Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Harga Pertamax, Pertamax Turbo hingga Dexlite Berpotensi Turun Awal Juli 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Awal JuliHarga Pertamax Berpeluang Turun Awal Juli
Ilustrasi BBM nonsubsidi Pertamax Turbo

BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Dalam perkembangan terbaru yang berkaitan dengan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, mengeluarkan pernyataan penting di hadapan awak media.

Ia meminta jajaran direksi perusahaan energi nasional ini untuk segera menyiapkan langkah-langkah penyesuaian harga BBM nonsubsidi secara bertahap, yang direncanakan akan dimulai pada awal Juli 2026.

Permintaan ini disampaikan menyusul adanya tren penurunan harga minyak mentah dunia yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

“Kami dari jajaran dewan komisaris mendorong direksi dan manajemen Pertamina untuk segera melakukan penyesuaian terhadap harga minyak mentah dunia yang telah menunjukkan penurunan,” ungkap Iriawan dalam konferensi pers pada Jumat, 26 Juni 2026.

Pernyataan ini mencerminkan keseriusan pihak Pertamina dalam menanggapi fluktuasi harga pasar global dan dampaknya terhadap konsumen domestik.

Pada perdagangan hari itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tercatat berada pada level US$ 71,533 per barel.

Sementara itu, harga minyak mentah Brent juga menunjukkan angka positif dengan catatan di level US$ 74,835 per barel.

Penurunan harga-harga ini menjadi sinyal bagi Pertamina untuk mempertimbangkan penyesuaian harga BBM nonsubsidi demi menjaga daya beli masyarakat.

Lebih lanjut, Iriawan menyatakan bahwa diskusi akan dilakukan dengan jajaran direksi Pertamina serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk membahas potensi penyesuaian harga BBM nonsubsidi tersebut.

Dalam konteks ini, penting bagi konsumen untuk mengetahui bahwa perubahan harga tidak hanya dipengaruhi oleh harga minyak internasional tetapi juga oleh berbagai faktor lain yang terkait dengan kebijakan pemerintah dan kondisi ekonomi global.

Sebagai informasi tambahan, berdasarkan data terakhir mengenai harga BBM ritel nonsubsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) per tanggal 10 Juni 2026, terdapat kenaikan signifikan pada beberapa jenis bahan bakar.

Misalnya, harga Pertamax (RON 92) mengalami peningkatan dari Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter.

Di sisi lain, Pertamax Green 95 (RON 95) juga mengalami kenaikan dari Rp 12.900 per liter menjadi Rp 17 ribu per liter.

Sementara itu, harga jenis bahan bakar lainnya seperti Pertamax Turbo (RON 98) tetap berada di angka Rp 20.750 per liter.

Dexlite (CN 51) tidak mengalami perubahan dengan tetap bertahan di Rp 23 ribu per liter, sedangkan Pertamina Dex (CN 53) tetap di level Rp 24.800 per liter.

Informasi ini penting bagi masyarakat agar dapat memahami dinamika perubahan harga BBM yang terjadi di lapangan.

Iriawan menegaskan bahwa proses penyesuaian harga BBM harus dilakukan melalui sejumlah prosedur yang ketat dan tidak bisa dilaksanakan dalam waktu singkat.

Hal ini dimaksudkan agar konsumen terlindungi dari fluktuasi harga harian yang ekstrem yang seringkali tidak dapat diprediksi dengan akurat.

“Ada prosedurnya ya karena minyak yang sekarang ini prosesnya berasal dari bulan lalu dengan harga sebelumnya,” jelas Iriawan lebih lanjut.

Dengan kata lain, meskipun ada penurunan harga minyak mentah saat ini, proses pengadaan dan distribusi BBM memerlukan waktu sebelum dapat mencerminkan perubahan tersebut ke dalam tarif yang dibebankan kepada konsumen. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Desak Evaluasi MBG dan Sejumlah Kebijakan

Mahasiswa PNC dan UNAIC Demo di Cilacap, Desak Evaluasi MBG

Berita Selanjutnya
Pemkab Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan

Pemkab Banjarnegara Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan, Langkah Strategis untuk Menghadapi Musim Kemarau