Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Antisipasi Lonjakan Kebutuhan, Banjarnegara Tambah Distribusi Gas LPG 3 Kg hingga 300 persen

Pasokan Gas Melon Ditambah 300 PersenPasokan Gas Melon Ditambah 300 Persen
MENATA: Banjarnegara dapat ekstra droping LPG 3 Kilogram sebanyak 300 persen dari kuota harian

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Jelang perayaan Idulfitri, Kabupaten Banjarnegara bersiap menghadapi lonjakan kebutuhan gas elpiji 3 kilogram atau yang lebih dikenal sebagai gas melon.

Dalam beberapa tahun terakhir, momen menjelang Lebaran selalu diikuti dengan peningkatan permintaan akan bahan bakar memasak ini, sehingga pemerintah setempat melakukan langkah antisipatif guna memastikan ketersediaan dan distribusi gas dapat berjalan lancar.

Koordinator LPG 3 kilogram di Banjarnegara, Supono, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mendapatkan tambahan pasokan yang signifikan, yaitu hingga 300 persen dari kuota harian normal.

Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Lebaran yang diperkirakan akan meningkat tajam.

“Tambahan yang kami terima sekira 300 persen dari kuota harian. Distribusinya dilakukan bertahap agar kebutuhan masyarakat selama periode Lebaran bisa terpenuhi,” ujarnya dalam konferensi pers pada Jumat, 13 Maret 2026.

Selama ini, Kabupaten Banjarnegara menerima sekitar 32.500 tabung LPG 3 kilogram setiap harinya.

Gas bersubsidi ini disalurkan melalui jaringan distribusi yang melibatkan 17 agen serta lebih dari 1.660 pangkalan yang tersebar di berbagai kecamatan di wilayah tersebut.

Dengan adanya penambahan pasokan ini, masyarakat diharapkan tidak mengalami kesulitan dalam memperoleh gas melon yang menjadi kebutuhan pokok dalam kegiatan sehari-hari.

Supono juga menjelaskan bahwa salah satu pengiriman tambahan pasokan dijadwalkan tiba pada tanggal 19 Maret 2026 mendatang dalam bentuk pengiriman sebanyak 54 truk LPG.

Penambahan distribusi ini juga akan dilanjutkan pada tanggal 22 Maret, tepat sehari setelah perayaan Idulfitri dan bertepatan dengan libur Hari Raya Nyepi.

Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga ketersediaan energi untuk masyarakat.

“Selain itu, kami juga menyiapkan beberapa pangkalan yang siaga 24 jam supaya masyarakat tetap mudah mendapatkan LPG,” imbuh Supono.

Kesiapan tersebut diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat terutama saat mudik dan merayakan Lebaran bersama keluarga.

Penting untuk diketahui bahwa keberhasilan distribusi LPG tidak hanya bergantung pada pasokan semata, tetapi juga pada jaringan fasilitas pengisian yang ada di wilayah Banjarnegara.

Dua fasilitas pengisian gas telah disiapkan untuk mendukung kelancaran suplai gas bersubsidi ini.

Dengan adanya fasilitas tersebut, dipastikan proses distribusi dapat dilakukan dengan efisien dan tepat waktu.

Di tengah upaya memenuhi kebutuhan masyarakat, Supono juga mengingatkan agar warga tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak panik mengenai ketersediaan LPG, karena stok dipastikan mencukupi dan distribusi sudah diatur sedemikian rupa untuk menghindari kekurangan.

“Masyarakat tidak perlu panik membeli. Stok kita aman dan distribusi sudah diatur,” tegasnya, menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menggunakan sumber daya dengan bijak.

Lebih lanjut Supono mengimbau kepada masyarakat agar menggunakan LPG sesuai peruntukannya.

Mengingat bahwa LPG 3 kilogram merupakan gas bersubsidi yang ditujukan khusus bagi kalangan masyarakat kurang mampu atau mereka yang membutuhkan bantuan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

Di sisi lain, bagi masyarakat yang memiliki kemampuan finansial lebih baik disarankan untuk beralih menggunakan LPG nonsubsidi seperti Bright Gas agar alokasi gas bersubsidi tetap tepat sasaran dan membantu mereka yang benar-benar membutuhkan.

Keberadaan kebijakan subsidi gas ini sangat penting untuk menjaga daya beli masyarakat serta memastikan bahwa kebutuhan energi pokok tetap terjangkau oleh semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Oleh karena itu, pendistribusian LPG harus dilakukan secara transparan dan akuntabel agar setiap orang mendapatkan haknya tanpa ada penyalahgunaan atau penggelembungan harga oleh pihak-pihak tertentu.

Di tengah kesibukan menjelang Lebaran ini, perhatian terhadap ketersediaan barang-barang lainnya seperti sembako juga menjadi isu yang tak kalah pentingnya bagi masyarakat Banjarnegara.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memantau dan melakukan koordinasi guna memastikan semua kebutuhan pokok tersedia dengan baik selama masa perayaan Idulfitri nanti.

Melihat kebutuhan akan LPG jelang hari besar keagamaan seperti Idulfitri memang menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya.

Namun dengan langkah-langkah antisipasi yang tepat serta keterlibatan aktif dari semua elemen masyarakat, diharapkan situasi ini dapat dikelola dengan baik sehingga tidak menimbulkan kepanikan atau masalah baru di lapangan.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, agen-agen distribusi serta pangkalan-pangkalan LPG sangat krusial dalam memastikan kelancaran suplai gas melon selama periode sibuk menjelang Lebaran ini.

Kesadaran seluruh pihak untuk bekerja sama menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas ketersediaan barang-barang pokok demi kesejahteraan bersama.

Dengan persiapan matang serta dukungan penuh dari berbagai pihak terkait jelang Idulfitri tahun ini, Kabupaten Banjarnegara berharap dapat memberikan kenyamanan kepada warganya saat merayakan hari raya dengan tenang tanpa harus khawatir akan ketersediaan bahan bakar memasak seperti LPG. (jud/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Atletik o2sn

Siswa SD dan SMP Siap-Siap! Ini Daftar Cabor yang Dilombakan di O2SN 2026

Berita Selanjutnya
Bapanas Tegur Distributor Nakal

Pemerintah Tindak Tegas Distributor Nakal, Harga Daging Sapi Kembali Stabil di 107 Ribu per Kg