Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Bantuan Air Bersih Banyumas Mulai Didistribusikan, 3 Desa Jadi Prioritas Penanganan Kekeringan

Tiga Desa Dilanda KekeringanTiga Desa Dilanda Kekeringan
BANTUAN: Petugas BPBD Banyumas menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di desa Karanglewas, Jatilawang, Sabtu (11/7)

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Musim kemarau yang mulai berlangsung di Kabupaten Banyumas menyebabkan sejumlah wilayah mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.

Kondisi tersebut membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas melakukan langkah cepat dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan.

Sebanyak tiga desa di Kabupaten Banyumas tercatat mulai mengalami penurunan ketersediaan air bersih akibat musim kemarau.

BPBD Banyumas mendistribusikan total 15 ribu liter air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan warga di Desa Kedungwuluh Lor, Kecamatan Patikraja, Desa Karanglewas, Kecamatan Jatilawang, serta Desa Panusupan, Kecamatan Cilongok.

Distribusi bantuan air bersih tersebut dilakukan pada Sabtu (11/7) sebagai bentuk respons pemerintah terhadap laporan masyarakat terkait berkurangnya sumber air.

Setiap desa mendapatkan bantuan sebanyak satu ritase dengan volume 5.000 liter air bersih.

Kepala Bidang Darurat dan Logistik BPBD Banyumas, Abdul Ladjis, menjelaskan bahwa seluruh pasokan air bersih yang disalurkan berasal dari hydrant PDAM Patikraja.

Air tersebut kemudian dikirim menggunakan armada tangki menuju lokasi yang membutuhkan.

“Setiap lokasi mendapat satu ritase atau 5.000 liter air bersih yang diambil dari hydrant PDAM Patikraja. Total ada 15 ribu liter yang kami distribusikan,” ujar Abdul.

Menurutnya, bantuan air bersih tersebut diberikan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama menghadapi dampak musim kemarau.

Air yang disalurkan digunakan warga untuk berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, mencuci, hingga kebutuhan sanitasi.

Dalam proses distribusi, BPBD Banyumas menyesuaikan dengan kondisi dan kesiapan masing-masing wilayah.

Warga telah menyediakan berbagai tempat penampungan agar bantuan air dapat digunakan secara optimal.

Beberapa tempat penyimpanan yang digunakan antara lain toren dengan kapasitas 2.000 liter dan 1.000 liter, drum, ember, hingga penampungan berbahan terpal.

BPBD Banyumas memastikan penyaluran bantuan air bersih akan terus dilakukan apabila masih terdapat wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air.

Pemerintah daerah juga membuka layanan pengajuan bagi desa-desa yang mulai terdampak kekeringan.

Abdul mengatakan, hingga Minggu (12/7), pihaknya belum menerima laporan tambahan terkait permintaan distribusi air bersih dari wilayah lain.

Meski demikian, BPBD Banyumas tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi musim kemarau.

“Kami mengimbau desa yang mulai mengalami kekurangan air bersih agar segera berkoordinasi dan mengajukan permohonan ke BPBD. Nanti akan kami tindak lanjuti sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan,” katanya.

Ancaman kekeringan memang menjadi perhatian pemerintah daerah setiap memasuki musim kemarau.

Beberapa wilayah yang bergantung pada sumber mata air maupun sumur dangkal biasanya menjadi daerah yang paling cepat mengalami dampak ketika curah hujan mulai berkurang.

Selain mengandalkan bantuan pemerintah, masyarakat juga diimbau untuk menggunakan air secara bijak agar persediaan yang ada dapat bertahan lebih lama.

Penghematan penggunaan air menjadi salah satu langkah penting untuk menghadapi kemungkinan kemarau panjang.

BPBD Banyumas juga terus melakukan koordinasi dengan pemerintah desa untuk memetakan wilayah yang berpotensi mengalami krisis air bersih.

Dengan pemantauan secara berkala, bantuan diharapkan dapat diberikan lebih cepat kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kondisi kekeringan di Banyumas menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau perlu dilakukan bersama antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait.

Ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus terus dijaga agar aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan baik meski menghadapi tantangan perubahan cuaca.

Dengan distribusi 15 ribu liter air bersih tersebut, BPBD Banyumas berharap kebutuhan warga di tiga desa terdampak dapat terpenuhi sementara waktu sambil terus memantau perkembangan musim kemarau yang masih berlangsung. (zet/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Situs Lukisan Gua Resmi Cagar Budaya

Lukisan Purba 67.800 Tahun di Sulawesi Tenggara Raih Guinness World Records 2026

Berita Selanjutnya
Kemendagri Prihatin OTT Kepala Daerah Kembali Terjadi

Kemendagri Prihatin Maraknya OTT Kepala Daerah, Minta Kasus Korupsi Tidak Terulang