BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Dalam upaya memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia, pemerintah berencana memulai pembangunan 100 sekolah nasional terintegrasi pada tahun 2026.
Program ini tidak hanya bertujuan untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam memperkuat pemerataan pendidikan di berbagai daerah.
Rencana besar ini disampaikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti.
Ia menyatakan bahwa Presiden Prabowo telah memberikan arahan tegas agar pembangunan sekolah nasional terintegrasi segera dimulai pada tahun depan.
“Ini merupakan sekolah unggul yang tidak berasrama, yang tahun ini direncanakan kami akan bangun 100 sekolah nasional terintegrasi,” ungkap Mu’ti dengan semangat.
Proses seleksi lokasi untuk pembangunan sekolah terintegrasi sudah berlangsung dan sejumlah pemerintah daerah telah mengajukan usulan.
Proses ini saat ini sedang ditindaklanjuti oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Sudah ada usulan-usulan sekolah yang masuk dari 36 yang sudah kami seleksi,” tambahnya, menunjukkan bahwa pemerintah sangat serius dalam merealisasikan program ini.
Pemerintah menargetkan agar pembangunan dan operasional awal sekolah terintegrasi dapat dimulai dengan memanfaatkan fasilitas pendidikan yang telah ada serta pembangungan gedung baru di beberapa wilayah strategis.
Sebagai tahap awal, program tersebut akan dilaksanakan di 15 lokasi yang dipilih secara cermat.
Dari jumlah tersebut, lima sekolah akan memanfaatkan fasilitas balai milik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang sudah ada sebelumnya.
Satu dari sekian banyak rencana ambisius ini adalah pembangunan sebuah sekolah di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Selain itu, sembilan sekolah lainnya akan dibangun sebagai bangunan baru yang tersebar di berbagai daerah yang telah lolos proses seleksi ketat.
Sekolah nasional terintegrasi dirancang dengan konsep inovatif yang berbeda dari sekolah-sekolah konvensional pada umumnya.
Dalam satu kawasan pendidikan, akan tersedia berbagai jenjang pendidikan yang saling terhubung, mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), hingga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Dengan model pendidikan seperti ini, peserta didik dapat menempuh pendidikan secara berkelanjutan dalam lingkungan pendidikan yang terintegrasi serta didukung oleh fasilitas-fasilitas yang lebih lengkap.
Penting untuk dicatat bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada peningkatan bidang sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM) dalam pengembangan sekolah-sekolah terintegrasi ini.
“Kami juga akan memperkuat pendidikan karakter melalui pengembangan seni dan olahraga,” tegas Mu’ti menegaskan komitmen pemerintah dalam menciptakan siswa-siswi yang tidak hanya pintar secara akademis tetapi juga memiliki karakter yang baik.
Dengan adanya berbagai sarana pendukung seperti laboratorium, bengkel vokasional, serta fasilitas olahraga yang memadai, siswa-siswa akan mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kompetensi akademik mereka sekaligus keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. (*/stch/dda)














