Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

680 Personel Gabungan Siap Amankan Arus Mudik dan Idulfitri di Banjarnegara

680 Personel Gabungan Amankan Mudik Lebaran680 Personel Gabungan Amankan Mudik Lebaran
HORMAT: Personel gabungan saat gelar apel pasukan dalam rangkaian pengamanan Idul Fitri 1447 Hijriyah

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Dalam upaya menjaga kelancaran arus mudik serta perayaan Idulfitri, sebanyak 680 personel gabungan telah disiapkan untuk melakukan pengamanan di wilayah Kabupaten Banjarnegara.

Langkah ini merupakan bagian dari Operasi Ketupat Candi 2026, yang dirancang khusus untuk memastikan keamanan masyarakat selama periode liburan tersebut.

Kesiapan pengamanan ini resmi ditandai dengan pelaksanaan apel gelar pasukan yang berlangsung di Jalan Pemuda pada Kamis (12/3/2026).

Apel tersebut dipimpin oleh Bupati Amalia Desiana, yang didampingi oleh Kapolres Mariska Fendi Susanto dan Dandim Nodelismen Hulu.

Dalam sambutannya, Mariska menjelaskan bahwa operasi pengamanan ini akan berlangsung selama 13 hari, mulai dari tanggal 13 hingga 25 Maret 2026.

“Operasi Ketupat Candi ini merupakan operasi terpusat yang bertujuan untuk mengamankan arus mudik dan perayaan Idulfitri dengan tema ‘mudik aman, keluarga bahagia’,” ungkapnya.

Ratusan personel yang terlibat dalam pengamanan ini berasal dari berbagai instansi, termasuk kepolisian dan TNI, serta dukungan dari dinas perhubungan, tenaga kesehatan, dan relawan setempat.

“Kami menurunkan total 680 personel baik dari Polri maupun instansi terkait lainnya untuk mengamankan arus mudik, arus balik, serta lokasi-lokasi wisata,” lanjut Mariska.

Pengamanan kali ini akan difokuskan pada beberapa titik keramaian strategis seperti tempat ibadah, kawasan wisata, dan juga pemantauan stabilitas bahan pokok penting selama masa Lebaran.

Hal ini sangat penting mengingat banyaknya masyarakat yang melakukan perjalanan jauh untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga.

Selain itu, aparat keamanan juga mendirikan enam pos pelayanan di lokasi-lokasi strategis guna memberikan bantuan dan informasi kepada para pemudik.

“Pos terpadu kami tempatkan di Alun-alun Banjarnegara. Di samping itu ada juga pos pengamanan di Klampok, Mandiraja, dan Sigaluh, serta pos pelayanan yang berlokasi di Terminal Induk dan kawasan Dieng,” jelas Mariska lebih lanjut.

Keberadaan pos-pos ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat yang menjalani perjalanan mudik maupun bagi mereka yang berkunjung ke tempat-tempat wisata selama liburan.

Sementara itu, Bupati Amalia Desiana menegaskan betapa pentingnya kerja sama antarinstansi dalam menjaga keamanan selama masa mudik Idulfitri.

“Apel ini adalah bentuk sinergi seluruh instansi untuk mempersiapkan pengamanan agar masyarakat bisa beribadah dan mudik dengan aman,” katanya.

Kerja sama lintas sektor menjadi kunci untuk menciptakan suasana kondusif sehingga masyarakat dapat merayakan hari raya dengan tenang tanpa adanya gangguan keamanan.

Dalam konteks pengamanan ini, keberadaan aparat kepolisian dan personel TNI tidak hanya bertugas menjaga ketertiban namun juga sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Mereka dilatih untuk menghadapi berbagai situasi darurat yang mungkin terjadi selama periode padat lalu lintas ini.

Dengan meningkatnya volume kendaraan saat musim mudik, kewaspadaan harus selalu dijaga oleh semua pihak terkait demi keselamatan bersama. (jud/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Penerima bansos (3)

Pemerintah Salurkan Bansos Beras dan Minyak Jelang Lebaran, Cek Penerimanya

Berita Selanjutnya
Siswa menerima mbg

Ratusan Dapur MBG di Jawa Barat Tidak Lagi Beroperasi, Ini Penyebabnya