BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Cilacap, yang terletak di pesisir selatan Jawa Tengah, kembali menunjukkan potensi besar dalam sektor perikanan. Aktivitas nelayan yang berlangsung hampir sepanjang tahun menjadikan daerah ini sebagai salah satu lumbung hasil tangkapan laut utama di Indonesia.
Hal ini terlihat jelas dari tingginya nilai transaksi pelelangan ikan yang terjadi di wilayah tersebut, yang menjadi indikator kuat keberhasilan sektor perikanan lokal.
Menurut Untung Jayanto, Ketua Koperasi Unit Desa (KUD) Mino Saroyo Cilacap, total transaksi yang tercatat di delapan tempat pelelangan ikan (TPI) yang dikelola oleh koperasi nelayan di Cilacap mencapai sekitar Rp 22,1 miliar selama kuartal pertama tahun 2025.
Ini menunjukkan kinerja yang sangat positif dalam perdagangan hasil laut di daerah ini, yang memberi dampak positif bagi ekonomi lokal dan kesejahteraan para nelayan.
“Transaksi di TPI Cilacap sangat menggembirakan, terutama pada bulan Maret yang mencapai sekitar Rp 8,3 miliar,” ungkap Untung. “Transaksi pada bulan Januari tercatat sebesar Rp 6,1 miliar, Februari Rp 3,5 miliar, dan pada bulan April Rp 4,2 miliar,” tambahnya.
Angka-angka ini menunjukkan fluktuasi yang wajar dalam sektor perikanan, dengan peningkatan yang cukup signifikan selama bulan-bulan pertama tahun 2025.
Salah satu faktor yang mempengaruhi tingginya nilai transaksi ikan di Cilacap adalah musim yang sedang berlangsung. Saat ini, wilayah perairan Cilacap sedang memasuki musim angin timur, yang umumnya berlangsung antara Mei hingga Oktober setiap tahunnya.
Musim angin timur dikenal dengan kondisi laut yang lebih tenang dan arus yang mendukung aktivitas melaut. Ini menjadikan waktu yang sangat menguntungkan bagi nelayan, karena mereka bisa menangkap berbagai jenis ikan lebih mudah dan dalam jumlah yang lebih besar.
“Hasil tangkapan ikan saat ini jauh lebih baik dibandingkan bulan Januari dan Februari, karena beberapa jenis ikan, seperti layur, mulai banyak ditemukan,” ujar Untung dengan penuh rasa optimis.
Layur adalah salah satu jenis ikan yang cukup dicari di pasar, sehingga tangkapan ikan jenis ini oleh nelayan tentu memberikan keuntungan yang signifikan.
Musim angin timur memang sangat dinantikan oleh nelayan di Cilacap, karena pada periode ini hasil tangkapan biasanya meningkat.
“Semoga tahun ini hasil tangkapan semakin melimpah dan memberikan manfaat besar bagi nelayan Cilacap,” harap Untung.
Ia juga menambahkan bahwa selain layur, jenis ikan lain yang banyak ditemukan di musim ini adalah ikan tongkol, ikan tenggiri, dan ikan cucut, yang semuanya memiliki pasar yang luas baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Keberhasilan dalam sektor perikanan Cilacap ini tidak terlepas dari peran tempat pelelangan ikan (TPI) yang terus berkembang. TPI menjadi jantung dari transaksi jual beli hasil tangkapan nelayan.
TPI di Cilacap tidak hanya menjadi tempat untuk menjual ikan, tetapi juga pusat perdagangan yang menghubungkan nelayan dengan pedagang besar dan pasar di luar daerah.
Selain itu, peningkatan transaksi ini juga mencerminkan keberhasilan para nelayan dalam menghadapi tantangan alam.
Meski kondisi laut kadang tidak menentu, mereka berhasil memanfaatkan setiap musim dengan baik. Dengan dukungan musim angin timur, nelayan Cilacap kini menikmati masa panen ikan yang melimpah.
Pemerintah daerah juga memberikan perhatian lebih terhadap sektor perikanan. Infrastruktur yang mendukung kegiatan nelayan, seperti pelabuhan perikanan dan fasilitas lelang ikan, terus diperbaiki.
Ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dalam proses penangkapan ikan dan distribusinya, serta meningkatkan kesejahteraan para nelayan yang sudah lama berjuang dengan keras untuk memperoleh hasil laut.
Dalam beberapa tahun terakhir, sektor perikanan di Cilacap telah mengalami kemajuan yang pesat, baik dari segi volume hasil tangkapan maupun nilai transaksi yang tercatat.
Dengan potensi besar yang dimiliki, diharapkan hasil tangkapan yang melimpah ini dapat terus meningkatkan perekonomian masyarakat lokal dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami berharap agar sektor perikanan di Cilacap terus berkembang, dan hasil tangkapan tetap melimpah, terutama selama musim angin timur,” tutup Untung. (ray/stch)
















