BANYUMASEKSPRES.ID, Penyanyi muda berbakat, Bernadya, siap merilis album terbaru yang diyakini akan memberikan warna baru dalam industri musik Tanah Air.
Album penuh kedua ini diharapkan membawa nuansa yang berbeda dibandingkan dengan mini album ‘Terlintas’ dan debut album ‘Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan’.
Dalam perbincangan dengan awak media, Bernadya mengungkapkan bahwa karya terbarunya ini menggambarkan fase baru dalam hidupnya.
“Ini cukup berbeda, albumnya sekarang soal fase baru hidupku,” ujar Bernadya.
Penyanyi berusia 21 tahun ini menyoroti berbagai aspek yang membuat albumnya kali ini unik, mulai dari aransemen musik hingga tema yang diusung.
“Muda, nostalgia, pahit manis, intens, bawah sadar, dan tidak jelas,” adalah beberapa elemen yang menurut Bernadya akan menjadi inti dari album barunya.
Salah satu langkah berani yang dilakukan Bernadya dalam album ini adalah membawa kembali nuansa nostalgia era 2000-an melalui interpretasinya sendiri.
“Musiknya itu kami buat nostalgic. Kami enggak mau melabel semua musik 2000-an, tetapi nostalgic membawa ke satu masa yang mungkin mereka pernah tinggal di situ gitu,” jelasnya.
Bernadya juga mengungkapkan perubahan persona sebagai bagian dari strategi kreatif untuk album mendatang.
Jika sebelumnya ia dikenal dengan gaya busana serba hitam, kini ia memilih untuk bereksperimen dengan pakaian warna-warni.
Perubahan tersebut tampaknya sejalan dengan dinamika lagu-lagu dalam albumnya yang penuh warna.
“Misalnya lagu Kita Buat Menyenangkan itu warnanya orange, nah lagu lain nanti juga banyak warnanya,” tambah Bernadya.
Proyek ambisius ini dimulai sejak tahun lalu setelah Bernadya sukses menggelar konser bertajuk Untungnya, Untungnya di Graha Bhakti Budaya.
Adryanto Pratono, CEO JUNI Records, menyatakan bahwa pengembangan materi album sudah berjalan cukup jauh dengan sekitar delapan lagu telah disiapkan.
“Proyek ini kami mulai tahun lalu. Semenjak bikin konser Untungnya, Untungnya di Graha Bhakti Budaya. Saya sudah dapat beberapa demo lagunya, lusa kami langsung pergi mengerjakan lagu pertama dan kedua,” kata Adryanto.
Meskipun album pertamanya mendapat sambutan positif dan mendulang kesuksesan luar biasa, Bernadya enggan membebani dirinya dengan ekspektasi tinggi pada proyek kali ini.
Baginya, kebebasan tanpa tekanan adalah kunci untuk menciptakan karya yang tulus dan autentik.
Dia berharap bisa menulis lagu-lagu tanpa ekspektasi yang berlebihan agar hasil akhirnya tetap orisinal dan menyentuh hati pendengar.
Pada saat yang sama, keputusan Bernadya untuk mengeksplorasi nuansa nostalgia tak lepas dari keinginannya untuk mengajak pendengar kembali ke masa lalu sambil tetap relevan dengan selera masa kini.
Dengan demikian, ia berusaha merangkul para penggemar lama sekaligus menarik perhatian generasi baru.
Dalam proses kreatif pembuatan album kali ini, tantangan terbesar bagi Bernadya adalah menjaga keseimbangan antara inovasi dan mempertahankan elemen khas yang telah membawanya ke puncak popularitas.
Namun demikian, keyakinannya bahwa musik harus berevolusi seiring waktu membuatnya semakin termotivasi untuk menyajikan sesuatu yang segar bagi para penikmat musik.
Bernadya memastikan bahwa album terbarunya tidak hanya akan memanjakan telinga namun juga mampu menyentuh emosi pendengar melalui lirik-lirik yang kuat dan aransemen musik yang kaya akan sentuhan personalnya.
Tema-tema seperti perjalanan hidup anak muda hingga refleksi atas kenangan masa lalu menjadi benang merah dalam setiap lagu.
Dia percaya bahwa eksplorasi tema-tema tersebut tidak hanya memberikan kedalaman pada karya-karyanya tetapi juga memungkinkan pendengar untuk menemukan cerminan diri mereka dalam setiap bait lagu.
Ini adalah salah satu alasan mengapa dia begitu fokus pada penciptaan musik yang dapat menciptakan ikatan emosional antara artis dan audiens.
Selain merampungkan album kedua ini, Bernadya juga memiliki sejumlah rencana ambisius lainnya untuk memperluas jangkauan kariernya di dunia musik. (*/dda)
















