BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Purbalingga, pemerintah terus menambah investasi untuk memperbaiki sarana pendidikan.
Hingga program revitalisasi yang direncanakan untuk periode 2025–2026, sebanyak 44 sekolah di daerah ini dipastikan akan menerima bantuan perbaikan fasilitas dengan total anggaran mencapai Rp39,5 miliar.
Jumlah tersebut terbagi menjadi dua bagian, yaitu 32 sekolah penerima revitalisasi tahun 2025 senilai Rp28,9 miliar dan 12 sekolah yang telah dimasukkan dalam alokasi sementara tahun 2026 dengan nilai Rp10,6 miliar.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, Heru Sri Wibowo, mengungkapkan bahwa bantuan revitalisasi ini mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas.
“Ada 44 sekolah yang direvitalisasi. Untuk tahun 2025, sebanyak 32 sekolah dengan nilai total Rp28,9 miliar. Rinciannya meliputi 4 TK, 14 SD, 7 SMP, 4 SMA, 2 SMK, dan 1 SLB. Sementara untuk tahun 2026, data sementara mencatat ada 12 sekolah senilai Rp10,6 miliar yang terdiri dari 3 TK, 7 SD, dan 2 SMP,” papar Heru pada Selasa (30/6/2026).
Pernyataan Heru Sri Wibowo ini menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Purbalingga melalui investasi yang signifikan.
Program revitalisasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi proses belajar mengajar di berbagai jenjang pendidikan.
Hal ini sangat penting mengingat sarana pendidikan yang baik merupakan salah satu faktor utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan.
Data tersebut juga melengkapi acara peresmian revitalisasi yang dilakukan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, di SMP Negeri 2 Kutasari pada Sabtu (27/6/2026).
Dalam acara tersebut, Menteri Abdul Mu’ti turut menyerahkan data sementara mengenai sekolah-sekolah yang akan menerima bantuan revitalisasi tahun 2026.
Ia menjelaskan bahwa jumlah sekolah penerima bantuan pada tahun tersebut masih berpeluang untuk bertambah.
Hal ini disebabkan oleh rencana pemerintah pusat untuk menambah kuota revitalisasi sekolah secara nasional.
“Tahun 2026 memang baru alokasi untuk 12 sekolah. Saya katakan ‘baru’ karena itu dari kuota sementara sebanyak 11.744 sekolah. Namun Pak Presiden sudah menyampaikan berulang kali bahwa tahun ini akan ada tambahan alokasi untuk 60 ribu sekolah lagi,” ungkapnya.
Program revitalisasi yang diperkenalkan ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang digagas oleh Presiden Republik Indonesia.
Tujuan utama dari program ini adalah untuk mempercepat peningkatan kualitas sarana dan proses belajar mengajar di seluruh sekolah di Indonesia.
Dengan adanya investasi yang besar ini, harapannya adalah setiap siswa dapat belajar dalam lingkungan yang lebih baik dan mendukung perkembangan akademis mereka.
Investasi sebesar Rp39,5 miliar tersebut tentunya menjadi angin segar bagi masyarakat Purbalingga.
Para orang tua dan siswa berharap bahwa perbaikan sarana pendidikan ini bisa memberikan dampak positif dalam peningkatan mutu pendidikan di wilayah mereka.
Sebab selama ini kualitas sarana pendidikan sering kali menjadi kendala bagi siswa dalam menempuh pendidikan dengan baik.
Lebih lanjut mengenai program ini, Heru Sri Wibowo menjelaskan bahwa bantuan perbaikan fasilitas tidak hanya terfokus pada bangunan fisik semata tetapi juga meliputi penyediaan alat-alat pembelajaran dan fasilitas penunjang lainnya yang dapat meningkatkan efektivitas belajar mengajar.
“Program revitalisasi ini mencakup berbagai aspek mulai dari pembangunan ruang kelas baru hingga pengadaan laboratorium yang memadai untuk mendukung kegiatan belajar siswa,” tambahnya.
Dengan adanya perhatian lebih dari pemerintah pusat terhadap sektor pendidikan di Kabupaten Purbalingga melalui program revitalisasi ini, diharapkan para pendidik dapat mengoptimalkan metode pengajaran mereka sehingga mampu menghasilkan generasi muda yang berkualitas dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (alw/stch/dda)
















