BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Kebakaran hebat melanda sebuah rumah milik AS (42) di Jalan Flores, Kelurahan Sidanegara, Kecamatan Cilacap Tengah pada Kamis malam (12/3/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.
Peristiwa yang menimbulkan kerugian material diperkirakan mencapai Rp10 juta ini diduga disebabkan oleh korsleting listrik yang terjadi pada stop kontak yang terletak di belakang pintu mushola rumah tersebut.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Cilacap, Gatot Arif Widodo, memberikan keterangan mengenai dugaan penyebab kebakaran.
Ia menjelaskan bahwa investigasi awal menunjukkan bahwa kebakaran berasal dari instalasi listrik yang tidak terawat.
“Dugaan sementara kebakaran disebabkan korsleting listrik dari stop kontak di area belakang pintu mushola,” ungkap Gatot dalam pernyataannya pada Jumat (13/3/2026).
Peristiwa kebakaran ini pertama kali diketahui oleh seorang karyawan toko milik korban yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Karyawan tersebut mendengar suara letusan yang awalnya ia kira berasal dari kembang api.
Namun, rasa penasaran mendorongnya untuk memeriksa lebih dekat, dan ia mendapati kepulan asap tebal mengepul dari dalam rumah AS.
Sadar akan bahaya yang bisa ditimbulkan, saksi segera menghubungi Pos Damkar Cilacap untuk meminta bantuan.
Setelah menerima laporan darurat tersebut, petugas pemadam kebakaran dari Pos Damkar Cilacap langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan tindakan pemadaman.
Dalam waktu singkat, tim pemadam kebakaran berhasil mengendalikan api sehingga tidak meluas dan merusak bagian lain dari rumah tersebut.
“Petugas melakukan pemadaman, pendinginan, overhaul, serta pendataan di lokasi kejadian,” jelas Gatot mengenai langkah-langkah yang diambil oleh timnya.
Beruntung dalam insiden ini tidak ada korban jiwa maupun luka-luka yang dilaporkan.
Namun, kerugian akibat kebakaran tetap menjadi perhatian serius bagi masyarakat dan pihak berwenang.
Proses penanganan kebakaran ini melibatkan empat personel dari Damkar Cilacap serta dukungan relawan pemadam kebakaran setempat (Redkar).
Total penggunaan air untuk memadamkan api diperkirakan mencapai sekitar 3.000 liter.
Gatot Arif Widodo juga memberikan imbauan kepada masyarakat luas agar lebih waspada terhadap kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing.
Hal ini penting dilakukan untuk mencegah terjadinya insiden serupa yang dapat membahayakan keselamatan jiwa dan harta benda.
“Kami mengimbau masyarakat untuk rutin mengecek instalasi listrik agar kejadian serupa dapat dicegah,” tuturnya dengan tegas.
Kebakaran seperti ini bukanlah insiden yang jarang terjadi, dan sering kali bisa dicegah dengan langkah-langkah pencegahan sederhana namun efektif.
Misalnya, melakukan pemeriksaan rutin terhadap instalasi listrik, mengganti kabel atau stop kontak yang sudah tua atau rusak, serta memastikan bahwa alat-alat elektronik tidak dibiarkan menyala saat tidak digunakan.
Kesadaran akan pentingnya perawatan instalasi listrik dapat menyelamatkan banyak orang dari potensi bahaya kebakaran. Kejadian seperti ini juga mengingatkan kita akan dampak luas dari kebakaran.
Selain kerugian material yang diderita oleh pemilik rumah, sering kali kebakaran juga berdampak pada lingkungan sekitar dan bisa mengganggu kehidupan masyarakat di sekitarnya.
Kejadian serupa pernah terjadi sebelumnya di berbagai daerah lainnya, dan hal ini menunjukkan betapa pentingnya edukasi tentang keselamatan berbasis listrik bagi masyarakat umum.
Penting bagi setiap individu untuk menyadari bahwa meskipun banyak aspek kehidupan sehari-hari bergantung pada penggunaan listrik, penggunaan yang tidak hati-hati dapat berujung pada konsekuensi fatal.
Oleh karena itu, sosialisasi mengenai cara-cara pencegahan kebakaran harus terus digalakkan oleh pemerintah daerah serta lembaga terkait lainnya.
Dalam konteks ini juga perlu ada program-program pelatihan bagi warga mengenai penanganan keadaan darurat seperti kebakaran.
Dengan adanya pengetahuan dasar tentang cara menghadapi situasi darurat akan membantu memperkecil risiko dan dampak negatif jika suatu saat insiden serupa terjadi kembali. (jul/stch/dda)
















