Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

BLUD Pariwisata Banyumas Disesuaikan, Kolam Retensi dan Kapal Bayu Sena Gantikan Baturraden

Dua obyek baru masuk bludDua obyek baru masuk blud

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Skema Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) untuk sektor pariwisata di Kabupaten Banyumas dipastikan tetap berjalan, meski Lokawisata Baturraden akan resmi keluar dari struktur pengelolaan BLUD.

Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas menegaskan bahwa penyesuaian ini merupakan langkah strategis untuk menjaga kinerja pelayanan publik sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“BLUD tetap dipertahankan, tetapi PAD harus tetap naik. Ini merupakan jalan tengah. Tidak serta merta BLUD dihapus,” ujar Wardoyo, Kepala Bidang Pariwisata Dinporabudpar Banyumas.

Menurut Wardoyo, keberadaan BLUD selama ini memberikan keleluasaan dalam manajemen operasional dan keuangan.

Dengan skema ini, pengelolaan objek wisata tidak sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sehingga dinilai lebih fleksibel dan responsif terhadap kebutuhan pelayanan publik.

Namun dengan dikeluarkannya Lokawisata Baturraden dari struktur BLUD, Dinporabudpar memutuskan untuk menambah dua destinasi baru ke dalam manajemen BLUD, yaitu Kolam Retensi dan Kapal Bayu Sena Tambaknegara.

Penambahan ini dimaksudkan agar keseimbangan keuangan serta jangkauan pelayanan BLUD tetap terjaga.

“Penambahan dua obyek tersebut untuk keseimbangan keuangan di BLUD,” tambahnya.

Adapun pengelolaan Lokawisata Baturraden akan dialihkan ke UPTD Lokawisata Purwomas. Wardoyo menyampaikan bahwa rencana penggabungan ini kini sudah masuk tahap finalisasi dan tinggal menunggu pengesahan melalui Peraturan Bupati (Perbup) sebagai payung hukum yang sah.

“Arah pembahasannya, Lokawisata Baturraden digabung di UPTD Purwomas. Belum disahkan, namun pembahasan akhir keputusannya seperti itu,” jelas Wardoyo lagi.

Targetnya, pengalihan pengelolaan ini dapat selesai sebelum penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P), yang direncanakan berlangsung antara Juli hingga September 2025.

Seiring dengan peralihan ini, Dinporabudpar telah menyiapkan penyesuaian operasional, termasuk alokasi anggaran, reposisi sumber daya manusia, serta pengelolaan sarana dan prasarana.

Untuk mendukung operasional Lokawisata Baturraden di bawah UPTD Purwomas, dinas telah mengusulkan anggaran tahunan sekitar Rp2,5 miliar.

Jika peralihan pengelolaan dilakukan di tengah tahun, maka anggaran yang dibutuhkan hanya separuh dari jumlah tersebut.

“Kalau setengah tahun berarti anggaran yang diajukan hanya separuhnya,” ungkap Wardoyo.

Dengan penambahan Lokawisata Baturraden, status kelembagaan UPTD Lokawisata Purwomas juga akan mengalami peningkatan dari tipe B menjadi tipe A. Kenaikan status ini akan menyesuaikan beban kerja yang bertambah seiring jumlah objek wisata yang ditangani.

Sementara itu, dari sisi BLUD, Koordinator Pemasaran BLUD Pariwisata Topan Pramukti menyatakan kesiapan menghadapi dinamika kebijakan ini.

Ia menyebut bahwa pengelolaan dua objek wisata baru bukan sekadar tantangan, namun juga peluang dalam meningkatkan kinerja layanan dan kontribusi PAD dari sektor pariwisata.

“Tahun ini BLUD akan dapat PR dari Pemkab Banyumas. Dua obyek baru ini menjadi tantangan sekaligus peluang,” ujar Topan.

Proses perubahan skema ini kini berada pada fase transisi dan tinggal menunggu pengesahan Perbup agar segera bisa dijalankan secara resmi, termasuk dialokasikan dalam perubahan anggaran daerah mendatang.

Dengan pengelolaan yang tepat dan kolaboratif, Banyumas menargetkan peningkatan pelayanan publik yang selaras dengan pertumbuhan sektor pariwisata daerah. (alw/stch)

Berita Sebelumnya
Patung biawak didatangi wisatawan malaysia

Dari Viral Jadi Destinasi: Patung Biawak Wonosobo Tarik Wisatawan Lokal dan Mancanegara

Berita Selanjutnya
Ratusan balita kena stunting dan tbc di cilacap

Ratusan Balita Terpapar TBC dan Stunting di Cilacap, Pemkab Kucurkan Anggaran Rp 23,5 M untuk Penanganan