Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Tips Traveling Anti Boros Tetap Bisa Lakukan Hal-Hal Seru Selama Perjalanan
Fakta Sparkling Water Benarkah Dapat Turunkan Berat Badan? Simak Penjelasannya

Fakta Sparkling Water Benarkah Dapat Turunkan Berat Badan? Simak Penjelasannya

Fakta Meminum Sparkling WaterFakta Meminum Sparkling Water

BANYUMASEKSPRES.ID, Sparkling water atau air berkarbonasi tanpa gula semakin populer sebagai alternatif minuman rendah kalori.

Selain memberikan sensasi menyegarkan, minuman ini kerap dipilih oleh orang yang ingin mengurangi konsumsi minuman manis selama menjalani program diet.

Menariknya, sebuah studi terbaru menemukan adanya kemungkinan hubungan antara karbon dioksida (CO2) dalam air berkarbonasi dan proses metabolisme tubuh.

Temuan tersebut memunculkan pertanyaan apakah sparkling water bisa membantu menurunkan berat badan.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal BMJ Nutrition, Prevention & Health menyebut CO2 yang masuk ke dalam tubuh berpotensi memengaruhi pemrosesan glukosa di dalam sel darah merah.

Mekanisme tersebut secara teori dapat berkontribusi terhadap metabolisme energi. Namun, bukan berarti minum sparkling water secara rutin otomatis membuat berat badan turun.

Manfaat Meminum Sparkling Water

Efek yang ditemukan peneliti relatif kecil sehingga tetap diperlukan pola makan seimbang dan aktivitas fisik untuk mendapatkan hasil penurunan berat badan yang berkelanjutan.

Bagaimana Sparkling Water Diduga Memengaruhi Berat Badan?

Penelitian tersebut mengaitkan manfaat air berkarbonasi dengan keberadaan CO2. Ketika sparkling water diminum, karbon dioksida dapat masuk ke saluran pencernaan dan kemudian berinteraksi dengan sistem tubuh.

Peneliti mengembangkan hipotesis berdasarkan mekanisme yang sebelumnya diamati dalam proses hemodialisis. Selain itu, simak penjelasan atas fakta meminum Americano bisa turunkan berat badan.

Dalam proses tersebut, CO2 dapat masuk ke dalam darah dan berhubungan dengan perubahan tertentu dalam sel darah merah.

Dari mekanisme tersebut, peneliti menduga karbon dioksida dari sparkling water dapat membantu proses penyerapan atau pemanfaatan glukosa oleh sel darah merah.

Secara teori, proses tersebut berpotensi memberikan pengaruh terhadap metabolisme. Meski demikian, temuan ini tidak dapat diartikan bahwa sparkling water merupakan minuman pembakar lemak.

Peneliti menekankan bahwa kontribusi CO2 terhadap penurunan berat badan sangat terbatas. Oleh karena itu, diperlukan persiapan dan konsultasi atas tindakan penurunan berat badan.

Sparkling Water Bisa Membantu Merasa Kenyang

Selain dugaan pengaruh terhadap metabolisme, air berkarbonasi untuk diet juga dapat memberikan efek kenyang pada sebagian orang.

Gas yang terdapat dalam sparkling water dapat menyebabkan lambung mengalami peregangan sementara.

Kondisi tersebut berpotensi membuat seseorang merasa lebih cepat kenyang sehingga keinginan makan atau ngemil dapat berkurang. Efek ini bisa menjadi keuntungan bagi orang yang sedang mengatur asupan kalori.

Mengganti minuman tinggi kalori dengan air berkarbonasi tanpa gula juga dapat membantu mengurangi jumlah kalori yang masuk dari minuman.

Namun, tingkat rasa kenyang dapat berbeda pada setiap orang. Ada yang merasa lebih puas setelah minum sparkling water, tetapi ada pula yang tidak merasakan perbedaan berarti dibandingkan air putih biasa.

Manfaatnya Tidak Sebesar yang Dibayangkan

Pelatih gaya hidup dan penurunan berat badan Emily Morse menjelaskan bahwa sparkling water memang berpotensi membantu program diet, tetapi pengaruhnya relatif kecil.

Artinya, seseorang tidak bisa mengandalkan konsumsi air berkarbonasi sebagai strategi utama untuk menurunkan berat badan.

Penurunan berat badan tetap sangat dipengaruhi oleh keseimbangan kalori, kualitas makanan, aktivitas fisik, tidur, serta kebiasaan hidup secara keseluruhan.

Dengan kata lain, mengganti minuman bersoda manis dengan sparkling water tanpa gula dapat menjadi pilihan yang lebih baik, tetapi minuman tersebut bukan faktor utama yang menentukan keberhasilan diet.

Pilih Sparkling Water Tanpa Gula

Jika ingin menjadikan sparkling water sebagai bagian dari pola makan, perhatikan komposisinya. Pilihan yang paling sederhana adalah produk yang hanya mengandung air dan karbon dioksida tanpa tambahan gula.

Hindari menganggap semua minuman berkarbonasi sebagai pilihan sehat. Sebagian produk dapat mengandung gula, pemanis, sirup, atau bahan tambahan lain yang meningkatkan kandungan kalorinya.

Untuk membantu program menurunkan berat badan, pilih sparkling water tanpa gula dan tanpa tambahan kalori. Membaca label nutrisi sebelum membeli tetap menjadi langkah penting.

Apakah Sparkling Water Bisa Menjadi Pengganti Air Putih?

Bagi orang yang menyukai sensasi soda tetapi ingin mengurangi minuman manis, sparkling water dapat menjadi alternatif.

Namun, air putih tetap merupakan pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Ahli juga mengingatkan bahwa respons tubuh terhadap minuman berkarbonasi berbeda-beda.

Sebagian orang mungkin mengalami kembung, perut terasa penuh, atau lebih banyak gas setelah mengonsumsinya. Jika muncul ketidaknyamanan, konsumsi dapat dikurangi atau diganti dengan air putih biasa.

Pada akhirnya, sparkling water dan penurunan berat badan memiliki hubungan yang masih perlu dipahami secara lebih mendalam.

Studi yang ada menunjukkan kemungkinan manfaat melalui mekanisme tertentu, tetapi efeknya terlalu kecil untuk dijadikan strategi tunggal.

Jadi, jika menyukai sparkling water, minuman ini boleh menjadi bagian dari pola hidup sehat selama memilih produk tanpa gula.

Namun, untuk hasil diet yang lebih optimal, tetap prioritaskan pola makan bergizi seimbang, aktivitas fisik rutin, dan hidrasi yang cukup. (*/nds)

Berita Sebelumnya
Traveling Hemat Uang

Tips Traveling Anti Boros Tetap Bisa Lakukan Hal-Hal Seru Selama Perjalanan