Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Jelang FIFA Matchday 2026, Ole Romeny Luangkan Waktu Bermain Hadroh Bersama Anak Yatim

Main Hadroh Bareng SantriMain Hadroh Bareng Santri
Ole Romeny

BANYUMASEKSPRES.ID, Penyerang Timnas Indonesia, Ole Romeny, baru-baru ini menarik perhatian publik dengan kegiatan sosialnya yang tak biasa.

Di luar agenda sepak bola yang padat, ia meluangkan waktu untuk berkunjung ke Yayasan Yatim Bait Al Qur’an Mulia (BQM) di Tangerang Selatan.

Kunjungan yang berlangsung sebelum Romeny kembali bergabung dengan skuad Garuda untuk FIFA Matchday Juni 2026 ini bukanlah sekadar formalitas.

Bersama kekasihnya, Katy Esistia, pemain kelahiran Belanda ini tampak sangat menikmati momen berharga tersebut.

Suasana di yayasan sangat hangat dan penuh keceriaan. Romeny, yang merupakan penyerang dari klub Oxford United, terlihat asyik bermain rebana dan mencoba mengikuti irama hadroh yang dibawakan oleh para santri.

Meskipun ia terlihat sedikit kesulitan menyesuaikan diri dengan ritme permainan, semangatnya untuk terlibat dalam kesenian Islami ini jelas terlihat.

Hadroh sendiri adalah sebuah kesenian berbasis perkusi yang sering mengiringi syair-syair keagamaan dalam tradisi Islam.

Kehadiran Ole Romeny memberikan warna baru bagi para santri di yayasan tersebut.

Mereka menyambutnya dengan lantunan selawat, menciptakan suasana yang akrab dan penuh kehangatan.

Dalam interaksi ini, Romeny tidak hanya ditonton sebagai sosok atlet, tetapi juga sebagai pribadi yang peduli dan terhubung dengan masyarakat.

Momen kebersamaan ini diunggah melalui akun Instagram resmi Yayasan Yatim BQM pada Rabu (27/5), dan mendapatkan respons positif yang cepat dari warganet.

Pihak yayasan menyampaikan rasa syukur karena bisa memperkenalkan kesenian hadroh kepada seorang pemain sepak bola profesional seperti Romeny.

Mereka mengungkapkan bahwa Romeny tampak antusias saat berinteraksi dengan anak-anak yatim dan duafa di yayasan tersebut.

Di kolom komentar unggahan itu, banyak warganet memberikan apresiasi terhadap sikap rendah hati Romeny yang menjadi sorotan tersendiri di luar kiprahnya di lapangan hijau.

Interaksi antara Romeny dan para santri semakin hangat saat sesi foto bersama berlangsung. Momen ini berubah menjadi suasana yang cair dan penuh tawa.

Menariknya, para santri menirukan selebrasi khas Romeny setiap kali ia mencetak gol dalam pertandingan.

Mereka berpose dengan tangan di bawah dagu sambil menengadahkan kepala mereka, mengikuti gaya sang striker ketika merayakan keberhasilan mencetak angka.

Romeny sendiri tampak menikmati interaksi tersebut tanpa ada jarak antara dirinya dan anak-anak yayasan.

Kunjungan Ole Romeny ke Yayasan Yatim BQM bukan hanya sekadar kegiatan sosial belaka, melainkan juga menunjukkan kepedulian seorang atlet terhadap masyarakat sekitar.

Dalam dunia sepak bola yang sering kali dipenuhi dengan sorotan media dan tekanan performa tinggi, tindakan seperti ini memberikan perspektif baru tentang bagaimana seorang atlet dapat memberikan dampak positif bagi komunitasnya.

Kegiatan seperti ini juga membantu membangun citra positif bagi tim nasional Indonesia serta meningkatkan keterlibatan pemain dalam aktivitas sosial.

Mereka yang terlibat dalam dunia olahraga sering kali dianggap sebagai panutan oleh masyarakat luas.

Oleh karena itu, ketika seorang atlet seperti Ole Romeny menunjukkan kepedulian terhadap anak-anak yatim dan duafa, hal ini dapat menginspirasi orang lain untuk melakukan tindakan serupa.

Ini bukan hanya sekadar tentang memberi materi atau dukungan finansial, tetapi lebih kepada memberikan perhatian dan waktu kepada mereka yang membutuhkan.

Pendekatan Ole Romeny dalam melakukan kegiatan sosialnya dapat menjadi contoh bagi pemain muda lainnya untuk lebih aktif terlibat dalam kegiatan kemanusiaan.

Dalam dunia modern saat ini, di mana media sosial memiliki pengaruh besar terhadap opini publik, tindakan positif seperti kunjungan ke yayasan sosial dapat membantu meningkatkan kesadaran akan isu-isu sosial yang ada di sekitar kita.

Menyempatkan waktu untuk bersosialisasi dengan anak-anak yatim adalah salah satu cara untuk menunjukkan empati kepada mereka yang kurang beruntung.

Hal ini juga sejalan dengan nilai-nilai agama dan budaya kita sebagai bangsa Indonesia yang dikenal memiliki semangat gotong royong dan saling membantu satu sama lain.

Kegiatan Ole Romeny di Yayasan Yatim BQM seharusnya menjadi momentum bagi banyak pihak untuk lebih memperhatikan kondisi anak-anak yatim dan duafa di Indonesia.

Dengan dukungan dari berbagai kalangan, termasuk para atlet profesional dan publik figur lainnya, kita dapat bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi mereka. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Token listrik

Tagihan Listrik Tiba-tiba Melonjak, PLN Tegaskan Tidak Ada Kenaikan Tarif

Berita Selanjutnya
Tahun Ini, Target Pajak Daerah Naik

Pemkab Cilacap Targetkan Penerimaan Pajak Daerah 523 Miliar di 2026