BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Penyanyi dangdut Aulia DA baru-baru ini mengungkapkan pengalaman pribadinya yang penuh tantangan terkait kehamilan ektopik yang dialaminya.
Kehamilan tersebut terletak di luar rahim dan mengharuskan tindakan medis berupa operasi. Aulia, yang dikenal sebagai finalis ajang pencarian bakat di televisi, menikah dengan Cahu pada 21 Februari 2025 setelah menjalin hubungan selama tujuh tahun.
Dalam pernikahan tersebut, Cahu memberikan mahar berupa 2 gram emas dan uang tunai sebesar Rp7.320.000, yang merupakan simbol dari usia gabungan mereka sebagai pasangan.
Pada bulan Ramadan lalu, Aulia mulai merasakan sakit berkepanjangan yang disertai dengan demam selama satu minggu tanpa ada tanda-tanda perbaikan.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran dan mendorong Aulia untuk melakukan tes kehamilan atas saran orang-orang di sekitarnya.
Hasilnya menunjukkan bahwa ia hamil, namun ketika diperiksa lebih lanjut oleh dokter, ditemukan fakta mengejutkan bahwa rahimnya kosong.
Aulia menuturkan kepada awak media, “Pas dicek, gak ada janinnya. Rahimnya kosong, gak ada apa-apa.”
Pernyataan ini menggambarkan kebingungan dan ketidakpastian yang dirasakannya saat itu. Meskipun hasil pemeriksaan awal tidak menunjukkan adanya janin, kondisi fisiknya tetap mengalami perubahan signifikan.
Setelah pemeriksaan awal tersebut, Aulia mengalami flek dan keluarnya gumpalan darah yang membuat dirinya dan suami kembali berkonsultasi dengan dokter.
Hasil konsultasi kedua ini menyarankan agar Aulia menjalani tindakan operasi untuk menangani kondisi kesehatannya. Namun demikian proses menuju keputusan operasi bukanlah hal yang mudah bagi Aulia dan Cahu.
Aulia mengakui bahwa ia merasa sangat terkejut ketika harus menghadapi kemungkinan operasi untuk pertama kalinya dalam hidupnya.
“Shock banget karena aku gak pernah operasi,” ujarnya mengisahkan perasaannya saat itu.
Pasangan ini pun memutuskan untuk mencari pendapat medis lain guna memastikan langkah penanganan terbaik bagi Aulia.
Di tengah upaya mencari solusi alternatif, situasi kesehatan Aulia mengalami perkembangan drastis ketika suatu hari ia mengalami pendarahan hebat.
Kejadian ini mendorong mereka untuk melakukan pemeriksaan lebih mendalam lagi dan akhirnya terungkaplah bahwa kehamilannya bersifat ektopik atau berada di luar rahim serta telah pecah di dalam perutnya.
“Janin kosong itu ternyata karena kehamilan aku itu di luar rahim,” jelas Aulia sambil mengingat kembali kejadian tersebut.
“Karena tidak pada tempatnya, jadi dia tuh udah pendarahan, pecah di dalam perut. Sempat pendarahan di kasur,” tambahnya lagi menggambarkan betapa seriusnya kondisi yang dialaminya.
Kehamilan ektopik adalah kondisi medis serius di mana sel telur yang dibuahi menempel di luar rongga utama rahim biasanya pada tuba falopi tetapi bisa juga terjadi pada area lain seperti ovarium atau perut bagian bawah.
Kondisi ini sangat berbahaya jika tidak segera ditangani karena dapat menyebabkan komplikasi serius termasuk pecahnya tuba falopi hingga mengancam nyawa ibu hamil.
Aulia dan suaminya harus melalui masa-masa sulit selama proses diagnosis hingga penanganan medis dilakukan namun mereka tetap berusaha menjaga semangat positif dalam menghadapi cobaan ini bersama-sama.
Pengalaman pahit namun penuh pelajaran ini tentunya menjadi bagian dari perjalanan hidup mereka berdua sebagai pasangan suami istri baru sekaligus tantangan besar bagi kesehatan fisik maupun mental terutama bagi Aulia sendiri sebagai wanita muda karir yang sedang meniti kesuksesan dalam industri hiburan tanah air. (*/stch)
















