BANYUMASEKSPRES.ID, SURABAYA – Industri otomotif Indonesia menunjukkan kinerja positif sepanjang 2026.
Pertumbuhan tidak hanya terlihat dari penjualan kendaraan di pasar domestik, tetapi juga dari ekspor kendaraan dan perkembangan kendaraan elektrik.
Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menyampaikan, penjualan kendaraan secara grosir atau wholesales sepanjang Januari-Juli 2026 mencapai 517 ribu unit.
Angka tersebut meningkat 18,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, penjualan kendaraan secara retail pada periode yang sama mencapai 511 ribu unit, atau tumbuh 12,3 persen.
Kinerja tersebut membuat pemerintah optimistis industri otomotif nasional mampu memenuhi target penjualan kendaraan domestik tahun ini.
Faisol Riza mengatakan, pemerintah optimistis target penjualan kendaraan domestik sebanyak 850 ribu unit pada 2026 dapat tercapai apabila tren pertumbuhan terus berlanjut.
Bahkan, pemerintah berharap pasar otomotif Indonesia dapat kembali menembus angka satu juta unit.
Optimisme tersebut disampaikan Faisol saat membuka GIIAS Surabaya 2026 di Grand City Convex, Surabaya, Rabu (26/8/2026).
“Saya optimistis, hampir bisa kami pastikan penjualan dalam negeri kami akan kembali menduduki peringkat pertama di kawasan setelah tahun lalu sedikit disalip Malaysia,” ujar Faisol.
Pertumbuhan penjualan kendaraan menjadi sinyal positif bagi industri otomotif nasional.
Peningkatan permintaan di pasar domestik juga berpotensi mendorong aktivitas produksi manufaktur, investasi, serta sektor pendukung seperti komponen kendaraan dan jasa distribusi.
Selain pasar domestik, ekspor kendaraan Indonesia juga menunjukkan pertumbuhan.
Data Kementerian Perindustrian menunjukkan, ekspor kendaraan utuh atau Completely Built Up (CBU) pada Januari-Juli 2026 mencapai sekitar 293 ribu unit.
Jumlah tersebut meningkat 3,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ekspor CBU menunjukkan bahwa industri otomotif Indonesia tidak hanya bergantung pada permintaan pasar dalam negeri.
Produk kendaraan yang diproduksi di Indonesia juga semakin memiliki peluang di pasar internasional.
Pemerintah berharap tren ekspor tersebut dapat terus dipertahankan seiring dengan meningkatnya kepercayaan terhadap kemampuan industri otomotif nasional.
Pertumbuhan yang lebih tinggi terlihat pada ekspor kendaraan dalam bentuk Completely Knocked Down (CKD).
Ekspor CKD pada Januari-Juli 2026 tumbuh 36,5 persen, dengan volume mencapai hampir 48 ribu unit.
CKD merupakan kendaraan yang dikirim dalam bentuk komponen atau bagian-bagian kendaraan untuk kemudian dirakit di negara tujuan.
Peningkatan ekspor CKD menunjukkan adanya aktivitas produksi dan rantai pasok otomotif Indonesia yang semakin berkembang.
Kinerja tersebut juga menjadi peluang bagi industri komponen dalam negeri untuk memperluas pasar dan meningkatkan kapasitas produksi.
Perkembangan industri otomotif juga dinilai sejalan dengan pertumbuhan sektor manufaktur nasional.
Faisol menyebut pertumbuhan sektor manufaktur Indonesia mencapai 5,32 persen dan memberikan kontribusi sebesar 16,83 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Menurutnya, peningkatan investasi dan ekspor menjadi faktor penting untuk memperkuat daya saing manufaktur Indonesia.
Optimisme pemerintah tidak hanya ditujukan untuk pasar domestik. Industri otomotif Indonesia juga diharapkan semakin mampu bersaing di pasar internasional.
“Saya bangga mengatakan bahwa optimisme tidak berhenti di pasar domestik. Namun, kepercayaan kami terhadap industri otomotif di pasar internasional juga semakin meningkat,” kata Faisol.
Pertumbuhan industri otomotif tersebut turut terlihat dalam penyelenggaraan GIIAS Surabaya 2026.
Pameran otomotif tersebut berlangsung di Grand City Convex pada 26-31 Agustus 2026. Sebanyak 37 merek kendaraan ikut ambil bagian dalam pameran tersebut.
Dari jumlah tersebut, terdapat 26 merek kendaraan roda empat, satu merek kendaraan komersial, dan 10 merek kendaraan roda dua.
GIIAS Surabaya menjadi salah satu ajang penting bagi industri otomotif untuk memperkenalkan produk terbaru sekaligus mempertemukan produsen dengan konsumen.
Dengan penjualan domestik yang meningkat, ekspor CBU yang tumbuh, serta lonjakan ekspor CKD, pemerintah melihat prospek industri otomotif Indonesia pada 2026 masih cukup kuat. (*/stch/dda)














