BANYUMASEKSPRES.ID, Brescia resmi dinyatakan bangkrut setelah Pengadilan Italia mengeluarkan putusan yang mengakhiri perjalanan klub sepak bola berusia 114 tahun tersebut.
Keputusan yang dibacakan pada Selasa (28/7/2026) itu sekaligus membuat Brescia kehilangan status sebagai klub profesional setelah gagal memenuhi kewajiban keuangan yang dipersyaratkan untuk mengikuti kompetisi.
Kebangkrutan Brescia menjadi salah satu kabar paling mengejutkan di dunia sepak bola Italia.
Klub yang berdiri sejak 1911 dan dikenal dengan julukan Le Rondinelle itu memiliki sejarah panjang sebagai salah satu tim tradisional Italia, meski tidak pernah menjadi langganan juara Serie A.
Selama lebih dari satu abad, Brescia telah menjadi tempat lahir dan berkembangnya banyak pemain besar dunia.
Namun, krisis finansial yang terus memburuk akhirnya memaksa klub tersebut mengakhiri kiprahnya di sepak bola profesional.
Penyebab utama kebangkrutan Brescia adalah beban utang yang mencapai sekitar 20 juta euro atau setara Rp415 miliar.
Kondisi keuangan tersebut membuat klub tidak mampu memenuhi kewajiban pembayaran kepada berbagai pihak, termasuk persyaratan administratif untuk mempertahankan lisensi mengikuti kompetisi profesional di Italia.
Akibat gagal memenuhi kewajiban tersebut, Brescia kehilangan hak untuk tetap berkompetisi dan akhirnya diputus bangkrut oleh pengadilan.
Ironisnya, putusan tersebut diumumkan bertepatan dengan ulang tahun ke-70 pemilik klub, Massimo Cellino.
Momen yang seharusnya menjadi hari perayaan justru berubah menjadi hari paling kelam dalam sejarah Brescia.
Sebelum keputusan pengadilan dijatuhkan, Cellino sempat melakukan berbagai upaya terakhir untuk menyelamatkan klub.
Salah satunya dengan mengaktifkan kembali registrasi Brescia agar tetap diakui sebagai entitas sepak bola profesional.
Langkah tersebut berkaitan dengan peluang memperoleh dana solidaritas FIFA senilai sekitar 6 juta euro dari transfer mantan pemain akademi Brescia, Sandro Tonali.
Gelandang tim nasional Italia itu dikabarkan berpindah dari Newcastle United ke Tottenham Hotspur sehingga memunculkan hak kompensasi bagi klub pembinanya.
Namun, upaya tersebut tidak berhasil. Registrasi klub tidak dapat dipulihkan sehingga Brescia kehilangan hak menerima dana solidaritas tersebut.
Dana itu kemudian dialihkan ke pendanaan FIFA sesuai ketentuan yang berlaku.
Meski tidak memiliki banyak koleksi trofi bergengsi, Brescia tetap memiliki posisi istimewa dalam sejarah sepak bola Italia.
Klub ini dikenal sebagai tempat berkembangnya sejumlah pemain yang kemudian menjadi legenda dunia.
Andrea Pirlo memulai karier profesionalnya bersama Brescia sebelum menjelma menjadi salah satu gelandang terbaik sepanjang sejarah sepak bola.
Selain Pirlo, Roberto Baggio juga memilih Brescia sebagai klub terakhir dalam perjalanan kariernya dan tetap mampu menunjukkan kualitas luar biasa hingga pensiun.
Klub ini juga pernah diperkuat Pep Guardiola pada awal dekade 2000-an.
Sebelum sukses sebagai pelatih yang memenangkan banyak gelar bersama Barcelona, Bayern Munchen, hingga Manchester City, Guardiola sempat merasakan atmosfer sepak bola Italia bersama Brescia.
Dalam era yang lebih modern, Brescia juga menjadi rumah bagi sejumlah nama besar seperti Marek Hamsik dan Mario Balotelli.
Kehadiran para pemain tersebut memperkuat citra Brescia sebagai klub yang mampu melahirkan dan menarik pemain berkualitas meski bukan termasuk tim papan atas Serie A.
Kebangkrutan Brescia menjadi pengingat bahwa sejarah panjang dan nama besar sebuah klub tidak selalu mampu menjamin stabilitas keuangan.
Krisis finansial yang tidak tertangani dengan baik dapat mengakhiri perjalanan klub, bahkan yang telah berdiri lebih dari satu abad.
Dengan putusan pengadilan tersebut, nama Brescia untuk sementara menghilang dari kompetisi sepak bola profesional Italia.
Meski demikian, banyak pihak berharap identitas klub yang telah menjadi bagian penting sejarah sepak bola Italia itu dapat kembali bangkit melalui proses pembentukan klub baru di masa mendatang, sebagaimana yang pernah dialami sejumlah klub besar Italia lainnya. (*/stch/dda)
















