut bukan hanya menjadi pemandangan tidak biasa bagi warga sekolah.
Sarang yang sebelumnya berada di gedung perpustakaan kemudian berpindah ke ruang kelas sehingga mengganggu kenyamanan aktivitas di lingkungan sekolah.
Kondisi tersebut juga membuat warga sekitar resah. Pasalnya, lokasi SMPN 2 Karanggayam berada tidak jauh dari kawasan permukiman penduduk.
Bakohumas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen, Heri Purwoto, mengatakan keberadaan kawanan kelelawar di sekolah tersebut sebenarnya sudah berlangsung cukup lama.
Menurut informasi yang diterima BPBD Kebumen, koloni kelelawar itu telah berada di lingkungan sekolah selama sekitar dua tahun.
Heri menjelaskan, pada awalnya kawanan kelelawar memilih gedung perpustakaan sebagai tempat bersarang.
Pihak sekolah bersama warga sempat melakukan penanganan secara mandiri untuk mengatasi keberadaan sarang tersebut.
Setelah dilakukan upaya penanganan, kawanan kelelawar kemudian meninggalkan lokasi tersebut.
Namun, persoalan belum sepenuhnya selesai. Koloni kelelawar justru berpindah dan membuat sarang di ruang kelas.
“Dari informasi yang kami dapat, kelelawar ini sudah 2 tahun berada di sekolah tersebut. Awalnya kelelawar membuat sarang di gedung perpustakaan, yang kemudian diatasi secara mandiri oleh pihak sekolah dan warga. Namun, kemudian kawanan kelelawar ini pindah ke ruang kelas,” ujar Heri, kemarin (1/9).
Perpindahan lokasi sarang tersebut membuat situasi menjadi lebih mengganggu.
Ruang kelas merupakan bagian penting dari kegiatan belajar mengajar sehingga keberadaan koloni kelelawar di dalamnya berpotensi mengganggu aktivitas siswa dan guru.
Keberadaan sarang kelelawar di ruang kelas membuat kenyamanan warga sekolah terganggu.
Pihak sekolah maupun masyarakat sekitar kemudian mempertimbangkan perlunya penanganan yang lebih tepat.
Warga juga tidak berani mengambil tindakan sendiri karena khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat melakukan evakuasi kawanan kelelawar.
Selain persoalan kenyamanan, keberadaan koloni tersebut juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kebersihan lingkungan sekolah.
Kotoran maupun sisa-sisa sarang kelelawar dapat membuat kondisi ruangan menjadi tidak nyaman apabila tidak segera ditangani.
Warga juga mengkhawatirkan dampaknya terhadap lingkungan permukiman yang berada di sekitar sekolah.
Karena itu, pihak sekolah dan warga akhirnya memilih melaporkan keberadaan kawanan kelelawar tersebut kepada BPBD Kabupaten Kebumen.
Setelah menerima laporan, BPBD Kebumen mengirimkan personel untuk melakukan penanganan.
Petugas melakukan evakuasi terhadap sarang serta kawanan kelelawar yang berada di lingkungan SMPN 2 Karanggayam.
Penanganan dilakukan karena warga maupun pihak sekolah sebelumnya tidak berani melakukan evakuasi secara mandiri.
Dengan melibatkan petugas, proses pemindahan koloni diharapkan dapat dilakukan dengan lebih aman dan tidak menimbulkan risiko bagi warga.
Heri mengatakan, kawanan kelelawar tersebut akhirnya berhasil dievakuasi oleh personel BPBD Kebumen pada akhir pekan lalu.
“Akhirnya BPBD mengirimkan personel dan kawanan kelelawar sudah berhasil dievakuasi pada akhir pekan lalu,” ujar Heri.
Kejadian di SMPN 2 Karanggayam menjadi perhatian karena koloni kelelawar diketahui telah menempati lingkungan sekolah dalam waktu cukup lama.
Selama sekitar dua tahun, kawanan tersebut beberapa kali berpindah tempat untuk membuat sarang.
Kondisi itu menunjukkan bahwa lingkungan gedung sekolah menjadi lokasi yang dianggap sesuai bagi kelelawar untuk beraktivitas dan berlindung.
Bagi sekolah, penanganan tersebut penting agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan nyaman.
Ruang kelas yang sebelumnya digunakan sebagai tempat bersarang juga perlu dipastikan kembali dalam kondisi bersih dan layak digunakan.
Selain itu, lingkungan sekitar sekolah perlu diperhatikan agar kawanan kelelawar tidak kembali membuat sarang di lokasi yang sama.
Kekhawatiran warga untuk melakukan evakuasi secara mandiri menjadi salah satu alasan penanganan kemudian dilakukan oleh petugas BPBD.
Dalam menghadapi keberadaan satwa liar di lingkungan permukiman maupun fasilitas umum, masyarakat memang perlu mempertimbangkan faktor keselamatan.
Tindakan secara sembarangan dapat berisiko bagi manusia maupun satwa yang hendak dipindahkan.
Karena itu, keberadaan koloni kelelawar di sekolah akhirnya ditangani melalui koordinasi dengan BPBD Kabupaten Kebumen.
Evakuasi tersebut diharapkan dapat mengembalikan kenyamanan lingkungan SMPN 2 Karanggayam sekaligus mengurangi kekhawatiran warga sekitar.
Dengan telah dievakuasinya kawanan kelelawar, aktivitas belajar mengajar di sekolah diharapkan dapat kembali berlangsung secara normal.
Pihak sekolah dan warga juga diharapkan tetap memperhatikan kondisi bangunan serta area yang sebelumnya menjadi lokasi sarang untuk mencegah kawanan kelelawar kembali bersarang.
Kejadian ini menjadi pengalaman tersendiri bagi warga SMPN 2 Karanggayam.
Keberadaan kelelawar yang awalnya dianggap sebagai persoalan yang dapat ditangani secara mandiri ternyata berlangsung hingga sekitar dua tahun dan akhirnya berpindah ke ruang kelas.
Penanganan oleh BPBD Kebumen pun menjadi langkah penting untuk memastikan lingkungan sekolah tetap aman, nyaman, dan mendukung kegiatan belajar mengajar. (cah/stch/dda)
















