Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Update Gempa NTT Hari Ini: 103 Orang Meninggal dan 1.666 Warga Luka-Luka
GP Belanda 2026 Zandvoort Chaos, Ribuan Penonton Terlambat Saksikan Sprint

GP Belanda 2026 Zandvoort Chaos, Ribuan Penonton Terlambat Saksikan Sprint

GP Belanda 2026 Bikin Zandvoort SesakGP Belanda 2026 Bikin Zandvoort Sesak
SESAK: Lebih dari 100 ribu penonton memadati Zandvoort pada GP Belanda 2026. Antrean panjang hingga keterlambatan mewarnai edisi terakhir

BANYUMASEKSPRES.ID, ZANDVOORT – Grand Prix Belanda 2026 di Circuit Zandvoort berlangsung dalam suasana yang sangat meriah sekaligus diwarnai persoalan akses transportasi.

Lebih dari 100 ribu penonton memadati kawasan Zandvoort sepanjang akhir pekan Formula 1 (F1), tetapi kepadatan perjalanan menuju sirkuit membuat sejumlah penggemar terlambat menyaksikan Sprint.

Situasi tersebut terjadi pada Sabtu (22/8/2026), ketika penonton mulai bergerak menuju Circuit Zandvoort untuk menyaksikan Sprint F1.

Balapan Sprint yang berlangsung 24 lap itu dimulai sekitar pukul 12.00 waktu setempat.

Besarnya jumlah penonton membuat akses menuju sirkuit mengalami kepadatan.

Stasiun-stasiun yang menjadi jalur utama menuju Zandvoort dipenuhi penggemar F1, termasuk Amsterdam Centraal, Amsterdam Sloterdijk, dan Haarlem.

Laporan media menyebut gangguan layanan kereta, pembatalan perjalanan, serta antrean panjang membuat sebagian penggemar harus menunggu lebih lama.

Antusiasme penonton terhadap GP Belanda 2026 memang sangat tinggi. Edisi tahun ini menjadi momen spesial karena Zandvoort untuk terakhir kalinya menjadi tuan rumah balapan Formula 1.

Menurut NL Times, gelaran Sprint pada Sabtu berlangsung dalam kondisi tiket terjual habis dengan jumlah penonton lebih dari 100 ribu orang.

Besarnya antusiasme tersebut membuat arus manusia menuju sirkuit meningkat tajam sejak pagi.

Sebagian besar penggemar memilih menggunakan transportasi umum untuk menuju Circuit Zandvoort.

Lebih dari 50 ribu penonton disebut melewati Amsterdam Centraal dalam perjalanan menuju kawasan balap.

Kondisi tersebut menjadi tantangan besar bagi sistem transportasi yang harus mengangkut penonton dalam waktu hampir bersamaan.

Kepadatan mulai terasa ketika para penggemar memadati stasiun pada Sabtu pagi. Antrean panjang terjadi karena penonton harus melewati sejumlah akses sebelum mencapai peron.

Masalah bertambah ketika beberapa layanan kereta mengalami keterlambatan hingga pembatalan.

Sejumlah penumpang bahkan sudah berada di dalam kereta tetapi kemudian harus turun karena perjalanan tidak dapat dilanjutkan.

Gangguan tersebut membuat arus penonton menuju Zandvoort tersendat. Di beberapa stasiun, jumlah penumpang yang menunggu kereta semakin bertambah sehingga menciptakan suasana yang sangat padat.

Akibatnya, sejumlah penggemar F1 tidak berhasil tiba di Circuit Zandvoort sebelum Sprint dimulai.

Salah satu faktor yang membuat situasi semakin rumit adalah format akhir pekan GP Belanda 2026. Untuk pertama kalinya, Zandvoort menggelar Sprint pada akhir pekan balapan.

Sprint berlangsung pada Sabtu siang, sehingga penonton harus tiba di sirkuit lebih pagi dibandingkan pola kedatangan pada hari balapan utama.

Kondisi ini membuat arus penonton terkonsentrasi dalam periode waktu yang relatif singkat.

Ketika puluhan ribu penggemar bergerak menuju sirkuit secara bersamaan, gangguan kecil pada layanan transportasi dapat berdampak besar terhadap keseluruhan perjalanan.

Laporan mengenai situasi tersebut juga menunjukkan adanya keluhan dari penggemar yang merasa kesulitan mencapai area sirkuit akibat kepadatan.

Media internasional melaporkan bahwa sebagian penonton bahkan melewatkan Sprint karena gangguan perjalanan.

Di tengah kekacauan perjalanan menuju sirkuit, Sprint Formula 1 GP Belanda 2026 tetap berlangsung sesuai jadwal.

George Russell dari Mercedes berhasil meraih kemenangan setelah memulai balapan dari posisi terdepan.

Charles Leclerc finis kedua, sementara Lando Norris menempati posisi ketiga.

Kimi Antonelli finis keempat, sedangkan pembalap tuan rumah Max Verstappen berada di posisi keenam. Lewis Hamilton menyelesaikan Sprint di posisi ketujuh.

Hasil tersebut membuat persaingan kejuaraan dunia F1 semakin menarik, sementara perhatian penggemar juga tertuju pada atmosfer perpisahan Zandvoort dari kalender Formula 1.

Tingginya jumlah penonton tidak terlepas dari status GP Belanda 2026 sebagai balapan terakhir Formula 1 di Zandvoort.

Setelah kembali ke kalender F1 pada 2021, Circuit Zandvoort menjadi salah satu balapan yang memiliki atmosfer paling khas.

Dukungan penggemar Belanda, khususnya kelompok suporter berwarna oranye atau Orange Army, membuat Grand Prix Belanda dikenal memiliki suasana yang sangat meriah.

Namun, setelah musim 2026, Zandvoort tidak lagi masuk kalender Formula 1. Balapan utama pada Minggu (23/8) menjadi penutup era penyelenggaraan GP Belanda di sirkuit tersebut.

Reuters menyebut edisi 2026 sebagai penutup perjalanan Zandvoort setelah kembali ke kalender F1 pada 2021.

Dengan demikian, kepadatan penonton pada akhir pekan GP Belanda 2026 juga menunjukkan besarnya minat terhadap kesempatan terakhir menyaksikan Formula 1 secara langsung di Zandvoort.

Meski perjalanan menuju sirkuit diwarnai antrean, keterlambatan, dan pembatalan kereta, antusiasme penonton tetap menjadi salah satu cerita utama dari GP Belanda 2026.

Puluhan ribu penggemar rela berdesakan demi menyaksikan aksi Formula 1 di salah satu sirkuit paling ikonik Eropa untuk terakhir kalinya.

Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa penyelenggaraan event olahraga berskala besar membutuhkan sistem transportasi dan manajemen penonton yang mampu mengantisipasi lonjakan perjalanan, terutama ketika jadwal kompetisi membuat sebagian besar penonton datang pada waktu yang hampir bersamaan. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Korban Gempa NTT Tembus 103 Orang

Update Gempa NTT Hari Ini: 103 Orang Meninggal dan 1.666 Warga Luka-Luka