Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Kapolres Purbalingga Berganti, AKBP Hendry Susanto Sianipar Resmi Gantikan AKBP Anita
Manfaat Protein bagi Kesehatan Jantung dan Rekomendasi dari Pakar

Manfaat Protein bagi Kesehatan Jantung dan Rekomendasi dari Pakar

Makanan Olahan Berbahaya untuk JantungMakanan Olahan Berbahaya untuk Jantung

BANYUMASEKSPRES.ID, Manfaat protein untuk kesehatan jantung tidak hanya berkaitan dengan pembentukan massa otot atau membantu program penurunan berat badan.

Para ahli menegaskan bahwa asupan protein berkualitas juga berperan penting dalam menjaga fungsi jantung tetap optimal sekaligus mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Peran protein dalam pola makan sehat semakin mendapat perhatian karena pemilihan jenis protein yang tepat dapat memberikan manfaat jangka panjang.

Oleh karena itu, kualitas sumber protein dinilai lebih penting dibandingkan sekadar mengejar jumlah asupan harian.

“Ketika berbicara soal menjaga kesehatan jantung, apa yang kita makan sangat berpengaruh,” ujar ahli jantung dari Vital Heart & Vein, Dr. Patrick Kee, MD, Ph.D., dilansir dari Parade, Selasa (6/1/2026).

Saat ini, pilihan camilan tinggi protein sangat beragam dan mudah ditemukan.

Mulai dari snack bar, protein shake, kacang-kacangan, hingga cup keju cottage menjadi pilihan yang banyak dikonsumsi masyarakat.

Namun, para ahli jantung mengingatkan bahwa tidak semua sumber protein memberikan manfaat yang sama bagi kesehatan.

Mereka menekankan pentingnya memilih protein berkualitas agar manfaat yang diperoleh lebih optimal bagi jantung maupun kesehatan secara keseluruhan.

Protein Berkualitas Dukung Kesehatan Tubuh Secara Menyeluruh

Menurut Dr. Renato Apolito, MD, Direktur Medis Kardiologi di Hackensack Meridian Jersey Shore University Medical Center, protein memiliki manfaat yang jauh lebih luas daripada sekadar menjaga massa otot.

Asupan protein yang berkualitas membantu tubuh mempertahankan berat badan ideal sekaligus menyediakan bahan penting untuk pembentukan dan pemeliharaan jaringan otot.

“Protein berkualitas membantu menjaga berat badan ideal dan menyediakan bahan baku untuk otot. Dikombinasikan dengan latihan kekuatan, ini mendukung kesehatan secara keseluruhan,” ungkap dia.

Kombinasi antara konsumsi protein yang tepat dan aktivitas fisik, terutama latihan kekuatan, dinilai mampu memberikan manfaat yang lebih maksimal.

Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kebugaran tubuh sekaligus mendukung kesehatan jantung.

Mengapa Protein Penting untuk Menjaga Kesehatan Jantung?

Protein bukan hanya berfungsi sebagai nutrisi untuk membangun otot.

Pola makan yang mengutamakan protein berkualitas, kemudian dipadukan dengan konsumsi sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian utuh, dapat membantu menurunkan risiko berbagai penyakit kardiovaskular.

Risiko hipertensi, serangan jantung, hingga stroke disebut dapat ditekan melalui pola makan yang seimbang dan kaya nutrisi.

Karena itu, perhatian terhadap keseluruhan pola makan menjadi lebih penting dibandingkan hanya berfokus pada satu jenis zat gizi.

“Pendekatan gizi kini bergeser dari fokus pada satu makro atau mikro nutrien ke pola makan keseluruhan,” kata Kee.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa protein berperan dalam mempertahankan massa otot, membantu proses penurunan berat badan, serta mencegah berbagai masalah yang berkaitan dengan obesitas.

Obesitas sendiri merupakan salah satu faktor risiko utama yang berhubungan dengan penyakit jantung.

Karena itu, pemenuhan kebutuhan protein yang tepat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan jantung dalam jangka panjang.

Menurut Dr. Cheng-Han Chen, MD, ahli jantung intervensi di MemorialCare Saddleback Medical Center, kebutuhan protein tidak dapat disamaratakan untuk semua orang.

Usia, tingkat aktivitas, hingga kondisi kesehatan menjadi faktor yang menentukan jumlah protein yang dibutuhkan setiap individu.

“Biasanya kami merekomendasikan sekitar 0,8 gram protein per kilogram berat badan per hari. Namun, kebutuhan dapat berbeda tergantung aktivitas, usia, dan kondisi kesehatan seperti kehamilan atau menyusui,” ujarnya.

Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan protein harian bersifat individual.

Oleh sebab itu, seseorang tidak hanya perlu mengetahui jumlah protein yang dibutuhkan, tetapi juga mempertimbangkan kondisi tubuh masing-masing.

Selain memperhatikan jumlah protein, Chen juga mengingatkan pentingnya memilih jenis protein yang tepat.

Menurutnya, konsumsi daging merah maupun daging olahan secara berlebihan justru dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan jantung.

“Terlalu banyak daging merah atau olahan bisa menaikkan tekanan darah dan kolesterol, meningkatkan risiko penyakit jantung,” jelasnya.

Kee juga menambahkan bahwa pola makan tinggi protein sebaiknya tidak membuat seseorang mengabaikan nutrisi penting lainnya.

Sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh tetap harus menjadi bagian dari pola makan sehari-hari agar kebutuhan nutrisi tubuh tetap seimbang.

Para ahli sepakat bahwa kacang-kacangan merupakan salah satu camilan tinggi protein yang paling baik untuk menjaga kesehatan jantung.

Selain mengandung protein, kacang juga kaya akan omega-3, serat, lemak sehat, dan antioksidan yang memberikan manfaat tambahan bagi tubuh.

“Almond dan walnut kaya protein, lemak sehat, serta antioksidan,” kata Dr. Mohanakrishnan Sathyamoorthy, MD, Ketua Departemen Penyakit Dalam di Burnett School of Medicine.

Kandungan lemak tak jenuh tunggal, serat, serta sterol nabati yang terdapat pada kacang juga membantu menjaga berat badan tetap ideal sekaligus mendukung pengendalian kadar kolesterol.

Beberapa jenis kacang memiliki kandungan protein yang berbeda.

Almond mengandung sekitar 7 gram protein per seperempat cangkir, walnut sekitar 4 gram per ons, pecan sekitar 2,5 gram per seperempat cangkir, sedangkan kacang tanah mengandung sekitar 9,1 gram protein per seperempat cangkir.

Memilih camilan tinggi protein berkualitas tidak hanya membantu menjaga massa otot, tetapi juga mendukung kesehatan jantung secara optimal.

Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa manfaat tersebut akan lebih maksimal apabila protein dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang seimbang.

Perpaduan antara protein berkualitas, sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian utuh tetap menjadi pendekatan yang dianjurkan untuk menjaga kesehatan tubuh sekaligus mengurangi risiko penyakit jantung dalam jangka panjang(taa)

Berita Sebelumnya
Kapolres Purbalingga Bakal Berganti Lagi

Kapolres Purbalingga Berganti, AKBP Hendry Susanto Sianipar Resmi Gantikan AKBP Anita