BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat di pasar penjualan sapi menjelang perayaan Idul Adha 1447 H, para peternak mulai menerapkan berbagai strategi kreatif untuk menarik minat pembeli.
Salah satu peternak yang mengambil langkah inovatif adalah Yanuar Hidayat (24) dari Desa Jatimulyo, Kecamatan Alian.
Ia menawarkan promo menarik bagi para panitia kurban dengan memberikan bonus domba untuk setiap pembelian empat ekor sapi.
“Kadang ada panitia kurban, baik itu masjid, mushola atau instansi lainnya. Jika mereka membeli empat ekor sapi maka saya kasih satu ekor domba,” ungkap Yanuar saat diwawancarai pada Selasa (5/5).
Penawaran ini merupakan sebuah strategi yang cerdas untuk meningkatkan daya tarik produknya di tengah kompetisi yang meningkat dalam penjualan hewan kurban.
Menurut Yanuar, bonus domba ini tidak hanya sekadar tambahan produk, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh panitia kurban untuk kegiatan syukuran atau makan bersama setelah pelaksanaan ibadah kurban.
“Hitung-hitung sebagai hadiah. Domba ini juga merupakan hasil ternak sendiri,” tambahnya dengan semangat.
Dengan pendekatan ini, Yanuar berharap dapat memberikan nilai tambah kepada para pembeli dan memperkuat hubungannya dengan komunitas di sekitarnya.
Selain berfokus pada penjualan sapi, Yanuar juga mengembangkan usaha ternak domba.
Jumlah domba yang awalnya hanya beberapa ekor kini telah berkembang pesat dan dimanfaatkan sebagai bonus dalam penjualan sapi.
“Semoga berkah. Dalam usaha tidak hanya melihat keuntungan semata, namun juga keberkahan,” paparnya dengan penuh harapan.
Dalam upaya memenuhi permintaan pasar, Yanuar menawarkan berbagai jenis sapi berkualitas tinggi.
Di antara jenis yang dijual adalah sapi lokal jenis Peranakan Ongole (PO), yang dipasarkan dengan harga bervariasi antara Rp22 juta hingga Rp26 juta per ekor, tergantung pada bobotnya yang berkisar antara 300 hingga 400 kilogram.
Selain itu, ia juga menyediakan sapi Bali yang ditawarkan dengan harga Rp65 ribu per kilogram.
“Sapi Bali ini memiliki keunggulan tersendiri. Dengan bobot yang sama, karkas daging sapi Bali lebih banyak bila dibandingkan dengan sapi lainnya,” jelasnya menekankan kualitas produknya yang menjadi nilai jual utama.
Hal ini menunjukkan pemahaman Yanuar tentang pasar dan kebutuhan konsumennya.
Dengan adanya promo menarik dan produk unggulan tersebut, diharapkan dapat mendorong peningkatan penjualan menjelang Idul Adha tahun ini.
Persaingan di industri peternakan bisa jadi sangat ketat, tetapi inovasi seperti yang dilakukan oleh Yanuar bisa menjadi kunci sukses untuk meraih perhatian konsumen.
Lebih jauh lagi, keberanian Yanuar dalam menawarkan strategi pemasaran yang berbeda patut diapresiasi.
Ini bukan hanya soal bisnis semata tetapi juga tentang bagaimana membangun hubungan baik dengan masyarakat sekitar serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya ibadah kurban.
Dengan cara ini, peternak seperti Yanuar tidak hanya berkontribusi terhadap ekonomi lokal tetapi juga memperkuat ikatan sosial dalam komunitas. (mam/stch/dda)
















