BANYUMASEKSPRES.ID, Proses pendaftaran Sekolah Kedinasan 2025 tengah berlangsung dan akan dibuka hingga 18 Juli mendatang.
Dalam proses seleksi tahap awal ini, ada satu bagian penting yang kerap disepelekan namun sangat menentukan, yakni pengunggahan swafoto.
Meski terdengar sepele, swafoto yang tidak sesuai ketentuan bisa membuat pendaftaran dianggap tidak sah dan berujung pada gagalnya seleksi administrasi.
Sebagai calon peserta, pelamar wajib memahami bahwa setiap tahapan harus diikuti dengan cermat sesuai ketentuan resmi.
Salah satu poin penting dalam proses pendaftaran adalah mengunggah tiga jenis foto, yaitu pasfoto formal, swafoto yang menunjukkan dokumen identitas, serta swafoto dengan wajah yang tampak jelas.
Semuanya harus diunggah dengan benar ke dalam sistem SSCASN melalui portal resmi milik BKN.
Swafoto dengan Dokumen KTP dan Kartu Akun, Format dan Ukuran Wajib Tepat

Untuk swafoto yang pertama, pelamar diminta melakukan selfie sambil memegang dua dokumen penting, yakni KTP atau surat keterangan perekaman dari Dukcapil, dan Kartu Informasi Akun yang diperoleh setelah membuat akun SSCASN.
Format swafoto ini harus dalam posisi melebar atau landscape. Jika pelamar belum sempat mencetak kartu informasi akun, sistem menyediakan tombol “Cetak Ulang Kartu Informasi Akun” yang bisa digunakan kapan saja.
Pastikan bahwa swafoto yang diambil sudah sesuai format JPEG dan ukuran maksimal file tidak lebih dari 200 KB. Selain itu, pastikan wajah dan dokumen terlihat jelas dan tidak buram.
Swafoto Wajah Jelas, Jangan Ada Wajah Lain Terekam Kamera
Ketentuan swafoto kedua adalah swafoto wajah tanpa memegang dokumen apa pun.
Foto ini harus diambil dengan posisi landscape dan menampilkan wajah dengan jelas serta tanpa kehadiran wajah lain di dalam bingkai kamera.
Kesalahan umum seperti memotret bersama teman atau orang lain bisa menyebabkan file swafoto tidak diterima oleh sistem.
Setelah berhasil mengambil swafoto, peserta wajib menekan tombol “simpan” untuk memastikan foto sudah terekam di sistem SSCASN.
Formasi Sekolah Kedinasan 2025 dari Tujuh Instansi Pemerintah
Mengenai jumlah formasi yang tersedia di tahun 2025, terdapat tujuh kementerian dan lembaga yang membuka pendaftaran untuk sekolah kedinasan.
Formasi terbanyak berasal dari IPDN di bawah Kementerian Dalam Negeri, dengan total 1.061 kursi.
Selain itu, PKN STAN dari Kementerian Keuangan menyediakan 500 formasi, disusul STMKG (BMKG) dengan 350 formasi dan STIS (BPS) dengan 400 formasi.
Kemudian STIN (BIN) membuka 100 formasi, PSSN (BSSN) 50 formasi, dan SIPENCATAR dari Kementerian Perhubungan menyediakan 791 formasi.
Lengkapi Dokumen Pendukung Sebelum Mendaftar Online
Selain menyiapkan swafoto sesuai aturan, pelamar juga harus melengkapi seluruh dokumen pendukung lainnya seperti Kartu Keluarga, KTP, ijazah terakhir, rapor SMA atau sederajat, pasfoto formal, serta dokumen khusus lain yang diminta oleh masing-masing instansi penyelenggara.
Semua dokumen ini wajib diunggah melalui portal resmi pendaftaran.
Cara Daftar Sekolah Kedinasan 2025 Melalui Portal SSCASN BKN
Proses pendaftaran sendiri dilakukan melalui portal SSCASN. Langkah awalnya adalah membuat akun dan mencetak Kartu Informasi Akun melalui laman ini.
Selanjutnya, pelamar login menggunakan NIK dan password yang telah dibuat sebelumnya.
Setelah itu, pelamar mengunggah swafoto, memilih sekolah dan jurusan yang dituju, serta mengisi data pribadi secara lengkap dan benar.
Sistem hanya memperbolehkan satu pendaftaran per pelamar. Maka dari itu, pemilihan sekolah dan jurusan harus dipikirkan matang-matang.
Pastikan pula nilai yang dimasukkan sudah benar, lalu lanjutkan dengan mengunggah semua dokumen sesuai persyaratan.
Setelah semua data dan dokumen terisi, pelamar harus memeriksa ulang melalui menu resume, lalu klik “kirim”. Perlu diingat, setelah data dikirim, tidak ada lagi kesempatan untuk melakukan perubahan.
Kode Billing, Kartu Ujian, dan Proses Seleksi Selanjutnya
Setelah dokumen diverifikasi, pelamar yang lolos akan menerima kode billing sebagai bukti untuk melakukan pembayaran biaya seleksi.
Prosedur pembayaran ini bisa dicek langsung melalui situs resmi masing-masing sekolah kedinasan.
Setelah pembayaran diverifikasi, pelamar akan mendapatkan Kartu Ujian yang menjadi syarat utama untuk mengikuti tahapan tes seleksi.
Hubungi Instansi Setelah Dinyatakan Lulus Seleksi
Jika lolos seluruh tahapan seleksi, mulai dari verifikasi administrasi, ujian seleksi, hingga pengumuman akhir, maka pelamar akan dinyatakan diterima di sekolah kedinasan yang dipilih.
Setelah itu, peserta wajib menghubungi instansi penyelenggara untuk melanjutkan proses registrasi sebagai calon taruna atau mahasiswa.
Bagi lulusan SMA/SMK atau sederajat yang masih berminat mendaftar, kesempatan masih terbuka lebar hingga 18 Juli 2025.
Pastikan semua syarat dipenuhi dengan cermat, terutama bagian swafoto yang kerap jadi kendala dalam seleksi tahap awal.
Pengetahuan teknis seperti ketentuan swafoto dan urutan pendaftaran bisa menjadi pembeda antara pendaftar yang lolos seleksi dan yang gugur di awal.
Jangan anggap sepele proses administrasi ini, karena kesalahan kecil dapat berakibat besar.
Pastikan setiap langkah dilakukan dengan teliti dan sesuai aturan agar peluang diterima di sekolah kedinasan 2025 semakin besar.(taa)
















