Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Desa Batur Banjarnegara Sembelih 890 Hewan Kurban, Daging Dibagi ke Berbagai Daerah

Daging Kurban Melimpah, Disebar ke Berbagai DaerahDaging Kurban Melimpah, Disebar ke Berbagai Daerah
MELIMPAH: Petugas kurban membagi daging kurban di Aula Desa Batur Banjarnegara, sebelum didistribusikan ke masyarakat

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Tradisi kurban massal yang telah menjadi bagian integral dari budaya masyarakat Desa Batur, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, kembali menampilkan pemandangan yang istimewa saat perayaan Idul Adha 1447 Hijriah.

Tahun ini, desa ini menyembelih total 890 hewan kurban yang terdiri dari 176 ekor sapi dan 714 ekor kambing.

Dengan jumlah hewan kurban yang melimpah tersebut, produksi daging kurban mencapai sekitar 25 ton.

Daging tersebut tidak hanya dinikmati oleh warga setempat, tetapi juga didistribusikan ke berbagai daerah lain di Jawa Tengah.

Sejak pagi hari, suasana di Desa Batur dipenuhi dengan aktivitas warga yang bergotong royong dalam menangani proses penyembelihan hingga distribusi daging.

Aula desa terlihat penuh dengan tumpukan daging sapi dan kambing yang siap dikemas untuk dibagikan kepada masyarakat.

Berdasarkan data dari panitia penyelenggara, daging hasil penyembelihan tersebut dibagi menjadi sekitar 8.600 paket yang akan didistribusikan kepada masyarakat di wilayah desa maupun luar desa.

Kepala Desa Batur, Ahmad Fauzi, menjelaskan bahwa tradisi kurban massal ini bukanlah hal baru bagi masyarakat setempat.

“Warga biasanya sudah mulai menabung sejak jauh hari agar bisa ikut berkurban saat Idul Adha. Tradisi ini sudah berlangsung lama dan terus dijaga bersama,” ujarnya pada Rabu (27/5/2026).

Menurutnya, pelaksanaan kurban di Desa Batur telah terorganisir dengan baik berkat adanya panitia khusus yang dibentuk setiap tahun.

Panitia ini bertanggung jawab mulai dari pengumpulan tabungan warga untuk membeli hewan kurban hingga proses penyembelihan dan distribusi daging.

“Semua dikerjakan dengan semangat gotong royong. Masing-masing petugas memiliki tugas sendiri supaya prosesnya berjalan lancar,” tambah Ahmad Fauzi.

Dengan ribuan warga datang ke lokasi pembagian daging kurban, suasana tetap tertib dan teratur berkat penerapan sistem kupon oleh panitia.

Warga pun antre dengan rapi untuk mengambil paket daging kurban yang telah disiapkan sejak pagi.

Salah seorang warga penerima daging kurban, Ani, mengungkapkan rasa syukurnya atas keberlangsungan tradisi ini.

“Alhamdulillah setiap tahun masyarakat bisa merasakan manfaat dari kurban. Ini menunjukkan bahwa kepedulian warga di sini masih sangat kuat,” katanya.

Melalui tradisi kurban massal ini, masyarakat Desa Batur tidak hanya menjalankan ibadah tahunan tetapi juga memperkuat tali solidaritas sosial antarwarga.

Keberhasilan pelaksanaan tradisi kurban massal ini juga menunjukkan bagaimana masyarakat Desa Batur mampu bersinergi dalam menjaga nilai-nilai kearifan lokal dan memastikan bahwa manfaat dari ibadah tersebut dapat dirasakan oleh lebih banyak orang.

Warga setempat berharap agar tradisi ini terus bertahan dan berkembang sehingga semakin banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat dari daging kurban tersebut.

Dalam konteks sosial, tradisi kurban massal di Desa Batur tidak hanya berfungsi sebagai ritual keagamaan tetapi juga sebagai wujud kepedulian sosial yang tinggi.

Hal ini terlihat dari upaya warga untuk menjangkau tetangga dan komunitas lain di sekitarnya melalui distribusi daging kurban.

Penyebaran daging hasil pemotongan hewan kurban tidak terbatas pada warga desa saja tetapi juga meliputi daerah-daerah seperti Wonosobo, Purbalingga, Banyumas, Temanggung hingga Magelang.

Sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat pegunungan Dieng, tradisi ini mencerminkan semangat gotong royong serta kesadaran kolektif dalam berbagi rezeki kepada sesama.

Dalam setiap tahunnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi momen spiritual tetapi juga menjadi ajang untuk memperkuat persaudaraan antarwarga serta membangun komunitas yang saling mendukung.

Menghadapi tantangan zaman modern, nilai-nilai tradisional seperti gotong royong dan kepedulian sosial seharusnya tetap dipertahankan dan dilestarikan oleh generasi muda.

Melalui pendidikan serta pengenalan akan pentingnya menjaga warisan budaya lokal seperti tradisi kurban massal ini, generasi penerus diharapkan dapat memahami makna sebenarnya dari ibadah tersebut serta pentingnya solidaritas sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

Dengan begitu banyaknya hewan yang disembelih dan daging yang didistribusikan kepada masyarakat luas, jelas bahwa kegiatan ini memiliki dampak positif yang signifikan bagi kehidupan warga desa serta lingkungan sekitarnya. (jud/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Nanjak Minimal, View Maksimal

Nikmati Panorama Menakjubkan dari Bukit Jatisewit, Destinasi Wisata Alam Favorit di Cilongok Banyumas

Berita Selanjutnya
Ayu Ting Ting Bakal Terbang ke Busan demi BTS

Ayu Ting Ting dan Bilqis Akan Terbang ke Korsel untuk Nonton BTS di Busan