Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Insiden Roti Berjamur di Program MBG, DPRD Banyumas Minta Pengawasan Diperketat

Ilustrasi mbgIlustrasi mbg

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Kasus temuan roti sandwich berjamur dalam distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 2 Purwokerto menjadi sorotan tajam dari Komisi IV DPRD Banyumas.

Anggota Komisi IV, dr. Henry Christianto, secara tegas menyampaikan bahwa pengawasan program yang menyasar ribuan siswa ini harus ditingkatkan secara serius.

“Menyayangkan. Di bidang seperti ini, kesalahan tidak boleh ada,” tegas Henry saat dimintai tanggapan pada Jumat (30/5/2025).

Ia menyebut pihaknya akan segera meminta klarifikasi dari tim dapur MBG serta dinas terkait. Henry menekankan pentingnya pengecekan menyeluruh terhadap bahan makanan, terutama menjelang distribusi kepada siswa penerima manfaat.

“Akan kita klarifikasi,” ujarnya lagi, memastikan kasus ini tidak akan dibiarkan begitu saja.

Sejak awal peluncuran program MBG, Komisi IV memang telah aktif mengawal kualitas pelaksanaannya.

Mereka telah melakukan pengecekan mulai dari bahan baku makanan, proses pengolahan di dapur, hingga sistem distribusi ke sekolah.

“Sudah kami cek semua jalur makanan. Meski begitu, tetap ada kemungkinan kesalahan. Seharusnya tidak terjadi seperti ini,” ujar Henry, menggarisbawahi pentingnya disiplin tinggi dalam pengawasan pangan siswa.

Ia menegaskan bahwa dalam program yang menyentuh gizi anak sekolah, ketelitian harus menjadi harga mati.

“Kejadian ini jangan sampai terulang lagi,” pungkasnya.

Peristiwa ini mencuat setelah seorang siswa kelas XI 5 SMAN 2 Purwokerto mengunggah foto roti sandwich berjamur ke media sosial pada Selasa (27/5) pagi.

Roti tersebut diketahui masih memiliki tanggal kedaluwarsa 30 Juli 2025 dan memiliki aroma cokelat, namun ditemukan dalam kondisi tidak layak konsumsi.

Sebanyak lima siswa dilaporkan menerima roti yang sudah berjamur. Kejadian ini tentu memicu kekhawatiran atas kualitas dan keamanan makanan dalam program MBG, yang selama ini menjadi andalan pemenuhan gizi anak sekolah.

Wakil Kepala SMAN 2 Purwokerto Bidang Kesiswaan, Irsyam Priadi, menyatakan bahwa pihak sekolah baru mengetahui insiden itu setelah mendapat laporan dari masyarakat. Ia mengonfirmasi bahwa jumlah penerima MBG di sekolah tersebut mencapai 793 siswa.

“Sejak 22 Mei, menu MBG yang didistribusikan adalah roti, susu, dan buah,” jelas Irsyam.

Pihak sekolah telah melaporkan temuan ini ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) GOR Satria dan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas.

Beruntung, hingga kini tidak ada keluhan kesehatan dari siswa yang menerima dan mengonsumsi paket makanan MBG hari itu.

Ahli Gizi dari SPPG, Algi Suganda, menjelaskan bahwa pihaknya mendistribusikan sebanyak 2.483 paket makanan MBG ke lima sekolah pada hari kejadian. Temuan roti jamur di SMAN 2 Purwokerto langsung dilaporkan ke pihak supplier untuk segera dilakukan penarikan produk bermasalah.

“Pengecekan makanan selalu dilakukan quality control. Empat sekolah lain belum melaporkan temuan seperti ini,” jelas Algi.

Ia menegaskan bahwa sistem kontrol kualitas telah menjadi prosedur tetap dalam penyaluran makanan MBG, meskipun insiden seperti ini tetap bisa terjadi karena faktor distribusi atau penyimpanan.

SPPG berkomitmen untuk memperketat pengawasan mutu, khususnya terkait penyimpanan makanan dan pemilihan supplier.

Dalam upaya menjamin keamanan pangan, distribusi MBG ke depan akan dipantau secara lebih ketat, termasuk peningkatan inspeksi terhadap bahan makanan yang mudah rusak.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan dalam program bantuan makanan yang menyasar kalangan rentan, terutama pelajar sekolah menengah atas.

Jika tidak dikawal dengan serius, maka niat baik dari program Makan Bergizi Gratis justru bisa menimbulkan masalah kesehatan di kalangan peserta didik. (res/stch)

Berita Sebelumnya
24 ribu ton beras diekspor ke malaysia

Indonesia Ekspor 24 Ribu Ton Beras ke Malaysia, Perdagangan B2B Mulai Bergerak

Berita Selanjutnya
Presiden macron kunjungi borobudur

Presiden Macron Puji Borobudur: Lambang Toleransi dan Warisan Budaya Dunia