BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS — Destinasi wisata alam yang terkenal, Kedung Kampak, yang terletak di Desa Selanegara, Kecamatan Sumpiuh, tetap mempertahankan kebijakan penerapan tiket masuk setelah libur Hari Raya Idul Fitri.
Langkah ini diambil mengingat tingginya minat pengunjung yang terus terpantau pasca liburan Lebaran.
Namun, meskipun tiket masuk tetap diberlakukan, pengelola tidak menerapkan kebijakan ini setiap hari seperti saat puncak libur.
Tiket hanya akan dikenakan pada hari-hari tertentu sesuai dengan tingkat kunjungan wisatawan.
Ketua Pengelola Wisata Kedung Kampak, Achmad Mustaqim, menjelaskan bahwa tiket masuk akan diberlakukan pada akhir pekan panjang. Saat ini, jam operasional tiket mencakup hari Jumat, Sabtu, dan Minggu.
“Jumat, Sabtu dan Minggu masih diberlakukan tiket masuk Kedung Kampak,” ungkap Achmad dalam keterangannya pada Senin (13/4).
Keputusan ini telah melalui musyawarah dengan berbagai pihak terkait dan disepakati bahwa tiket hanya akan dikenakan selama tiga hari dalam sepekan.
Pengelola juga memastikan petugas tiket akan bersiaga di loket pada hari-hari tersebut.
Langkah ini diambil untuk menjamin kelancaran pengelolaan dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.
Awalnya, pengelola merencanakan untuk memberlakukan tiket hanya pada hari Sabtu dan Minggu.
Namun, tingginya kunjungan wisatawan pada hari Jumat mendorong pengelola untuk menambah satu hari operasional lagi.
Hal ini menunjukkan bahwa minat wisatawan terhadap Kedung Kampak masih sangat tinggi, terutama karena daya tarik wisata berbasis sungai dengan formasi bebatuan alami yang menawan.
Achmad melanjutkan dengan menjelaskan pentingnya penerapan sistem tiketing di kawasan wisata Kedung Kampak.
“Terkait tiketing di wisata Kedung Kampak sangat membantu masuknya dana retribusi. Sehingga kas masuk pengelola ada peningkatan dibanding hari-hari sebelumnya,” papar Achmad.
Pendapatan dari penjualan tiket tersebut dialokasikan untuk mendukung operasional serta pengembangan kawasan wisata.
Upaya pengelola untuk meningkatkan kualitas layanan bagi para pengunjung sangat diperhatikan.
Dana yang diperoleh dari tiket digunakan untuk menjaga kebersihan dan memperbaiki fasilitas yang ada di area wisata.
Selain itu, dana tersebut juga dialokasikan untuk meningkatkan daya tarik kawasan wisata agar tetap menjadi destinasi favorit bagi baik wisatawan lokal maupun dari luar daerah.
Di wilayah Banyumas timur, sektor pariwisata masih tergolong terbatas dengan banyak potensi yang belum sepenuhnya dikembangkan.
Oleh karena itu, pengelola berkomitmen untuk terus mengembangkan potensi wisata sebagai penggerak ekonomi lokal.
Pengembangan sektor pariwisata diharapkan mampu mendorong pemberdayaan masyarakat setempat sekaligus membuka peluang usaha baru di kawasan tersebut.
Kedung Kampak tidak hanya menawarkan keindahan alamnya yang memukau tetapi juga berperan sebagai salah satu pilar ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Dengan adanya peningkatan dalam jumlah kunjungan wisatawan pasca lebaran ini, harapannya adalah mampu menciptakan lapangan kerja baru serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal secara keseluruhan. (fij/stch/dda)
















