Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Frekuensi 900 MHz untuk Internet RI, Apa Keunggulannya dan Mengapa Penting?

Frekuensi 900 MHzFrekuensi 900 MHz
Antena internet menjadi bagian penting dalam pengembangan jaringan seluler yang memanfaatkan spektrum frekuensi 900 MHz

BANYUMASEKSPRES.ID, Frekuensi 900 MHz menjadi salah satu spektrum yang kembali menarik perhatian dalam pengembangan internet Indonesia pada 2026. Pemerintah menyiapkan pemanfaatannya sebagai bagian dari strategi memperluas cakupan dan meningkatkan kualitas jaringan seluler nasional.

Frekuensi 900 MHz bukan teknologi internet baru, melainkan pita spektrum radio yang digunakan untuk mendukung jaringan bergerak seluler. Karakteristiknya membuat pita ini cocok menjadi lapisan cakupan untuk layanan mobile broadband, termasuk jaringan 4G.

Sederhananya, frekuensi rendah seperti 900 MHz dapat menjangkau area lebih luas dibandingkan banyak pita berfrekuensi lebih tinggi. Gelombangnya juga relatif lebih baik dalam melewati hambatan, sehingga berpotensi membantu layanan di wilayah dengan kondisi geografis yang menantang.

Bagi Indonesia, kemampuan tersebut sangat penting karena pembangunan jaringan tidak hanya berfokus pada kota besar. Pemerataan konektivitas juga harus menjangkau kawasan perdesaan, wilayah terpencil, kepulauan, dan daerah yang masih memiliki kualitas sinyal terbatas.

Salah satu keunggulan utama frekuensi 900 MHz adalah jangkauannya yang luas. Operator dapat memanfaatkannya untuk membangun cakupan jaringan dengan efisiensi infrastruktur yang lebih baik dibandingkan jika hanya mengandalkan pita frekuensi tinggi.

Pita ini juga dapat digunakan sebagai lapisan cakupan dalam kombinasi beberapa spektrum. Frekuensi rendah dapat membantu menjaga jangkauan, sedangkan pita yang lebih tinggi dapat digunakan untuk menambah kapasitas dan mendukung kebutuhan data yang besar.

Namun, 900 MHz tidak otomatis membuat internet setiap pengguna menjadi lebih cepat. Kecepatan tetap dipengaruhi lebar pita, jumlah pengguna, kualitas perangkat, teknologi jaringan, kapasitas BTS, serta jaringan transmisi yang menghubungkan infrastruktur operator.

Karena itu, manfaat frekuensi 900 MHz sebaiknya dilihat sebagai bagian dari ekosistem jaringan. Operator membutuhkan kombinasi spektrum, pembangunan BTS, backhaul, listrik, fiber optik, dan optimasi jaringan agar peningkatan kualitas benar-benar dirasakan pelanggan.

Kebutuhan spektrum terus meningkat seiring bertambahnya penggunaan internet. Video berkualitas tinggi, konferensi daring, gim online, transaksi digital, layanan pemerintah, kecerdasan buatan, dan perangkat Internet of Things membutuhkan jaringan dengan kapasitas semakin besar.

Pemerintah juga sedang memperkuat berbagai lapisan spektrum untuk menjawab kebutuhan tersebut. Pada Juli 2026, Komdigi menetapkan pemenang seleksi pita 700 MHz dan 2,6 GHz setelah seluruh tahapan seleksi serta masa sanggah selesai.

Hasil seleksi tersebut menunjukkan bahwa penataan spektrum dilakukan secara bertahap, bukan hanya mengandalkan satu pita frekuensi. Tambahan spektrum diharapkan membuat jaringan seluler lebih cepat, stabil, dan efisien bagi masyarakat.

Dalam seleksi 700 MHz dan 2,6 GHz, pemerintah juga mewajibkan pemenang menghadirkan layanan 4G di 538 desa dan kelurahan yang belum memiliki atau masih memiliki sinyal lemah. Kewajiban tersebut menunjukkan bahwa kebijakan spektrum diarahkan tidak hanya untuk kapasitas, tetapi juga pemerataan akses internet.

Rencana pemanfaatan 900 MHz berkaitan dengan penataan kembali spektrum setelah proses merger dan integrasi jaringan operator. Spektrum yang tersedia nantinya dapat dialokasikan kembali melalui mekanisme seleksi sesuai kebijakan pemerintah.

Hingga Agustus 2026, lelang 900 MHz belum selesai dan spektrum tersebut belum dapat dianggap sebagai tambahan kapasitas yang langsung aktif bagi seluruh operator. Pemerintah masih menyiapkan proses pemanfaatannya setelah menyelesaikan seleksi 700 MHz dan 2,6 GHz.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid sebelumnya menyampaikan target agar lelang 900 MHz dapat dimulai pada akhir 2026. Karena masih berada dalam tahap persiapan, waktu pelaksanaan dan hasil akhirnya tetap perlu menunggu pengumuman resmi pemerintah.

Langkah tersebut menjadi penting karena spektrum radio merupakan sumber daya terbatas yang harus dimanfaatkan secara efisien. Pengalokasian yang tepat dapat membantu operator memperluas jaringan sekaligus meningkatkan kemampuan menghadapi pertumbuhan trafik data.

Jika pemanfaatan 900 MHz berjalan sesuai rencana, pengguna berpotensi mendapatkan peningkatan kualitas cakupan jaringan di sejumlah wilayah. Manfaatnya dapat berupa koneksi yang lebih stabil dan peluang peningkatan kapasitas ketika spektrum tersebut dipadukan dengan jaringan lain.

Meski demikian, kualitas internet tidak hanya ditentukan oleh frekuensi. Investasi operator pada BTS, transmisi, fiber optik, perangkat jaringan, dan pemeliharaan tetap menjadi faktor penting dalam menentukan pengalaman pengguna.

Penataan spektrum sebelumnya juga menunjukkan bahwa proses refarming membutuhkan koordinasi teknis yang kompleks. Tujuannya adalah mengatur kembali penggunaan frekuensi tanpa mengganggu layanan yang sudah dinikmati masyarakat.

Pada akhirnya, frekuensi 900 MHz memiliki nilai strategis karena karakteristiknya mendukung cakupan jaringan yang luas. Jika dipadukan dengan investasi infrastruktur dan kebijakan pemerataan yang konsisten, spektrum ini dapat membantu memperkuat fondasi internet Indonesia.

Bagi masyarakat, perkembangan lelang 900 MHz layak dipantau hingga akhir 2026. Keberhasilan pengalokasian spektrum akan menjadi salah satu bagian penting dalam upaya menghadirkan jaringan seluler yang lebih merata, stabil, dan mampu mengikuti pertumbuhan kebutuhan digital Indonesia. (mdr)

Berita Sebelumnya
Acer Aspire Go 15,

Acer Aspire Go 15 Rilis, Jadi Alternatif MacBook Neo dengan Harga Rp 4 Jutaan

Berita Selanjutnya
JungleLand

Punya Nama Agus? Bisa Masuk Jungleland Gratis Selama Agustus 2026, Ini Syaratnya