BANYUMASEKSPRES.ID, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini, Kamis, 28 Agustus 2025, diprediksi akan menguji resistance di level 8.000 setelah penutupan yang menguat pada perdagangan sebelumnya.
Tiga saham yang menjadi fokus utama investor hari ini adalah HRUM, INTP, dan MBMA.
Berdasarkan riset, BRI Danareksa Sekuritas menilai secara teknikal bahwa IHSG berpeluang menguji batas resistance di area 8.000.
Sementara itu, perhatian pasar pada perdagangan juga akan tertuju pada data-data penting seperti rilis Produk Domestik Bruto (GDP), Core Personal Consumption Expenditures (PCE), dan klaim pengangguran Amerika Serikat.
Data tersebut dianggap krusial sebagai indikator utama dalam menentukan arah kebijakan suku bunga The Fed pada pertemuan bulan September.
Selain faktor fundamental, pergerakan indeks saham juga mendapatkan pengaruh positif dari penguatan indeks Dow Jones sebesar 0,32% pada perdagangan Rabu, 27 Agustus 2025 malam.
Begitupun, S&P500 dan Nasdaq juga mencatatkan kenaikan masing-masing 0,24% dan 0,21%.
BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan saham-saham pilihan yang layak dibeli hari ini, yaitu HRUM dengan target harga di kisaran Rp985 hingga Rp1.030, INTP dengan target harga Rp7.200 sampai Rp7.500, serta MBMA dengan target harga antara Rp464 sampai Rp480.

Rekomendasi sejumlah saham unggulan tersebut didasarkan atas analisis fundamental dan teknikal yang menunjukkan potensi pertumbuhan harga saham dalam jangka menengah.
Pada penutupan perdagangan kemarin, IHSG menguat 30,42 poin atau 0,38% ke level 7.936. Meski demikian, investor asing masih melakukan aksi penjualan bersih saham (net sell) dengan nilai total mencapai Rp 12,58 miliar.
Penjualan terbesar berasal dari saham BBCA senilai Rp335,97 miliar, diikuti BMRI sebesar Rp98,86 miliar, dan ADRO sebesar Rp72,09 miliar.
Kenaikan indeks tersebut didukung oleh penguatan signifikan saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), yang melonjak 10,42% ke harga Rp9.800.
Secara sektoral, saham sektor industri mencatat penguatan sebesar 2,34%, sektor material dasar naik 2,13%, sektor properti menguat 2,15%, infrastruktur naik 1,16%, dan sektor transportasi bertambah 0,44%.
Sebaliknya, beberapa saham sektor lain seperti konsumer primer, sektor keuangan, dan konsumer non-primer justru mengalami penurunan.
Saham-saham yang mengalami kenaikan signifikan hingga mencapai batas auto reject atas (ARA) pada perdagangan Rabu, 27 Agustus 2025 kemarin, antara lain MITI yang melesat 34,74% ke harga Rp256, BSBK naik 33,96% ke Rp71, serta HUMI yang menguat 34,31% keRp 184.
Selain itu, saham KETR mengalami kenaikan 25% ke harga Rp410, PGUN melonjak 24,92% menjadi Rp1.980, NRCA naik 24,84% ke Rp1.005, dan KONI bertambah 24,80% menjadi Rp1.560.
Pergerakan positif saham-saham unggulan dan sentimen global yang menguat member indikasi bahwa IHSG memiliki potensi untuk menembus level resistance kritis 8.000 dalam waktu dekat.
Namun, volatilitas pasar tetap perlu diwaspadai mengingat ketidakpastian dari data ekonomi AS yang akan dirilis. (fam)
















