Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Data Bansos Banyumas Bakal Diverifikasi hingga RT, Penyaluran PKH dan BPNT Lebih Akurat
Rutan Banjarnegara Pasarkan 4.000 Besek Ikan, Warga Binaan Dapat Premi dan Keterampilan Kerja

Rutan Banjarnegara Pasarkan 4.000 Besek Ikan, Warga Binaan Dapat Premi dan Keterampilan Kerja

Rutan Pasarkan Empat Ribu Besek IkanRutan Pasarkan Empat Ribu Besek Ikan
LARIS: Penjualan besek ikan karya warga binaan, bagian dari upaya pelatihan kemandirian warga binaan Rutan Banjarnegara

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Banjarnegara kembali menunjukkan komitmennya dalam membina warga binaan melalui program kemandirian yang produktif.

Kali ini, sebanyak 4.000 besek ikan hasil karya warga binaan berhasil dipasarkan sebagai bagian dari program pembinaan keterampilan yang bertujuan meningkatkan kemampuan kerja sekaligus memberikan bekal saat mereka kembali ke masyarakat.

Program pembinaan kemandirian tersebut tidak hanya berfokus pada produksi barang bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi media pembelajaran bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan, membangun etos kerja, serta membiasakan diri bekerja secara disiplin dan bertanggung jawab.

Melalui kegiatan ini, para peserta dilatih agar memiliki pengalaman kerja yang dapat dimanfaatkan setelah masa pidana berakhir.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Rutan Kelas IIB Banjarnegara, Nurul Setyo Prihartanto, menjelaskan bahwa pembinaan kemandirian merupakan salah satu program utama yang terus dijalankan secara berkelanjutan.

Menurutnya, keterampilan yang dimiliki warga binaan harus terus diasah agar mampu menjadi modal penting ketika mereka kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

“Pembinaan kemandirian harus dilaksanakan secara berkelanjutan agar keterampilan yang dimiliki warga binaan dapat terus berkembang,” ujarnya, Selasa (28/7/2026).

Dalam proses produksi besek ikan tersebut, seluruh warga binaan yang terlibat bekerja sesuai pembagian tugas masing-masing.

Mulai dari proses persiapan bahan, pembuatan besek, pemeriksaan kualitas, hingga penyelesaian pesanan dilakukan secara bersama-sama dengan sistem kerja yang terorganisasi.

Pola kerja tersebut sengaja diterapkan agar warga binaan terbiasa bekerja sesuai target produksi sekaligus memahami pentingnya menjaga kualitas produk.

Pengalaman tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan mereka dalam bekerja secara profesional ketika telah bebas nanti.

Selain memperoleh pengalaman kerja, warga binaan yang mengikuti program pembinaan juga mendapatkan premi sebesar 10 persen sesuai ketentuan yang berlaku.

Insentif tersebut menjadi bentuk penghargaan atas kontribusi mereka dalam menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi dan mampu memenuhi permintaan pasar.

Program produksi besek ikan juga menjadi salah satu upaya Rutan Banjarnegara untuk menghadirkan pembinaan yang lebih produktif.

Tidak hanya memberikan aktivitas positif selama menjalani masa pidana, kegiatan ini juga membantu membentuk karakter warga binaan agar lebih disiplin, mandiri, serta memiliki rasa tanggung jawab terhadap pekerjaan yang dilakukan.

Keberhasilan memasarkan ribuan besek ikan menunjukkan bahwa hasil karya warga binaan memiliki kualitas yang mampu bersaing dan diterima masyarakat.

Hal ini sekaligus membuktikan bahwa program pembinaan di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada pembinaan mental, tetapi juga pengembangan keterampilan yang dapat memberikan manfaat ekonomi.

Nurul menegaskan, pihaknya akan terus mengembangkan berbagai program pembinaan kemandirian yang berorientasi pada peningkatan kompetensi warga binaan.

Beragam kegiatan produktif akan terus didorong agar semakin banyak warga binaan memperoleh keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja maupun peluang usaha mandiri.

Menurutnya, tujuan utama program ini bukan semata menghasilkan produk untuk dipasarkan, tetapi juga mempersiapkan warga binaan agar memiliki bekal hidup yang lebih baik setelah menyelesaikan masa hukuman.

Dengan memiliki keterampilan kerja, mereka diharapkan lebih mudah memperoleh pekerjaan ataupun membuka usaha sendiri sehingga dapat kembali berkontribusi secara positif di lingkungan masyarakat.

“Program pembinaan kemandirian akan terus kami kembangkan sebagai bagian dari upaya membentuk warga binaan yang memiliki keterampilan, produktif, serta siap kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat,” tegas Nurul.

Melalui program pembinaan seperti produksi besek ikan ini, Rutan Kelas IIB Banjarnegara berharap stigma negatif terhadap mantan warga binaan dapat perlahan berkurang.

Sebaliknya, masyarakat diharapkan melihat bahwa proses pembinaan yang dilakukan di lembaga pemasyarakatan mampu menghasilkan individu yang lebih siap bekerja, memiliki keterampilan, serta mampu membangun kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke lingkungan sosial. (jud/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Pansus Minta Verifikasi Hingga Tingkat RT

Data Bansos Banyumas Bakal Diverifikasi hingga RT, Penyaluran PKH dan BPNT Lebih Akurat