Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Bangunan Sekolah Terbengkalai akan Diubah Jadi Kopdes Merah Putih

Menteri koordinator bidang perekonomian, zulkifli hasanMenteri koordinator bidang perekonomian, zulkifli hasan

BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Bangunan sekolah terbengkalai kini tidak lagi harus menjadi beban atau simbol ketidakberdayaan di desa.

Pemerintah mendorong pemanfaatan aset desa yang mangkrak, salah satunya dengan menjadikan bangunan bekas sekolah sebagai pusat kegiatan ekonomi berbasis masyarakat melalui program Koperasi Desa atau Kopdes Merah Putih.

Salah satu contoh nyata dari rencana pemanfaatan aset desa ini terdapat di Desa Sraten, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, di mana bekas bangunan Sekolah Dasar Inpres akan disulap menjadi pusat koperasi desa yang produktif dan berkelanjutan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas, mengungkapkan bahwa inisiatif ini sangat bergantung pada kreativitas masing-masing desa dalam memanfaatkan aset yang ada.

Ia menyoroti bahwa banyak bangunan sekolah SD Inpres yang dibangun pada era Presiden Soeharto kini tidak lagi digunakan dan sebagian besar berdiri di atas tanah milik desa.

“Jadi teman-teman Kopdes itu bagaimana kreatifitas masing-masing desa. Ini ada sekolah bekas yang tidak terpakai karena dulukan Pak Harto bangun SD Inpres itu banyak dan ini di tanah desa yang bisa dimanfaatkan,” ujarnya, Selasa (6/5).

Menurut Zulhas, bangunan lama seperti SD Inpres memiliki struktur dan lahan yang cukup strategis untuk dijadikan pusat koperasi desa. Selain mampu menghidupkan kembali aset yang sebelumnya terbengkalai, transformasi ini juga membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi desa berbasis koperasi.

Hal ini sejalan dengan visi pemerintah dalam mendorong penguatan ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan masyarakat desa melalui program ekonomi produktif yang dapat menjangkau sektor pertanian, logistik, dan kebutuhan pokok masyarakat.

Zulhas menambahkan, agar pemanfaatan aset ini berjalan optimal, pihak pengelola koperasi dapat mengajukan proposal yang nantinya akan ditinjau oleh lembaga keuangan atau perbankan.

Ia menekankan pentingnya mengubah bangunan terbengkalai menjadi sarana ekonomi produktif yang dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat desa.

“Daripada terbengkalai, dijadikan (aset pendukung) Kopdes, diperbaiki dibikinin proposal agar bisa dimanfaatkan dengan benar,” tegasnya.

Kementerian melihat potensi besar dari halaman luas bekas sekolah yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan hasil pertanian, sembako, pupuk, hingga alsintan (alat dan mesin pertanian).

Zulhas optimistis bahwa penggunaan aset desa secara tepat sasaran akan meningkatkan kapasitas koperasi desa dalam mendukung ketahanan pangan dan memperkuat distribusi logistik desa ke pasar yang lebih luas.

“Nantinya ini (bisa) jadi gudang pupuk, gudang sembako, gudang hasil-hasil pertanian, tempat menyimpan alsintan (alat dan mesin pertanian), dan tempat simpan gabah. Jadi ini tinggal diajukan, nanti bank lihat,” ujarnya.

Pemanfaatan sekolah terbengkalai menjadi Kopdes Merah Putih ini sekaligus menjadi contoh konkret bagaimana program ekonomi desa yang terintegrasi dengan kebijakan pemberdayaan aset negara dapat berkontribusi pada peningkatan ekonomi lokal.

Dengan strategi digitalisasi koperasi dan transformasi aset desa yang tepat, Kopdes Merah Putih diharapkan mampu menjembatani kebutuhan petani, pelaku UMKM, dan masyarakat desa terhadap layanan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing. (*)

Berita Sebelumnya
Worldcoin dan worldid dibekukan

Worldcoin dan WorldID Dibekukan: Perlindungan Data Biometrik Jadi Prioritas Pemerintah di Era Ekonomi Digital

Berita Selanjutnya
Sulawesi rangking pertama pertumbuhan ekonomi

Sulawesi Peringkat Pertama Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi di Indonesia