BANYUMASEKSPRES.ID, TEMANGGUNG – Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, melakukan kunjungan penting ke Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 16 yang terletak di Sentra Terpadu Kartini, Temanggung, pada Jumat (18/7) sore.
Dalam kunjungannya ini, Wamensos Agus tidak hanya meninjau berbagai fasilitas yang ada di sekolah tersebut namun juga berinteraksi langsung dengan para siswa yang tengah belajar.
Agus Jabo menyampaikan bahwa dalam dua minggu terakhir, para siswa SRMA 16 Temanggung sedang menjalani program pengenalan lingkungan sekolah.
Program ini meliputi orientasi dan penerapan kebiasaan baru yang bertujuan mempersiapkan mereka untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan akademik baru mereka.
“Sebelumnya, kami telah melakukan tes kesehatan. Alhamdulillah, semua 125 siswa dinyatakan sehat. Tidak ada satu pun dari mereka yang memiliki penyakit kronis. Hanya satu siswa yang merasa mual kemungkinan karena gugup berpisah dengan orang tua,” ungkap Agus.
Selama periode pengenalan tersebut, para siswa juga dilatih kedisiplinan termasuk kebiasaan istirahat dan kegiatan harian lainnya.
“Interaksi antar siswa sangat penting agar mereka dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan di asrama yang tentunya membutuhkan proses adaptasi,” tambahnya.
Dalam kunjungan ini, Agus Jabo didampingi oleh Bupati Temanggung Agus Setyawan, Kepala Sentra Terpadu Kartini Dewi Suhartini dan Kepala SRMA 16 Agus Adibil Muhtar.
Diskusi mengenai kelengkapan fasilitas untuk para siswa menjadi salah satu topik utama. Diharapkan seluruh fasilitas akan lengkap sebelum peringatan Hari Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus mendatang.
“Saat ini kami tengah memproses pengiriman alat-alat belajar seperti laptop dan kelengkapan seragam. Mudah-mudahan sebelum tujuh belasan semuanya sudah tersedia. Untuk laptop akan disediakan dari tempat-tempat lain apakah melalui pinjaman atau mekanisme lainnya,” ujar Agus Jabo lebih lanjut.
Kepala SRMA 16, Agus Adibil Muhtar menjelaskan bahwa saat ini sekolah rakyat tersebut menampung 125 siswa terdiri dari 56 siswa laki-laki dan 69 siswa perempuan. Mereka didukung oleh 17 guru yang mengampu masing-masing mata pelajaran serta 14 wali asuh.
Aktivitas harian para siswa dimulai sejak subuh dengan kegiatan keagamaan dan kerohanian kemudian dilanjutkan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hingga pukul 17.00.
“Pada malam hari kegiatan berlanjut hingga pukul 21.00 malam agar anak-anak mendapatkan ilmu secara maksimal,” jelasnya.
Setelah MPLS usai ada program persiapan selama tiga bulan guna memastikan para siswa siap menerima pelajaran lebih lanjut. Kurikulum yang diterapkan merupakan kombinasi antara kurikulum vokasional, dinas pendidikan dan kearifan lokal di Temanggung.
“Nantinya kami menerapkan kurikulum kombinasi yaitu vokasional kurikulum dari dinas pendidikan dan kurikulum mengenai kearifan lokal di Kabupaten Temanggung,” tambah Agus Adibil Muhtar menegaskan tujuan pendidikan di SRMA ini adalah memberikan pembekalan menyeluruh kepada para siswa agar siap menghadapi tantangan masa depan dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni.
Diharapkan melalui pendekatan pendidikan unik ini para siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan akademis tetapi juga keterampilan praktis serta pemahaman mendalam tentang nilai-nilai lokal yang dapat memperkaya wawasan mereka sebagai generasi penerus bangsa. (*/stch)
















