BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Purbalingga mengonfirmasi bahwa ketersediaan vaksin di daerah ini berada dalam kondisi yang aman dan stabil.
Hal ini menjadi berita baik bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang mengandalkan imunisasi sebagai upaya pencegahan penyakit.
Stok vaksin yang tersedia saat ini diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan pelayanan imunisasi selama dua bulan ke depan.
Informasi ini disampaikan oleh Koordinator Imunisasi DinkesPPKB Purbalingga, Novita, pada Selasa (28/4/2026).
Menurut Novita, pasokan vaksin saat ini dalam kondisi baik dan tidak pernah mengalami kekosongan selama dua tahun terakhir.
“Ketersediaan vaksin sekarang sudah mulai stabil. Alhamdulillah untuk 2025 dan 2026 ini aman, tidak pernah terjadi kekosongan vaksin,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Pernyataan ini memberikan harapan bagi banyak orang tua yang menginginkan anak-anak mereka mendapatkan vaksinasi tepat waktu.
Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa kondisi kekosongan stok terakhir kali terjadi pada masa pasca pandemi Covid-19.
Momen tersebut menjadi tantangan besar untuk semua sektor kesehatan, termasuk penyimpanan dan distribusi vaksin.
Berdasarkan data terbaru per 17 April 2026, ribuan vial vaksin dari berbagai jenis masih tersedia dengan masa kedaluwarsa panjang hingga tahun 2027–2028.
Beberapa jenis vaksin dengan stok terbanyak mencakup OPV sebanyak 2.008 vial, ComBE Five sebanyak 1.267 vial, Valenina sebanyak 1.000 vial, Vecon Pediatric sebanyak 875 vial, dan BCG sebanyak 805 vial.
Dalam menjalankan program imunisasi, DinkesPPKB Purbalingga menerapkan metode pengusulan yang proaktif untuk menjaga ketersediaan vaksin tetap stabil.
Langkah ini penting agar distribusi vaksin ke fasilitas kesehatan berjalan lancar tanpa kendala kekosongan stok yang dapat mengganggu jadwal imunisasi anak-anak di wilayah tersebut.
Novita menambahkan bahwa secara teori, pengusulan vaksin dilakukan untuk kebutuhan satu bulan ditambah cadangan dua minggu.
Namun dalam praktiknya, mekanisme tersebut harus disesuaikan dengan ketersediaan dari tingkat provinsi.
“Sebagai contoh, sekarang (teori tersebut) memang bisa dikatakan tidak berlaku mutlak dengan kondisi kita, karena kadang stok di provinsi terbatas,” ungkapnya.
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada rencana yang matang dalam pengelolaan vaksinasi, tantangan dari luar tetap bisa memengaruhi pelaksanaan program.
Pentingnya program imunisasi bagi kesehatan masyarakat tidak bisa dianggap remeh.
Imunisasi adalah salah satu cara paling efektif untuk melindungi anak-anak dari penyakit menular yang dapat menimbulkan komplikasi serius atau bahkan kematian.
Dengan adanya jaminan ketersediaan vaksin yang stabil dari DinkesPPKB Purbalingga, masyarakat diharapkan dapat lebih tenang dan percaya diri dalam menjalani proses imunisasi.
DinkesPPKB juga memastikan bahwa fasilitas penyimpanan vaksin mengikuti standar cold chain yang ketat agar kualitas vaksin tetap terjaga hingga saat penggunaannya nanti.
Dalam hal ini, Novita menunjukkan fasilitas cold chain penyimpanan vaksin kepada awak media sebagai bentuk transparansi dan komitmen DinkesPPKB dalam menjaga mutu layanan kesehatan kepada masyarakat.
Dengan demikian, dukungan dari semua pihak sangat diperlukan untuk menjaga keberlangsungan program imunisasi ini. (alw/stch/dda)
















