Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Transaksi Digital Semakin Mudah Dengan OVO Hadirkan Fitur Tabungan
Inilah Penyebab Obesitas Pada Remaja Dan Cara Pencegahannya

Inilah Penyebab Obesitas Pada Remaja Dan Cara Pencegahannya

Obesitas Pada RemajaObesitas Pada Remaja

BANYUMASEKSPRES.ID, Obesitas pada remaja masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang mendapat perhatian serius di Indonesia.

Seiring perubahan pola hidup dan kebiasaan makan, semakin banyak remaja yang mengalami kelebihan berat badan akibat konsumsi makanan tinggi kalori serta kurangnya aktivitas fisik.

Meski berbagai kampanye hidup sehat terus digencarkan, angka obesitas di kelompok usia muda masih menjadi tantangan.

Kondisi ini tidak hanya memengaruhi penampilan, tetapi juga dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis yang berpotensi muncul sejak usia produktif.

Karena itu, upaya pencegahan sejak dini menjadi langkah penting agar remaja dapat tumbuh sehat dan terhindar dari berbagai komplikasi kesehatan di masa mendatang.

Apa Itu Obesitas pada Remaja?

Menurut Kementerian Kesehatan, obesitas merupakan kondisi ketika tubuh mengalami penumpukan lemak berlebih hingga dapat mengganggu kesehatan.

Tips Jaga Pola Hidup Sehat Cegah Obesitas

Pada remaja, kondisi ini terjadi ketika asupan energi dari makanan dan minuman jauh lebih besar dibandingkan energi yang dibakar melalui aktivitas sehari-hari.

Kelebihan energi tersebut kemudian disimpan dalam bentuk lemak sehingga berat badan terus meningkat.

Jika dibiarkan tanpa pengendalian, obesitas dapat berlangsung hingga dewasa dan meningkatkan risiko berbagai penyakit tidak menular.

Selain faktor pola makan, obesitas juga dipengaruhi oleh kebiasaan hidup yang semakin pasif, seperti lama menggunakan gawai, bermain gim, atau menghabiskan waktu di depan layar tanpa diimbangi aktivitas fisik yang cukup.

Penyebab Obesitas pada Remaja

Salah satu faktor terbesar yang memicu obesitas adalah tingginya konsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula, garam, dan lemak (GGL).

Saat ini, makanan cepat saji, camilan tinggi kalori, minuman bersoda, hingga minuman kemasan berpemanis sangat mudah dijumpai dan sering menjadi pilihan utama remaja.

Jika dikonsumsi secara berlebihan, makanan tersebut dapat meningkatkan jumlah kalori harian secara signifikan.

Kementerian Kesehatan sendiri telah memberikan rekomendasi batas konsumsi harian, yaitu gula maksimal 50 gram atau sekitar empat sendok makan.

Kemudian, garam maksimal lima gram atau setara satu sendok teh, serta lemak maksimal 67 gram atau sekitar lima sendok makan minyak.

Namun dalam praktiknya, banyak remaja mengonsumsi gula dan lemak melebihi batas, terutama dari minuman manis, makanan olahan, serta camilan yang tinggi kalori tetapi rendah kandungan gizi.

Risiko Kesehatan Akibat Obesitas

Obesitas bukan sekadar persoalan berat badan. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan yang memengaruhi kualitas hidup remaja.

Beberapa penyakit lebih rentan dialami oleh remaja dengan obesitas antara lain diabetes melitus tipe 2, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, gangguan metabolisme, hingga persendian akibat beban tubuh yang berlebihan.

Tidak hanya berdampak secara fisik, obesitas dapat memengaruhi kesehatan mental. Sebagian remaja mengalami penurunan rasa percaya diri, kecemasan, hingga stres atas perubahan bentuk tubuh atau stigma sosial yang dihadapi.

Oleh sebab itu, penanganan obesitas perlu dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan kondisi fisik maupun psikologis remaja.

Angka Obesitas Remaja Masih Perlu Perhatian

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi berat badan berlebih dan obesitas pada remaja usia 13 hingga 15 tahun mencapai 21,8 persen.

Data tersebut menunjukkan bahwa hampir satu dari lima remaja di Indonesia mengalami masalah berat badan berlebih.

Meski data terbaru terus diperbarui melalui berbagai survei kesehatan, temuan tersebut masih menjadi pengingat bahwa obesitas merupakan isu kesehatan masyarakat yang membutuhkan perhatian bersama.

Peran keluarga, sekolah, tenaga kesehatan, serta pemerintah sangat penting dalam membangun lingkungan yang mendukung gaya hidup sehat bagi anak dan remaja.

Cara Mencegah Obesitas Sejak Dini

Pencegahan obesitas dapat dimulai melalui perubahan kebiasaan sehari-hari. Remaja dianjurkan menerapkan pola makan bergizi seimbang.

Hal ini dilakukan dengan memperbanyak konsumsi sayur, buah, protein, serta sumber karbohidrat yang sehat.

Selain itu, konsumsi makanan cepat saji, camilan tinggi gula, minuman berpemanis, dan makanan tinggi lemak sebaiknya dibatasi agar asupan kalori tetap terkendali.

Aktivitas fisik juga tidak kalah penting. Melakukan olahraga secara rutin, berjalan kaki, bersepeda, atau mengikuti kegiatan olahraga di sekolah membantu membakar kalori sekaligus menjaga kebugaran tubuh.

Tidur yang cukup, mengurangi waktu penggunaan gawai, serta membiasakan diri menjalani pola hidup aktif juga menjadi bagian penting dalam menjaga berat badan ideal.

Dengan menerapkan gaya hidup sehat secara konsisten, risiko obesitas dapat ditekan. Selain itu, inilah tips hindari pola hidup tak sehat ini yang bisa berdampak pada kesehatan jantung.

Langkah sederhana yang dimulai sejak remaja akan memberikan manfaat besar bagi kesehatan hingga usia dewasa, sekaligus membantu menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat, aktif, dan produktif. (*/nds)

Berita Sebelumnya
Layanan Dompet Digital OVO

Transaksi Digital Semakin Mudah Dengan OVO Hadirkan Fitur Tabungan