Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Kasus Penggelapan Dana Selebgram Fuji Masuk Penyidikan, Kerugian Capai 1,3 Miliar

Lega Kasus Penggelapan Naik PenyidikanLega Kasus Penggelapan Naik Penyidikan
Fujianti Utami Putri

BANYUMASEKSPRES.ID, Kasus dugaan penggelapan dana yang melibatkan mantan admin media sosial selebgram Fujianti Utami Putri kini memasuki fase baru yang signifikan.

Setelah menarik perhatian publik sejak tahun 2023, kasus ini resmi beralih ke tahap penyidikan di Polres Metro Jakarta Selatan.

Kabar tersebut disampaikan oleh kuasa hukum Fuji, Sandy Arifin, yang mendampingi kliennya saat mengunjungi kantor polisi.

Sandy menyatakan bahwa penyidik telah mengumpulkan bukti awal yang cukup setelah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dalam beberapa hari terakhir.

“Alhamdulillah, kami mendapat informasi terkait laporan kami, dan prosesnya berjalan dengan lancar. Saksi-saksi sudah diperiksa pada hari Jumat atau Kamis minggu lalu. Saat ini, terlapor sudah ditetapkan dalam status penyidikan,” ujar Sandy Arifin dengan penuh harapan akan keadilan bagi kliennya.

Pihaknya juga datang untuk mengonfirmasi keterangan dari terlapor, termasuk kemungkinan adanya pengakuan atau itikad baik untuk menyelesaikan persoalan ini secara damai.

Kasus ini berawal dari laporan yang diajukan Fuji pada bulan September 2023 terhadap mantan adminnya, Batara Ageng.

Setelah melalui rangkaian proses yang panjang, Batara akhirnya ditangkap pada bulan Juni 2024 oleh Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat.

Dalam pemeriksaan, ia mengakui perbuatannya yang diduga telah mengalihkan dana hasil kerja sama iklan dan endorsement senilai sekitar Rp1,3 miliar ke rekening pribadinya. Dana tersebut seharusnya masuk ke rekening manajemen Fuji.

Dugaan penggelapan ini terungkap setelah sejumlah brand mengalami masalah terkait pekerjaan yang tidak dijalankan sesuai kesepakatan.

Hal ini memicu audit internal yang menunjukkan bahwa sejumlah pekerjaan justru tidak pernah dilaporkan kepada Fuji.

Situasi ini tidak hanya merugikan secara finansial tetapi juga berimbas pada reputasi Fuji di mata klien-kliennya.

Menanggapi perkembangan terbaru dalam kasus ini, Fuji mengungkapkan rasa lega karena proses hukum terus berjalan dan ada harapan untuk penetapan tersangka dalam waktu dekat.

“Alhamdulillah lega karena sebentar lagi akan ditetapkan sebagai tersangka ya, InsyaAllah. Aku pengin dia dihukum seadil-adilnya sih karena apa yang sudah dia lakukan kepada aku itu sudah kelewatan banget, bukan sekadar soal uang,” ujarnya.

Fuji menegaskan bahwa kasus ini bukan hanya mengenai kerugian materi semata. Lebih dari itu, ia merasa terguncang secara mental akibat tindakan mantan adminnya tersebut.

“Pastinya kena mental banget saya. Ini bukan soal uang doang tetapi karena dia itu punya akses yang membuat aku jadi bahan tertawaan orang dan dia juga sampai ngata-ngatain saya di belakang,” ungkapnya dengan penuh emosi.

Lebih jauh, Fuji mengungkapkan bahwa pelaku diduga sempat memengaruhi karyawan lain untuk bekerja sama dalam aksinya, sehingga mempermudah pelaksanaan penggelapan dana tersebut.

Bahkan sebagian dari dana hasil kerja sama iklan tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi pelaku, termasuk membeli mobil untuk mantan kekasihnya.

Meskipun pelaku sempat menyampaikan permintaan maaf melalui pesan singkat, Fuji menilai permohonan tersebut tidak cukup menunjukkan rasa tanggung jawab atas tindakan yang telah dilakukan.

Ia pun memilih untuk melanjutkan proses hukum tanpa membuka opsi damai dengan pelaku.

“Saya enggak mau kasusnya distop dan berdamai. Dalam artian saya memang mau dia dihukum biar dipenjara karena enak banget dia makan uang hasil kerja aku,” tegasnya dengan penuh keyakinan.

Kasus ini merupakan pengalaman pahit lainnya bagi Fuji dalam dunia hiburan. Sebelumnya, ia juga pernah menjadi korban penipuan oleh mantan manajernya pada tahun 2023 silam.

Kini ia berharap agar proses hukum dapat berjalan hingga tuntas sehingga memberikan keadilan dan efek jera bagi pelaku serta menjadi pelajaran bagi orang lain agar lebih berhati-hati dalam memilih orang-orang di sekitarnya.

Dengan latar belakang kasus ini yang melibatkan banyak pihak dan kerugian baik secara finansial maupun reputasi, tentunya menjadi perhatian penting bagi masyarakat luas serta para pegiat media sosial lainnya. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Enggan Paksa Diri Overlimit

Jadwal MotoGP Spanyol 2026: Jorge Martin Bidik Hasil Maksimal di Sirkuit Jerez

Berita Selanjutnya
Trifa Mart Sediakan Semua Kebutuhan Harian

Belanja Hemat di Trifa Mart Purwokerto, Produk Lengkap dan Lokasi Strategis di Tengah Kota