Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Pasar Murah Ramadan di Banjarnegara Diserbu Warga, Baju Dijual Mulai 10 Ribu

Warga Rebutan Baju Murah di Pasar RamadanWarga Rebutan Baju Murah di Pasar Ramadan
PADAT: Warga Banjarnegara saat berburu pakaian pantas pakai dengan harga Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu di Pasar Murah Ramadan

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Dalam suasana penuh antusiasme, stan bazar pakaian murah menjadi magnet bagi warga Banjarnegara pada kegiatan Pasar Murah Ramadan yang berlangsung di Alun-alun Banjarnegara pada Kamis, 12 Maret 2026.

Ratusan warga telah mengantre sejak pagi untuk mendapatkan berbagai pilihan pakaian dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasaran.

Di stan tersebut, berbagai jenis pakaian layak pakai dijual mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu per potong.

Keterjangkauan harga ini menjadikan bazar ini sebagai kesempatan emas bagi banyak warga untuk membeli baju baru menjelang perayaan Idulfitri.

Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Banjarnegara, Heni Yuniati Tursiman, menjelaskan bahwa pakaian yang dijual dalam bazar ini berasal dari donasi berbagai organisasi perangkat daerah di lingkungan pemerintah kabupaten.

“Pakaian yang disumbangkan sudah kami seleksi terlebih dahulu, sehingga masih layak digunakan masyarakat,” ungkap Heni.

Bazar sandang ini tidak hanya sekadar kegiatan jual beli semata, tetapi juga merupakan upaya nyata untuk membantu masyarakat Banjarnegara mendapatkan pakaian yang rapi dan pantas dikenakan saat merayakan Idulfitri tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar.

Ini menjadi sangat penting mengingat kebutuhan rumah tangga semakin meningkat menjelang Lebaran.

Marni, seorang warga berusia 50 tahun, mengungkapkan kebahagiaannya setelah berhasil membeli tiga potong gamis dengan harga yang sangat terjangkau.

“Dapat tiga baju, masing-masing Rp 15 ribu. Satu untuk saya, dua lagi untuk anak di rumah,” ujarnya dengan senyum lebar.

Cerita serupa juga disampaikan oleh Harsono, seorang warga berusia 45 tahun dari Kecamatan Madukara.

Dia menyatakan bahwa hampir setiap tahun ia selalu datang ke pasar murah mencari pakaian dengan harga terjangkau.

“Biasanya kualitasnya masih bagus, tapi harganya sesuai kemampuan masyarakat,” katanya.

Kegiatan seperti ini sangat relevan dan penting bagi masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang terkadang menantang menjelang hari besar keagamaan seperti Idulfitri.

Pasar Murah Ramadan bukan hanya sekadar transaksi komersial, melainkan juga mencerminkan kepedulian sosial dan solidaritas antarwarga serta pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Dengan adanya bazar ini, warga Banjarnegara memiliki kesempatan lebih besar untuk memperbaharui lemari pakaian mereka tanpa harus khawatir akan pengeluaran yang membengkak.

Ini adalah sebuah solusi praktis di mana banyak orang dapat membeli barang layak pakai dengan harga yang lebih bersahabat.

Fenomena pasar murah ini juga menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menciptakan program-program yang bermanfaat untuk kesejahteraan bersama.

Donasi pakaian oleh berbagai organisasi perangkat daerah menggambarkan semangat gotong royong yang kental di kalangan masyarakat Banjarnegara.

Pasar Murah Ramadan di Alun-alun Banjarnegara bukan hanya menjadi tempat pertemuan bagi para pembeli dan penjual, tetapi juga menciptakan suasana kebersamaan dan saling berbagi di antara warga.

Melalui acara ini, tidak hanya kebutuhan akan pakaian dapat terpenuhi, tetapi juga rasa solidaritas dan persatuan antarwarga semakin kuat.

Momen seperti ini sepatutnya dimanfaatkan tidak hanya oleh mereka yang membutuhkan pakaian baru tetapi juga oleh mereka yang ingin ikut berkontribusi dalam kebaikan sosial dengan mendonasikan barang-barang layak pakai mereka ke dalam program bazar ini.

Selain itu, kegiatan serupa bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk menyelenggarakan acara serupa demi membantu warganya menjelang hari-hari besar keagamaan.

Dalam pelaksanaan acara tersebut, terlihat ada upaya dari panitia untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan para pengunjung.

Protokol kesehatan tetap diterapkan meskipun tidak ada larangan berkumpul mengingat kondisi saat itu sudah lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Ini adalah langkah positif agar semua orang dapat menikmati pengalaman berbelanja sekaligus menjaga keamanan dan kesehatan.

Kegiatan pasar murah semacam ini memang memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat kelas menengah ke bawah.

Mereka bisa mendapatkan produk berkualitas dengan harga terjangkau sambil merasakan suasana festivitas menjelang hari raya.

Hal inilah yang mendorong banyak orang untuk berbondong-bondong datang meski harus antre cukup lama.

Di sisi lain, pasar murah ini juga memberikan peluang kepada pengusaha lokal untuk mempromosikan usaha mereka melalui stand-stand yang ada di lokasi bazar tersebut.

Dengan cara ini, tidak hanya konsumen yang diuntungkan tetapi pelaku usaha kecil juga dapat merasakan dampak positif dari acara tersebut. (jud/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Lowongan Pustakawan Dirjen SDA Kementerian PU 2026 Dibuka

Lowongan Kerja Pustakawan Dirjen SDA Kementerian PU 2026 Resmi Dibuka

Berita Selanjutnya
Trans banyumas

Mudik ke Purwokerto? Trans Banyumas Kini Beroperasi di Pintu Barat Stasiun