Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

E-Parking GOR Satria Purwokerto Resmi Berlaku, Tarif Lebih Murah dan Sistem Lebih Tertib

GOR Satria Terapkan E ParkingGOR Satria Terapkan E Parking
E-PARKING: Petugas e-parking GOR Satria melakukan tap kartu pada mesin palang otomatis saat mengatur masuk kendaraan pengunjung, Selasa(5/5)

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Sistem parkir elektronik atau e-parking resmi diterapkan di kawasan GOR Satria Purwokerto sejak 1 April 2026.

Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya modernisasi dalam pengelolaan parkir, sekaligus bertujuan untuk meningkatkan ketertiban dan keamanan kendaraan yang diparkir.

Pengelolaan sistem parkir baru ini kini dipercayakan kepada Soul Parking, yang merupakan bagian dari PT Solusi Parkir Nusantara, yang berkolaborasi dengan Dinas Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas untuk menjalankan sistem yang lebih efisien ini.

Salah satu petugas yang terlibat dalam penerapan sistem e-parking ini, Adi, yang merupakan warga dari Purwokerto Lor, menjelaskan bahwa sistem baru ini menggantikan metode manual yang sebelumnya dinilai kurang efektif dan tertata.

Dengan implementasi sistem otomatis, akses keluar masuk kendaraan kini menggunakan palang otomatis yang dirancang untuk memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik.

“Saat ini lebih tertib, dan untuk pembayaran bisa pakai tunai, kartu member, atau uang elektronik seperti e-money, i-tol, dan brizzi,” jelas Adi.

Penggunaan sistem e-parking diharapkan dapat mempermudah pengguna sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan parkir.

Namun demikian, penerapan e-parking saat ini masih dalam tahap penyesuaian. Beberapa kendala teknis dan fasilitas yang belum sepenuhnya siap masih dirasakan oleh petugas di lapangan.

Adi mengungkapkan salah satu masalah yang dihadapi adalah kondisi atap di area penjagaan yang belum sepenuhnya terpasang.

Hal ini membuat petugas tetap terpapar panas matahari maupun hujan saat menjalankan tugas mereka.

“Kalau panas sama hujan masih kerasa karena atap belum full. Terus ini juga masih baru, jadi kalau lagi ramai memang agak lama, bisa bikin antrean. Pengendara diharap sabar,” ujarnya.

Antrean kendaraan biasanya terjadi ketika ada kegiatan besar di GOR Satria. Pada saat-saat seperti itu, volume kendaraan dapat meningkat secara signifikan hingga membentuk dua hingga tiga baris antrean di pintu masuk.

Adi juga menambahkan bahwa meskipun sistem otomatis telah diterapkan, tidak selalu berjalan tanpa hambatan.

Dalam situasi tertentu seperti gangguan mesin atau lonjakan jumlah kendaraan, sistem manual kembali diterapkan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas kendaraan.

“Kalau event besar, kadang tetap pakai manual supaya tidak terlalu macet,” tambahnya.

Sementara itu, Fauziah (29), seorang pengunjung asal Cilongok memberikan tanggapan positif terhadap penerapan sistem baru ini.

Ia merasakan adanya perubahan signifikan dalam ketertiban area parkir dibandingkan dengan sebelumnya.

“Jadi lebih teratur. Tarif juga lebih murah, dulu motor Rp2.000 sekarang sekitar Rp1.000. Tapi ya harus sabar kalau lagi antre,” ungkapnya.

Selain meningkatkan ketertiban area parkir, sistem e-parking juga diyakini mampu meminimalisir risiko kehilangan kendaraan yang sering terjadi pada metode parkir tradisional.

Dengan adanya kontrol akses yang lebih ketat di pintu keluar, pengunjung yang kehilangan kendaraan diwajibkan menunjukkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) sebagai bukti kepemilikan sebelum mendapatkan bantuan lebih lanjut dari pihak pengelola atau kepolisian jika dokumen tersebut tidak dapat ditunjukkan.

Pengelola juga menyediakan layanan kartu member bagi para pengguna setia area parkir tersebut.

Biaya pendaftaran awal untuk mendapatkan kartu member sebesar Rp40.000 mencakup biaya kartu serta langganan selama tiga bulan pertama penggunaan layanan e-parking ini.

Setelah periode tersebut berakhir, pengguna hanya perlu membayar biaya perpanjangan kartu sebesar Rp15.000 per bulan untuk terus menikmati kemudahan layanan parkir elektronik.

Namun pada saat ini, metode pembayaran menggunakan QRIS masih belum dapat diterapkan secara optimal karena kendala teknis seperti pantulan cahaya yang mengganggu proses pemindaian kode QR pada alat pembayaran tersebut menjadi salah satu tantangan terbesar dalam penerapan teknologi baru ini.

Secara umum, penerapan e-parking di GOR Satria merupakan langkah maju dalam modernisasi layanan publik di Kabupaten Banyumas dan dapat menjadi contoh bagi pengelolaan parkir di lokasi-lokasi lain di Indonesia.

Meskipun demikian, sejumlah evaluasi serta perbaikan masih diperlukan guna memastikan bahwa sistem e-parking dapat berfungsi dengan optimal dan memenuhi harapan masyarakat selama masa awal penerapannya. (zet/ali/stch/dda)

Berita Sebelumnya
HUT ke 40, RSUD Goeteng Perkuat Layanan dan Inovasi

HUT ke-40 RSUD Goeteng Purbalingga, Transformasi Digital Jadi Fokus Layanan Kesehatan

Berita Selanjutnya
Penjualan Bersaing, Peternak Beri Bonus

Jelang Idul Adha 1447 H, Peternak Kebumen Tawarkan Promo Beli 4 Sapi Gratis 1 Domba