Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Debit Irigasi Serayu Hanya Setengahnya, Petani di Banyumas Terlambat Tanam

Irigasi serayu hanya setengah debitIrigasi serayu hanya setengah debit
MENCARI IKAN: Anak-anak sedang mencari ikan di Daerah Irigasi Serayu yang melintasi wilayah Banyumas timur, Selasa (5/8).

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Para petani di wilayah timur Banyumas menghadapi tantangan dalam masa tanam padi pada musim tanam kedua yang mengalami keterlambatan.

Hingga awal Agustus ini, saluran irigasi Serayu masih harus mengalirkan air meskipun hanya dengan setengah debit.

Kondisi ini diungkapkan oleh Sugeng Santoso, Koordinator Korpokla SDA Wilayah Serayu Hilir, yang menyatakan bahwa keterlambatan tanam membuat usia tanaman padi di sejumlah lokasi masih berada di kisaran 30 hingga 40 hari setelah ditanam. Pada usia ini, tanaman padi masih sangat memerlukan pasokan air yang cukup.

“Irigasi sampai saat ini masih mengalir, tapi hanya setengah debit untuk mencukupi tanaman padi yang masih membutuhkan air di masa tanam dua,” jelas Sugeng kepada awak media pada Selasa (5/8).

Menurut hasil rapat Komisi Irigasi, Daerah Irigasi (DI) Serayu seharusnya mulai ditutup sementara per 1 Agustus untuk wilayah timur Banyumas seperti Kemranjen, Sumpiuh, dan Tambak.

Namun demikian, karena ada petani yang masih memerlukan pasokan air untuk sawah mereka, jadwal penutupan tidak dapat diterapkan sepenuhnya.

Sugeng menambahkan bahwa “untuk pengeringan masih dialirkan kering setengah basah yang butuh dialiri air irigasi.”

Hal ini berarti bahwa meskipun irigasi seharusnya sudah dihentikan sementara waktu, tetap ada kebutuhan untuk mengalirkan air agar tanaman padi tidak kekeringan.

Korpokla SDA Wilayah Serayu Hilir sebenarnya telah melakukan sosialisasi jauh-jauh hari kepada para petani. Tujuannya adalah agar para petani bisa mempercepat masa tanam sehingga panen dapat dilakukan sebelum irigasi ditutup sesuai jadwal.

Namun sayangnya, tidak semua petani dapat mengikuti jadwal percepatan tersebut. Akibatnya, saluran irigasi tetap harus disalurkan meskipun dengan debit yang dikurangi.

Data dari UPTD PU Wilayah Sumpiuh menunjukkan bahwa areal persawahan yang masih bergantung pada pengairan dari DI Serayu mencakup Kecamatan Tambak dengan luas 665 hektare, Kecamatan Sumpiuh seluas 903 hektare, dan Kecamatan Kemranjen mencapai 1.504,5 hektare.

Luasnya areal pertanian ini menunjukkan betapa pentingnya peranan irigasi Serayu bagi keberlangsungan produksi pertanian di daerah tersebut.

Pengelola berharap bahwa kondisi ini tidak akan berdampak negatif terhadap produktivitas pertanian para petani dan berharap agar irigasi bisa kembali mengikuti jadwal semula dalam waktu dekat.

Kekhawatiran atas produktivitas pertanian menjadi perhatian utama karena berpotensi mempengaruhi ketahanan pangan di wilayah tersebut jika masalah ini berkepanjangan tanpa solusi yang tepat.

Selain itu, kejadian ini juga memberikan gambaran tentang tantangan dalam pengelolaan sumber daya air yang terkadang harus beradaptasi dengan kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat setempat.

Meskipun upaya sosialisasi telah dilakukan sebelumnya untuk mencegah keterlambatan masa tanam melalui percepatan penanaman padi, realisasi di lapangan menunjukkan adanya kesenjangan antara rencana dan pelaksanaan.

Para petani di wilayah timur Banyumas memang seringkali menghadapi berbagai kendala dalam proses bertani termasuk dalam hal pengaturan irigasi seperti saat ini. Ketergantungan pada sistem irigasi menjadi salah satu faktor krusial bagi keberhasilan panen mereka.

Keterlambatan dalam masa tanam selain berdampak pada kebutuhan air juga dapat mempengaruhi hasil panen secara keseluruhan apabila tidak dikelola dengan baik.

Dalam jangka panjang diperlukan strategi pengelolaan sumber daya air yang lebih adaptif dan responsif terhadap perubahan cuaca serta kebutuhan lapangan agar pertanian dapat terus berkelanjutan tanpa mengorbankan aspek ketahanan pangan lokal. (fij/stch)

Berita Sebelumnya
Sesko ogah gabung newcastle

Benjamin Sesko Ogah Gabung Newcastle, Lebih Ingin ke MU

Berita Selanjutnya
Jasad pria diduga warga jakarta mengambang di sungai serayu banyumas

Ditemukan Jasad Pria Diduga Warga Jakarta Mengambang di Sungai Serayu Banyumas