BANYUMASEKSPRES.ID, Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali membuka peluang beasiswa bagi mahasiswa pascasarjana melalui Jardine–UGM Postgraduate Scholarship 2026/2027. Program ini ditujukan bagi mahasiswa baru jenjang Magister (S2) dan Doktor (S3) pada Semester Gasal 2026/2027.
Tahun ini tersedia 20 kuota penerima beasiswa. Kuota tersebut terdiri atas 10 mahasiswa program Magister dan 10 mahasiswa program Doktor.
Beasiswa ini merupakan hasil kerja sama UGM dengan Jardine Foundation. Program tersebut memberikan dukungan biaya pendidikan sekaligus pengembangan akademik bagi mahasiswa berprestasi dan memiliki potensi kepemimpinan.
Pendaftaran dibuka mulai 7 Agustus hingga 18 Agustus 2026. Calon peserta dapat melakukan pendaftaran secara daring melalui SIMASTER UGM sesuai ketentuan yang ditetapkan.
Penerima Jardine–UGM Postgraduate Scholarship akan memperoleh pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Bantuan biaya hidup atau stipend juga diberikan selama masa studi sesuai ketentuan program.
Untuk mahasiswa S2, beasiswa dapat diberikan maksimal selama empat semester. Sementara itu, penerima program S3 dapat memperoleh dukungan maksimal delapan semester dengan evaluasi sesuai ketentuan program.
Tidak hanya biaya kuliah dan biaya hidup, program ini juga menyediakan bantuan penelitian dan buku. Penerima juga dapat memperoleh insentif publikasi serta dukungan lain sesuai aturan beasiswa.
Kerja sama UGM dengan Jardine Foundation sendiri telah berlangsung sejak 2022. Selama periode tersebut, puluhan mahasiswa UGM telah mendapatkan manfaat dari program tersebut.
Direktur Kemahasiswaan UGM Hempri Suyatna mengatakan program tersebut membantu memperluas akses pendidikan. Beasiswa juga diharapkan dapat memperkuat keterampilan dan soft skills mahasiswa penerima.
Pelamar wajib berstatus Warga Negara Indonesia (WNI). Peserta juga tidak diperbolehkan sedang menerima beasiswa lain ketika mengikuti program ini.
Pendaftar harus merupakan mahasiswa semester pertama program Magister atau Doktor UGM. Status tersebut berlaku untuk Semester Gasal tahun akademik 2026/2027.
Calon penerima harus memiliki IPK minimal 3,50 pada jenjang pendidikan sebelumnya. Pelamar juga diharapkan mampu mempertahankan IPK minimal 3,50 selama menerima beasiswa.
Untuk pelamar S2, jenjang S1 harus diselesaikan maksimal delapan semester. Sementara pelamar S3 harus menyelesaikan jenjang S2 maksimal empat semester.
Peserta juga harus sanggup menyelesaikan studi tepat waktu. Penerima beasiswa tidak diperkenankan mengambil cuti akademik selama periode menerima bantuan.
Selain prestasi akademik, UGM mempertimbangkan pengalaman organisasi dan potensi kepemimpinan. Pengalaman serta keterlibatan nyata dalam kegiatan kemasyarakatan juga menjadi bagian dari kriteria pelamar.
Pelamar diharapkan memiliki komitmen untuk berkontribusi terhadap pembangunan Indonesia. Kemampuan bahasa Inggris yang baik juga menjadi salah satu persyaratan program.
UGM mengutamakan kandidat yang memiliki rencana penelitian jelas dan relevan dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Rencana tersebut juga diharapkan selaras dengan agenda pembangunan nasional dan/atau ASEAN.
Kandidat yang dibimbing dosen dengan project grant turut menjadi kelompok yang diutamakan. Peserta juga harus bersedia mengikuti pengayaan atau leadership program jika program tersebut diperlukan.
Penerima wajib mengikuti kegiatan pembinaan atau enrichment program selama menjadi peserta beasiswa. Mereka juga harus mematuhi seluruh ketentuan Jardine–UGM Postgraduate Scholarship.
Pelamar harus mengisi formulir pendaftaran secara lengkap. Dokumen tersebut menjadi salah satu berkas utama dalam proses seleksi administrasi.
Peserta juga wajib menyiapkan Curriculum Vitae (CV). CV perlu memuat prestasi akademik dan nonakademik, pengalaman kepemimpinan, kegiatan kemasyarakatan, pengalaman profesional, serta pengalaman relevan lainnya.
Rancangan proposal penelitian juga harus dilampirkan dalam pendaftaran. Proposal diharapkan memiliki arah yang jelas dan berkaitan dengan SDGs serta agenda pembangunan nasional atau ASEAN.
Dokumen berikutnya adalah motivation letter. Pelamar juga harus menyertakan sertifikat kemampuan bahasa Inggris seperti TOEFL, IELTS, atau sertifikat lain yang setara.
Surat rekomendasi dari Wakil Dekan yang membidangi akademik dan kemahasiswaan di fakultas masing-masing juga diperlukan. Peserta dapat melengkapi berkas dengan sertifikat atau surat keterangan prestasi dari organisasi, kompetisi, penghargaan, dan kegiatan relevan lainnya.
Pendaftaran Jardine–UGM Postgraduate Scholarship 2026/2027 berlangsung pada 7–18 Agustus 2026. Setelah itu, seleksi administrasi dijadwalkan berlangsung pada 19 Agustus hingga 24 September 2026.
Pengumuman penerima beasiswa dijadwalkan pada akhir September 2026. Karena waktu pendaftaran terbatas, calon peserta sebaiknya segera memeriksa kelengkapan dokumen sebelum batas akhir.
Program ini menjadi salah satu peluang menarik bagi mahasiswa yang membutuhkan dukungan finansial untuk melanjutkan pendidikan pascasarjana. Selain pembiayaan, penerima juga mendapat dukungan untuk penelitian, publikasi, pengembangan kepemimpinan, dan kegiatan akademik.
Dengan kuota hanya 20 penerima, persaingan diperkirakan cukup ketat. Karena itu, calon peserta perlu memperkuat rekam akademik, pengalaman organisasi, rencana penelitian, serta bukti kontribusi kepada masyarakat.
Bagi mahasiswa yang memenuhi seluruh persyaratan, pendaftaran masih dapat dilakukan hingga 18 Agustus 2026. Informasi terbaru mengenai beasiswa S2 UGM dan beasiswa S3 UGM sebaiknya selalu dicek melalui kanal resmi Direktorat Kemahasiswaan UGM. (mdr)
















