BANYUMASEKSPRES.ID, Pemerintah daerah di berbagai wilayah Indonesia masih terus memantau perkembangan penyakit menular yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.
Salah satu yang sempat menjadi perhatian beberapa waktu terakhir adalah hantavirus, penyakit yang diketahui berkaitan dengan penularan dari hewan pengerat seperti tikus.
Dinas Kesehatan Kota Surabaya atau Dinkes Surabaya sebelumnya telah meningkatkan langkah kewaspadaan terhadap kemungkinan penyebaran hantavirus di wilayah kota.
Meskipun hingga kini belum ditemukan kasus positif yang terkonfirmasi, upaya antisipasi tetap dilakukan guna mencegah risiko penyebaran penyakit tersebut.
Langkah kewaspadaan ini menjadi penting mengingat mobilitas masyarakat yang tinggi serta munculnya kekhawatiran terhadap berbagai penyakit menular pascapandemi.
Pemerintah daerah pun memilih mengambil langkah pencegahan lebih awal agar situasi tetap terkendali.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Billy Daniel Messakh, menjelaskan bahwa hantavirus sebenarnya bukan penyakit baru dalam dunia medis.
Virus tersebut telah lama dikenal dan umumnya ditularkan melalui paparan tikus atau lingkungan yang terkontaminasi.
Menurutnya, kasus hantavirus selama ini bersifat sporadis dan tidak menunjukkan lonjakan besar seperti beberapa penyakit menular lain.
Karena itu, masyarakat diminta untuk tetap tenang namun tidak mengabaikan langkah pencegahan dasar.
Selain itu, untuk ibu hamil dapat dengan aman melakukan vaksin Influenza demi perlindungan janin secara maksimal.
Gejala Hantavirus Mirip Flu Biasa
Salah satu tantangan dalam mendeteksi hantavirus adalah gejalanya yang kerap menyerupai flu ringan atau common cold.
Penderita biasanya mengalami demam, tubuh lemas, sakit kepala, hingga gangguan pernapasan pada kondisi tertentu.
Karena gejalanya cukup umum, masyarakat diimbau lebih peka terhadap kondisi kesehatan tubuh masing-masing.
Jika mengalami gejala yang tidak biasa atau berlangsung cukup lama, pemeriksaan medis tetap dianjurkan agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.
Pihak Dinkes Surabaya juga menekankan pentingnya menjaga daya tahan tubuh sebagai langkah perlindungan awal.
Pola makan sehat, istirahat cukup, serta menjaga kebersihan lingkungan dinilai masih menjadi cara efektif untuk meminimalkan risiko penyakit menular.
Selain itu, masyarakat diminta menjaga kebersihan rumah dan mengurangi kemungkinan berkembangnya tikus di lingkungan sekitar.
Area yang kotor dan lembap sering kali menjadi tempat berkembang biaknya hewan pengerat yang dapat membawa virus.
Pengawasan di Transportasi Publik Sempat Diperketat
Sebagai bagian dari langkah antisipasi, Pemerintah Kota Surabaya sebelumnya kembali mengaktifkan pemeriksaan suhu tubuh di sejumlah titik transportasi publik.
Pengawasan dilakukan di bandara, pelabuhan, hingga jalur transportasi darat menggunakan alat pemindai suhu elektronik.
Pemeriksaan suhu tubuh dianggap menjadi salah satu metode awal untuk mendeteksi masyarakat yang mengalami kondisi kesehatan tidak normal.
Apabila ditemukan penumpang dengan suhu tubuh tinggi, petugas akan melakukan pemantauan lanjutan sesuai prosedur kesehatan.
Langkah ini mengingatkan masyarakat pada sistem pengawasan kesehatan yang sempat diterapkan selama pandemi COVID-19.
Sejumlah negara di Eropa juga dilaporkan kembali meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit menular dengan penggunaan alat pelindung diri di area tertentu.
Meski demikian, Pemerintah Kota Surabaya memastikan situasi masih dalam kondisi aman dan terkendali. Hingga kini belum ada laporan resmi mengenai kasus positif hantavirus di kota tersebut.
Menunggu Arahan Pemerintah Pusat
Di sisi lain, pemerintah daerah masih menunggu petunjuk teknis dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terkait mekanisme skrining hantavirus secara lebih detail.
Koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat disebut terus dilakukan untuk memastikan langkah antisipasi berjalan optimal.
Budi Gunadi Sadikin sebelumnya juga dikabarkan meminta panduan resmi dari World Health Organization terkait pelaksanaan skrining penyakit tersebut.
Panduan itu nantinya menjadi dasar penerapan sistem pengawasan di berbagai daerah.
Sambil menunggu arahan resmi, Dinkes Surabaya memastikan pihaknya tetap aktif melakukan pemantauan dan edukasi kepada masyarakat.
Upaya pencegahan dinilai menjadi langkah paling efektif untuk menekan potensi penyebaran penyakit menular.
Masyarakat pun diimbau tidak mudah panik terhadap informasi yang beredar, terutama di media sosial.
Menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan pola hidup sehat, dan segera memeriksakan diri saat mengalami gejala tertentu menjadi langkah sederhana yang tetap penting dilakukan. (*/nds)
















