BANYUMASEKSPRES.ID, Penyanyi muda sekaligus influencer Asila Maisa kembali menjadi perhatian publik setelah memberikan klarifikasi terkait tudingan yang menyebut gaya hidup mewahnya berasal dari jabatan sang ayah, Ramzi, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati Cianjur periode 2025–2030.
Melalui unggahan di media sosial, Asila menegaskan bahwa dirinya memiliki penghasilan sendiri dan tidak memanfaatkan fasilitas ataupun uang negara.
Klarifikasi tersebut disampaikan setelah beredar narasi di media sosial yang mengaitkan koleksi barang-barang mewah miliknya dengan posisi Ramzi sebagai pejabat daerah.
Merasa informasi yang beredar tidak sesuai fakta dan merugikan nama baiknya, Asila pun memilih memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik.
Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Asila menyebut dua akun media sosial yang diduga menyebarkan informasi keliru mengenai sumber kekayaannya.
Menurutnya, narasi tersebut telah menggiring opini publik seolah-olah dirinya menikmati kemewahan karena jabatan politik sang ayah.
Asila menegaskan bahwa dirinya bukan pejabat negara maupun bagian dari pemerintahan.
Ia menjelaskan bahwa aktivitasnya sebagai penyanyi dan influencer telah memberinya penghasilan sendiri sehingga mampu memenuhi berbagai kebutuhan, termasuk membeli barang-barang bermerek.
“Saya bukan bagian dari pejabat negara. Betul, ayah saya seorang Wakil Bupati Cianjur periode 2025–2030, tetapi saya adalah seorang penyanyi dan influencer yang memiliki penghasilan sendiri,” tulis Asila.
Pelantun lagu Angkat Tangan itu juga menegaskan bahwa kemandirian finansialnya telah dimulai sejak tahun 2022.
Seluruh barang bermerek yang dimilikinya setelah periode tersebut, menurut Asila, dibeli menggunakan hasil kerja kerasnya sendiri, bukan berasal dari uang negara maupun fasilitas pemerintah.
Ia membantah keras tuduhan yang menyebut gaya hidupnya dibiayai oleh jabatan sang ayah.
Menurutnya, tudingan tersebut tidak hanya keliru, tetapi juga berpotensi mencemarkan nama baik dirinya dan keluarganya.
Asila juga mengingatkan bahwa jauh sebelum terjun ke dunia politik, Ramzi telah dikenal sebagai aktor dan presenter sukses di industri hiburan Indonesia sejak awal tahun 2000-an.
Karier panjang tersebut membuat ayahnya telah memiliki kondisi ekonomi yang mapan jauh sebelum menjabat sebagai kepala daerah.
Menurut Asila, ketika masih kecil hingga sebelum memiliki penghasilan sendiri, dirinya memang beberapa kali menerima hadiah berupa barang-barang mewah dari sang ayah.
Namun, hal itu terjadi ketika Ramzi masih aktif berkarier penuh di dunia hiburan dan bukan karena jabatannya di pemerintahan.
Ia menambahkan bahwa sejak mulai memperoleh penghasilan sendiri pada 2022, seluruh kebutuhan pribadi termasuk pembelian barang bermerek telah dibiayai secara mandiri tanpa bergantung kepada orang tua.
Selain memberikan klarifikasi mengenai sumber penghasilannya, Asila juga menegaskan bahwa Ramzi hingga kini masih tetap aktif bekerja di dunia hiburan di luar jam tugas sebagai Wakil Bupati Cianjur.
Aktivitas tersebut dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku dan telah memperoleh izin dari pihak berwenang.
Pernyataan tersebut sekaligus membantah anggapan bahwa seluruh pemasukan keluarga berasal dari jabatan politik yang kini diemban sang ayah.
Tak hanya itu, Asila mengaku keberatan karena foto-fotonya digunakan dan disunting untuk mendukung narasi yang menurutnya tidak benar.
Ia menilai tindakan tersebut telah merugikan reputasinya sebagai figur publik.
Sebagai bentuk respons, Asila memberikan ultimatum kepada akun-akun yang mengunggah konten tersebut agar segera menghapus seluruh unggahan yang berkaitan dengan dirinya dalam waktu 1 x 24 jam.
Apabila permintaan tersebut tidak dipenuhi, Asila menyatakan siap menempuh jalur hukum dengan melaporkan pihak yang dianggap menyebarkan fitnah kepada aparat penegak hukum.
Di bagian akhir klarifikasinya, Asila meminta masyarakat tidak memberikan label negatif terhadap dirinya hanya karena memilih membela diri.
Ia menegaskan bahwa langkah yang diambil semata-mata bertujuan meluruskan informasi yang dinilai tidak benar serta menjaga nama baik dirinya maupun keluarganya.
Asila berharap publik dapat lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi di media sosial.
Menurutnya, setiap tuduhan yang tidak didasarkan pada fakta dapat berdampak besar terhadap reputasi seseorang, sehingga penting untuk melakukan verifikasi sebelum mempercayai atau membagikan sebuah informasi. (*/stch/dda)














