BANYUMASEKSPRES.ID, Stretch mark menjadi salah satu masalah kulit yang cukup sering dialami banyak orang. Guratan berwarna kemerahan, ungu, atau putih ini umumnya muncul ketika kulit mengalami peregangan dalam waktu singkat.
Kondisi tersebut sering terjadi saat kehamilan, masa pubertas, peningkatan berat badan secara drastis, atau ketika seseorang mengalami pertumbuhan tubuh yang cepat.
Meski tidak membahayakan kesehatan, stretch mark kerap memengaruhi rasa percaya diri karena dianggap mengganggu penampilan.
Banyak orang pun mencari berbagai cara untuk mencegah kemunculannya atau setidaknya mengurangi tampilan guratan agar tidak semakin terlihat jelas.
Menurut American Academy of Dermatology, stretch mark muncul akibat rusaknya serat kolagen dan elastin di lapisan kulit saat proses peregangan terjadi terlalu cepat.
Faktor genetik dan perubahan hormon juga diketahui memiliki peran penting dalam menentukan seberapa besar risiko seseorang mengalami kondisi ini.

Dokter spesialis kulit Tiffany Clay menjelaskan bahwa stretch mark memang tidak selalu bisa dicegah sepenuhnya. Selain itu, bagi para pekerja inilah penelitian terbaru atasi stress kerja selain berolahraga.
Namun, sejumlah langkah dapat dilakukan untuk membantu meminimalkan risiko sekaligus menjaga kesehatan kulit agar tetap elastis.
Berikut beberapa cara yang dapat diterapkan untuk membantu mencegah stretch mark agar tidak semakin parah.
1. Jaga Tubuh Tetap Terhidrasi
Memenuhi kebutuhan cairan harian menjadi salah satu langkah sederhana yang sering diabaikan. Kulit yang terhidrasi cenderung lebih lentur sehingga tidak mudah mengalami kerusakan saat meregang.
Selain memperbanyak konsumsi air putih, mengurangi asupan kafein juga dapat membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Penggunaan pelembap secara rutin juga dianjurkan untuk mempertahankan kelembapan alami kulit.
Kulit yang lembap biasanya terasa lebih halus dan kenyal. Kondisi tersebut dapat membantu mengurangi risiko terbentuknya guratan akibat peregangan berlebih.
2. Gunakan Produk dengan Kandungan Centella Asiatica
Centella asiatica menjadi salah satu bahan aktif yang populer dalam produk perawatan kulit. Kandungan ini dipercaya mampu membantu meningkatkan elastisitas kulit sekaligus mendukung proses regenerasi jaringan.
Bahan alami yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional Ayurveda ini diketahui dapat merangsang pembentukan fibroblas, yaitu sel yang berperan dalam produksi kolagen.
Dengan struktur kulit yang lebih kuat, risiko munculnya stretch mark akibat perubahan bentuk tubuh dapat diminimalkan.
Penggunaan produk berbahan centella asiatica bisa menjadi pilihan, terutama bagi ibu hamil setelah berkonsultasi dengan dokter.
3. Manfaatkan Skincare yang Mengandung Hyaluronic Acid
Hyaluronic acid dikenal luas sebagai bahan pelembap yang banyak digunakan dalam produk perawatan wajah. Namun, manfaatnya ternyata juga dapat dirasakan untuk menjaga kesehatan kulit tubuh.
Kandungan ini bekerja dengan mengikat air pada lapisan kulit sehingga kelembapannya tetap terjaga. Kulit yang terhidrasi dengan baik cenderung lebih elastis dan nyaman.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan hyaluronic acid pada fase awal munculnya stretch mark dapat membantu menyamarkan tampilannya sehingga tidak terlalu mencolok.
4. Pertahankan Berat Badan Tetap Stabil
Perubahan berat badan yang terjadi secara drastis sering menjadi pemicu utama terbentuknya stretch mark. Ketika kulit dipaksa meregang dalam waktu singkat, serat kolagen dapat mengalami kerusakan.
Karena itu, menjaga berat badan tetap stabil dinilai efektif untuk mengurangi tekanan pada kulit. Oleh karena itu, salah satu langkah yang tepat memulai memakan makanan bergizi dan sesuai kebutuhan.
Bagi ibu hamil, kenaikan berat badan sebaiknya mengikuti rekomendasi dokter agar tubuh memiliki waktu untuk beradaptasi secara alami.
Mengonsumsi makanan bergizi seimbang juga dapat mendukung kesehatan kulit dari dalam.
5. Rutin Berolahraga
Aktivitas fisik tidak hanya bermanfaat menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga mendukung kesehatan kulit.
Olahraga membantu melancarkan sirkulasi darah sehingga nutrisi dan oksigen dapat tersalurkan dengan optimal ke seluruh jaringan kulit.
Selain membantu mengontrol berat badan, olahraga secara rutin juga mendukung produksi kolagen yang penting untuk menjaga elastisitas kulit.
Tak perlu melakukan latihan berat, aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, yoga, atau bersepeda sudah cukup memberikan manfaat jika dilakukan secara konsisten.
6. Gunakan Retinoid Setelah Masa Kehamilan
Retinoid dikenal efektif membantu merangsang pembentukan kolagen dan mempercepat regenerasi sel kulit. Oleh karena itu, bahan aktif ini kerap digunakan untuk menyamarkan tampilan stretch mark.
Namun, retinoid tidak dianjurkan digunakan selama masa kehamilan karena berpotensi membahayakan janin. Penggunaannya sebaiknya dilakukan setelah melahirkan dan berdasarkan anjuran dokter.
Bagi pemilik kulit sensitif, penggunaan retinoid perlu dilakukan secara bertahap untuk mengurangi risiko iritasi.
7. Pertimbangkan Perawatan Microneedling
Apabila stretch mark sudah terlanjur muncul, microneedling dapat menjadi salah satu pilihan perawatan yang patut dipertimbangkan.
Prosedur ini dilakukan dengan menggunakan jarum-jarum halus untuk merangsang produksi kolagen dan elastin baru.
Seiring berjalannya waktu, tekstur kulit dapat terlihat lebih halus dan tampilan stretch mark perlahan memudar. Meski begitu, hasil perawatan tidak dapat diperoleh secara instan.
Biasanya diperlukan beberapa sesi untuk mendapatkan perubahan yang lebih optimal. Oleh sebab itu, konsultasi dengan dokter spesialis kulit sangat dianjurkan sebelum menjalani prosedur ini.
Stretch mark memang merupakan kondisi yang umum terjadi dan sulit dicegah sepenuhnya.
Namun, dengan menjaga hidrasi, menerapkan pola hidup sehat, serta melakukan perawatan yang tepat, risiko munculnya guratan dapat diminimalkan sehingga kesehatan dan penampilan kulit tetap terjaga. (*/nds)
















